Menbud Dorong Pengembangan Pariwisata Budaya Berbasis Warisan Nusantara

Selasa, 14 Apr 2026, 23:00 WIB

JAKARTA - Pemerintah memperkuat arah pengembangan pariwisata berbasis budaya sebagai motor ekonomi nasional. Langkah ini menitikberatkan optimalisasi kawasan bersejarah dan kekayaan budaya Nusantara.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan pembenahan potensi budaya dilakukan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir. Fokus utama mencakup pengelolaan keraton dan istana sebagai aset budaya strategis di berbagai daerah.

Ket. Foto: Menbud Fadli Zon (kanan) saat melakukan pertemuan dengan Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif periode 2011-2014 Sapta Nirwandar — Sumber: Kementerian Kebudayaan

“Kita bekerja di hulu, tengah, sampai hilir agar pariwisata berbasis budaya semakin kuat. Kita ingin membenahi potensi budaya, termasuk keraton dan istana di seluruh Indonesia,” kata Fadli Zon, Selasa (14/4).

Ia juga menekankan pentingnya pemanfaatan Intellectual Property dalam pengelolaan warisan budaya nasional. Pemanfaatan IP dinilai mampu mendorong komersialisasi tanpa mengabaikan nilai autentisitas dan etika pelestarian.

Kekayaan budaya Indonesia dinilai membuka peluang besar pengembangan produk turunan bernilai ekonomi tinggi. Produk tersebut meliputi cenderamata berkualitas dengan nilai artistik dan daya saing global.

Fadli Zon menilai keterlibatan perajin lokal menjadi kunci dalam menciptakan nilai tambah ekonomi berkelanjutan. Pendekatan ini sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap warisan budaya Indonesia.

Sementara itu, mantan Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sapta Nirwandar mendorong kolaborasi internasional. Kerja sama tersebut dapat diwujudkan melalui kegiatan kebudayaan berbasis kesamaan tradisi antarnegara.

Ia mencontohkan bambu sebagai potensi besar dalam industri kreatif berbasis budaya dan lingkungan. Berbagai produk inovatif berbahan bambu telah berkembang dari alat musik hingga produk fungsional.

Pertemuan juga membahas pengembangan wisata berbasis agama dan budaya di destinasi unggulan nasional. Pemanfaatan Candi Borobudur dan Candi Prambanan menjadi bagian dari strategi tersebut.

Selain itu, ruang budaya didorong menjadi bagian dari pariwisata berbasis olahraga. Contohnya melalui ajang seperti Tour de Singkarak dan Borobudur Marathon.

Diskusi ditutup dengan kesepakatan memperkuat koordinasi lintas sektor secara berkelanjutan. Langkah ini diharapkan menghasilkan formulasi tepat dalam pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya.

Pengembangan ini ditargetkan memberikan dampak ekonomi positif sekaligus memperkuat identitas budaya Indonesia. Pemerintah optimistis sektor ini menjadi pilar penting pertumbuhan ekonomi nasional ke depan. ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.