Gambir Sumbar Tak Mau Lagi Dilego Murah! Kementan–BUMN Siapkan Lompatan Besar

Selasa, 14 Apr 2026, 18:30 WIB

PADANG PARIAMAN – Hilirisasi tanaman gambir menjadi langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah komoditas yang selama ini lebih banyak diekspor dalam bentuk bahan mentah.

Dengan pengolahan lanjutan, gambir tidak hanya dimanfaatkan sebagai bahan penyamak atau pewarna alami, tetapi juga berpotensi dikembangkan menjadi produk turunan bernilai tinggi seperti bahan farmasi, kosmetik, hingga antioksidan alami.

Ket. Foto: Petani menjamur gambir sebelum diekspor ke Asia Selatan salah satunya India. — Sumber: Antara.

Secara analitis, hilirisasi membuka peluang peningkatan pendapatan petani sekaligus memperkuat struktur industri berbasis sumber daya lokal.

Namun, tantangan utama terletak pada keterbatasan teknologi pengolahan, akses pasar, serta standardisasi kualitas.

Tanpa intervensi kebijakan yang mendorong investasi, riset, dan kemitraan industri, potensi ekonomi gambir akan tetap terjebak pada rantai nilai rendah dan rentan terhadap fluktuasi harga global.

Kementerian Pertanian (Kementan) bersama salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sedang membahas rencana hilirisasi tanaman gambir asal Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) agar memberikan dampak ekonomi yang lebih baik kepada petani dan daerah.

"Sekarang kita akan diskusikan (gambir). Kita sementara mapping dengan BUMN," kata Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Sumbar, Selasa (14/4).

Hal tersebut disampaikan Menteri Pertanian terkait rencana Kementerian Pertanian bersama salah satu BUMN melakukan hilirisasi tanaman gambir dengan membangun pabrik pengolahan di Ranah Minang.

Andi Amran dalam kunjungannya ke Sumbar beberapa kali menyoroti potensi besar tanaman bernama latin uncaria rhynchophylla tersebut. Apalagi, hampir sekitar 80 persen pasokan gambir dunia berasal dari Kabupaten Limapuluh Kota dan Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumbar.

Terkait rencana pembangunan pabrik pengolahan gambir di Sumbar, Andi yang juga Kepala Badan Pangan Nasional (Bapasnas) tersebut membenarkan. Namun, ia tidak merinci dimana lokasi pabrik pengolahan akan dibangun.

Terpisah, Gubernur Sumbar Mahyeldi mengatakan pemerintah segera membangun pabrik pengolahan gambir di provinsi setempat dalam rangka hilirisasi setelah mendapatkan informasi dari Menteri Pertanian.

Menurut Gubernur, pabrik pengolahan gambir tersebut akan dikelola langsung oleh PT Perkebunan Nusantara IV. Berkemungkinan pabrik pengolahan itu dibangun di daerah Kabupaten Limapuluh Kota yang merupakan sentra gambir nasional.

Selama ini, lanjutnya, Sumbar secara rutin mengekspor gambir ke Asia Selatan terutama ke India dan Pakistan.

Dalam kurun dua tahun terakhir tren ekspor gambir juga menunjukkan peningkatan. Pada 2024 ekspor gambir mencapai 13.482 ton dengan nilai Rp574,7 miliar atau naik dibandingkan 2023 yang hanya 11.865 ton.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

BMKG Prakirakan Cuaca Sebagian Besar Daerah di Wilayah Indonesia Cerah hingga Berawan Tebal

Jangan Biarkan Karhutla Meluas! KSP Minta Penanganan Cepat dan Tegas

NBA Rilis Jadwal Musim 2026-27, Laga Ulangan Final dan Reuni Para Bintang Jadi Sorotan

BMKG Beberkan Cuaca Hari Ini, Mayoritas Wilayah Diprediksi Cerah hingga Berawan

Butter Baby Hadirkan Klepon Donut, Jajanan Tradisional Indonesia dalam Semangat Kemerdekaan.

Calon Penumpang Tak Sabara Tunggu Operasi LRT dari Kelapa Gading ke Manggarai Mulai Besok

Manchester United Bersaing dengan Aston Villa dan Benfica untuk Boyong Alejandro Balde

Utang Whoosh Rp116 Triliun Disorot, Pemerintah Diminta Uji Risiko APBN

Busyet… 150 Roda Dua Dikandangkan dari Balap Liar di Jambi

Pelatih Mengeklaim, Tim Panahan Masih Bisa Bersaing di Asian Games Jepang

Jaga Elang Jawa, PGE Raih Penghargaan dari Kementerian Kehutanan di HKAN 2026.

Asean Mulai Kerepotan dengan Asap Eksporan Indonesia, tapi Rikuh

Kabut Asap Karhutla Jadi Pembunuh Diam-Diam, Pakar Ungkap Bahayanya

Liverpool Didesak Datangkan Gelandang Bertahan, Ini Jawaban Iraola

Asap Karhutla Makin Pekat, Penderita Asma Diminta Waspadai Serangan Akut

Misteri Ketidakhadiran Menhut dan Menteri LH di Rakor Karhutla Akhirnya Terjawab, Simak Alasannya

Liga Inggris, Fulham Tak Mampu Menyamai Chelsea

Kemnaker Paparkan Langkah Konkret Indonesia Hadapi Perubahan Dunia Kerja di Forum ASEAN

Fiorentina Tanpa Ampun Dibantai AS Roma 0-4

Karhutla Jadi Ancaman Serius, Menteri LH Minta Warga Waspada dan Patuhi Pemda

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.