Ancaman El Nino Godzilla, Bantul Siaga Satu Hadapi Musim Kemarau Paling Kering di 2026
Rabu, 15 Apr 2026, 16:05 WIBBANTUL-Â Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul mulai memperketat pemetaan wilayah rawan kekeringan guna mengantisipasi dampak ekstrem fenomena El Nino "Godzilla" yang diprediksi melanda pada musim kemarau 2026.Â
Kepala Pelaksana BPBD Bantul, Mujahid Amirudin, mengungkapkan pada Rabu (15/4) bahwa langkah ini diambil menyusul proyeksi cuaca yang menunjukkan tingkat kekeringan tahun ini akan jauh melampaui kondisi normal. Meski curah hujan masih terpantau di beberapa titik pada bulan April, otoritas setempat telah menyiagakan personel serta armada distribusi air bersih untuk merespons potensi krisis air yang diperkirakan mulai terjadi pada periode Mei hingga Juni mendatang.
"Sebagai antisipasi dampak El Nino Godzilla pada musim kemarau 2026, kami sedang mendata titik-titik rawan mana yang nantinya ada potensi kekeringan," kata Mujahid Amirudin di Bantul, Rabu.
Dia mengatakan, BPBD telah memiliki data wilayah rawan kekeringan tahun sebelumnya, namun perlu diperbarui mengingat musim kemarau 2026 diprediksi lebih kering dibandingkan kondisi normal.
Sambil melakukan pendataan, kata dia, BPBD Bantul juga mulai menyiagakan personel maupun armada jika sewaktu-waktu dibutuhkan untuk penyaluran air bersih ke wilayah terdampak kekeringan.
"Kami menyiagakan personel, peralatan, dan jadwal piket sebagai langkah antisipasi," katanya.
Kendati demikian, kata dia, sejauh ini di wilayah Bantul belum ada laporan wilayah yang mengalami kekeringan atau kesulitan air bersih, karena pada April ini masih turun hujan, dan belum sepenuhnya memasuki musim kemarau.
"Karena ini masih akhir musim hujan, biasanya kekurangan air itu di bulan Mei-Juni. Tapi kami sudah melakukan persiapan, Juni nanti personel dan armada siap memantau titik titik rawan," katanya.
Ia mengatakan Bupati Bantul telah menerbitkan surat edaran terkait antisipasi dampak El Nino dan simulasi evakuasi mandiri dalam rangka Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) sebagai pedoman bagi pemangku kepentingan.
"Hari ini kita adakan kick off sarasehan mengantisipasi El Nino dengan mengundang perguruan tinggi, desa, kecamatan, dan semua organisasi perangkat daerah (OPD) untuk kita ajak bersama mempersiapkan dampak El Nino Godzilla," katanya.
- krisis air bersih
- bpbd bantul
- el nino godzilla
- kekeringan bantul
Redaktur: alfred
Penulis: Alfred, Antara
Berita Terkait:
-
Rayakan Hari Kartini, KAI dan Kemenekraf Hadirkan Lukisan Karya Seniman Erika Richardo di Kereta Api
-
Menhan terima kunjungan Wakil PM Australia
-
India dan Malaysia Perkuat Aliansi Semikonduktor, Dorong Kolaborasi Teknologi Masa Depan
-
Pementasan teater Nilonali Sang Putri Bungo Karang
-
Miris! Diduga Demi Gading, Gajah Tanpa Kepala Ditemukan Mati di Konsesi Hutan Tanaman Industri
-
Ketangguhan Kiper Bawa Arsenal dan Bayern Dekati Semifinal
-
Jelang Lebaran, Pengiriman Paket di Kantor Pos Ternate Meningkat
Satlap Tri Cakti dan Satgas Gabungan Gagalkan Penyelundupan Bijih Timah Ilegal Senilai Rp1,8 Miliar.
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.