Perempuan Kunci Lahirkan Generasi Berkualitas

Senin, 13 Apr 2026, 03:17 WIB

Yogyakarta – Perempuan memiliki peran strategis dalam membentuk generasi masa depan yang berkualitas. Dari lingkup keluarga, perempuan menjadi pendidik pertama yang menanamkan nilai-nilai moral, karakter, dan kecintaan terhadap ilmu pe­ngetahuan sejak dini. Pola asuh yang penuh kasih, keteladanan, serta pendidikan yang tepat menjadi fondasi penting dalam membentuk anak yang cerdas, berakhlak, dan tangguh.

Seperti dikutip dari Antara, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI Arifatul Choiri Fauzi menekankan pentingnya peran perempuan dalam melahirkan generasi penerus yang unggul dan berkualitas.

Ket. Foto: Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifatul Choiri Fauzi saat sambutan pada acara Harlah Muslimat NU ke-80 di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Minggu (12/4/2026). — Sumber: Antara

Menteri Arifatul dalam sambutan pada Hari Lahir (Harlah) ke-80 Muslimat NU di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Ming­gu (12/4), mengatakan bahwa perempuan Muslimat NU selama ini telah melakukan layanan terbaik untuk menyelesaikan persoalan-persoalan di tingkat grassroot.

“Karena sebetulnya perempuan mempunyai peran yang sangat penting dan strategis untuk melahirkan generasi unggul generasi berkualitas,” katanya.

Menurutnya, di tangan perempuan lah anak-anak dididik bagaimana saling cinta, saling mencintai kedamaian, menanamkan akhlakul karimah dan melahirkan generasi yang unggul dan berkualitas.

Oleh karena itu, Ketua PP Muslimat NU ini mengatakan sangatlah tepat bahwa peringatan Harlah Muslimat NU tahun 2026 dengan mengambil tema “Merawat Tradisi, Menguatkan Kemandirian, dan Meneduhkan Peradaban”.

“Ini maknanya ­luar biasa, karena sudah disiapkan diskusi sejak dua tahun lalu, ternyata kondisi saat ini tepat sekali, dan apa yang dilakukan Muslimat NU selama ini bagaimana menguatkan tradisi ini yang dilakukan melalui pengajian ke pengajian yang lain,” katanya.

Namun demikian, kata Menteri PPPA, yang juga perlu diingat saat ini Muslimat NU ternyata juga mempunyai peran luar biasa, dalam bidang pelayanan bantuan hukum kepada masyarakat di tingkat bawah.

“Salah satunya dengan adanya paralegal Muslimat NU yang saat ini jumlahnya mendekati 2.500 paralegal, bahkan sudah dapat rekor dalam Museum Rekor Indonesia (MURI),” katanya.

Lebih lanjut, Menteri PPPA juga mengajak perempuan memperkuat tekat bersama, untuk berkhidmat dan memperluas manfaat dan juga menghadirkan Islam yang ramah inklusif dan solusif.

“Saya mengajak semua, mari mulai dari keluarga, kita didik anak-anak kita menjadi generasi yang cinta damai, menghargai perbedaan kuat secara akhlak, mental dan spiritual,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Menteri PPPA juga berpesan agar Muslimat NU semakin bermanfaat, semakin berkah dan menjadi garda terdepan dalam merawat tradisi, menguatkan kemandirian, dan meneduhkan peradaban. YK/and

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Eko S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.