IMF, IEA, dan Bank Dunia Peringatkan Harga Energi Tinggi Berkepanjangan

Rabu, 15 Apr 2026, 22:23 WIB

WASHINGTON DC — Badan Energi Internasional (IEA), Dana Moneter Internasional (IMF), dan Bank Dunia mengeluarkan peringatan bersama. Mereka menyebut harga bahan bakar dan pupuk diperkirakan tetap tinggi dalam jangka waktu panjang.

Melansir dari Anadolu, Rabu (15/4), kondisi ini tetap terjadi meskipun aliran perdagangan melalui Selat Hormuz kembali normal. Ketiga lembaga tersebut menyebut gangguan rantai pasok dan kerusakan infrastruktur akibat perang di Timur Tengah sebagai faktor utama.

Ket. Foto: — Sumber: Freepik

Faktor-faktor tersebut memperlambat pemulihan ekonomi global. Dalam pernyataan bersama, mereka menilai dampak konflik bersifat global, signifikan, dan tidak merata.

Negara pengimpor energi serta negara berpendapatan rendah menjadi pihak paling terdampak. Ketiga institusi tersebut juga menegaskan bahwa pemulihan perdagangan global akan membutuhkan waktu.

Hal ini terjadi meskipun jalur pelayaran kembali dibuka karena rantai pasok masih terganggu. Dampak lanjutan diperkirakan akan merambat ke berbagai sektor, termasuk energi, pangan, serta pariwisata.

Dalam pernyataan tersebut, lembaga-lembaga internasional itu menegaskan komitmen untuk terus memantau perkembangan. Mereka juga akan mengoordinasikan dukungan kepada negara-negara anggota.

“Tim kami bekerja sama erat, termasuk di tingkat negara, untuk memanfaatkan keahlian masing-masing dan membantu negara-negara melalui kebijakan yang disesuaikan serta dukungan finansial bila diperlukan,” demikian pernyataan tersebut.

Tujuan dari langkah tersebut adalah membantu pemulihan ekonomi global yang lebih stabil dan tangguh. Selain itu, upaya ini diharapkan mampu menciptakan pertumbuhan dan lapangan kerja. ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.