Pertamina Patra Niaga Diversifikasi Titik Suplai LPG di Manokwari
Senin, 13 Apr 2026, 12:33 WIBMANOKWARI â PT Pertamina Patra Niaga melakukan diversifikasi titik suplai liquified petroleum gas (LPG) di Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat, guna memastikan ketersediaan energi bagi masyarakat di tengah dinamika geopolitik global.
Pjs Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Bramantyo Rahmadi, di Manokwari, Senin (13/4), mengatakan langkah tersebut dilakukan melalui penguatan rantai distribusi dan penambahan titik suplai.
"Salah satu upaya adalah diversifikasi titik suplai. Tidak hanya mengandalkan titik suplai reguler, namun ada juga suplai dari Ambon dan Jayapura," jelas Bram, panggilannya.
Pertamina, kata dia, terus berkoordinasi dengan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Manokwari guna mengidentifikasi tantangan serta mencari opsi suplai distribusi yang berkelanjutan dalam menjawab kebutuhan masyarakat setempat.
Kebijakan diversifikasi titik suplai tidak hanya memperkuat rantai distribusi energi dalam menjamin ketersediaan pasokan LPG, melainkan turut menciptakan ekosistem serta pola pendistribusian yang terintegrasi di wilayah Papua dan Maluku.
"Tujuannya mengurangi ketergantungan pasokan dari Surabaya dan Makassar, sekaligus memperkuat perencanaan distribusi di wilayah Papua dan Maluku agar lebih efektif," katanya.
Plh Kepala Disperindag Manokwari Yahya Maabut mengapresiasi langkah Pertamina Patra Niaga yang terus menjalin koordinasi dengan pemerintah daerah terkait kondisi suplai LGP dan perkembangan harga akibat dinamika geopolitik.
Sinergisitas dan kolaborasi tersebut berdampak positif terhadap pengawasan serta pengaturan mekanisme distribusi untuk mengantisipasi potensi peningkatan konsumsi LPG oleh masyarakat di daerah.
"Diversifikasi suplai ini langkah baik untuk memastikan ketersediaan LPG, namun perlu disertai sosialisasi yang jelas kepada masyarakat," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Yahya menyarankan agar Pertamina Patra Niaga memperhatikan keterbukaan informasi secara berkala guna mengantisipasi kesalapahaman masyarakat terkait keterbatasan pasokan yang kerap disebarluaskan oleh oknum tidak bertanggungjawab.
"Harus terbuka sampaikan kondisi stok supaya masyarakat tidak khawatir," kata Yahya.
Redaktur: Bambang Wijanarko
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Fantastis! Belanja Iklim Pemerintah Tembus Rp73,5 Triliun Setiap Tahun, Mampukah Redam Ancaman Krisis Lingkungan?
-
Upaya Pemadaman Kebakaran di TPA Jatiwaringin
-
Penyerang Kosta Rika Jadi Pemain Terakhir PSIM
-
Gempa Dahsyat M 7,4 Hantam Kolombia, 21 Orang Tewas dan Warga Panik
-
Veddriq Raih Medali Emas World Climbing Chamonix 2026
-
DI GIIAS 2026, Pertamina Tekankan Transformasi Industri Otomotif Mesti Seiring dengan Kesiapan Infrastruktur dan Solusi Energi
-
Spanyol Menutup Persiapan Piala Dunia 2026 dengan Kemenangan, Peru Takluk 3-1
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.