Gakkum Kemenhut Berhasil Bongkar Dugaan Jaringan Internasional Penyundupan Sisik Trenggiling

Senin, 13 Apr 2026, 19:40 WIB

JAKARTA - Balai Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian Kehutanan mengungkap penyelundupan sisik trenggiling dari kapal asing berbendera Vietnam. Kapal tersebut melintas di perairan Pelabuhan Merak, Banten.

Dalam kasus ini, penyidik telah menahan satu tersangka berinisial LVP. Tersangka merupakan warga negara Vietnam yang berada di kapal tersebut.

Ket. Foto: — Sumber: Gakkum Kehutanan

Petugas juga mengamankan 26 koli sisik trenggiling dengan berat ratusan kilogram. Total barang bukti mencapai sekitar 796 kilogram dari hasil pengungkapan kasus.

Kasus ini bermula dari penyerahan kapal MV Hoi An 8 oleh Lanal Banten. Kapal tersebut diketahui mengangkut muatan resmi berupa baja dalam jumlah besar.

“Kapal ini membawa muatan legal berupa steel coil dan diawaki kru asal Vietnam. Namun petugas menemukan sisik trenggiling yang diduga diselundupkan,” kata Kepala Balai Gakkum Kehutanan Wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, Aswin Bangun, Senin (13/4).

Penyidik kini memeriksa seluruh awak kapal terkait peran masing-masing. Analisis barang bukti juga dilakukan untuk mengungkap jaringan lebih luas.

Hasil awal penyidikan mengarah pada dugaan perdagangan satwa liar lintas negara. Kasus ini diduga melibatkan jaringan terorganisir berskala internasional.

“Skala barang bukti menunjukkan penyelundupan ini bukan kasus biasa. Ini bagian dari jaringan perdagangan satwa liar internasional,” kata Aswin.

Penelusuran dilakukan untuk mengetahui asal-usul sisik dan jalur distribusinya. Modus yang didalami termasuk transshipment dan pengapungan barang di laut.

Secara konservasi, jumlah sisik menunjukkan pembunuhan satwa dalam skala besar. Trenggiling Jawa termasuk satwa dilindungi dengan status terancam punah.

Tersangka dijerat undang-undang konservasi dengan ancaman hukuman berat. Ia terancam pidana penjara maksimal sepuluh tahun dan denda miliaran rupiah.

“Modus penyelundupan kini semakin canggih dan tersamar di balik muatan legal. Penyidikan akan menelusuri jaringan hingga ke akar peredaran,” ujar dia.

Sementara, Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan, Dwi Januanto Nugroho, menambahkan bahwa pengungkapan ini menjadi peringatan serius. “Ini bukan sekadar pelanggaran, tetapi kejahatan yang merusak upaya konservasi dan menggerus kekayaan hayati Indonesia,” ucap dia.

Kementerian Kehutanan memastikan akan memperkuat pengawasan dan penegakan hukum. Tidak hanya di habitat satwa, tetapi juga di jalur distribusi yang rawan dimanfaatkan jaringan perdagangan ilegal. ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

Berita Terbaru

‘It Ends’: Backrooms Perjalanan di Pedalaman

Hasil Mengejutkan! Tottenham Hotspur Dibantai Brentford 0-3

Wow Fantastis! QRIS Makin Diminati, Pengguna di Sulsel Kini Tembus 1,5 Juta

Kabut Asap Karhutla Makin Pekat, Warga Kompleks Aeropolis Banjarbaru Mulai Mengungsi

Bayern Muenchen Buktikan Kelasnya, Juara Piala Super Jerman!

Gempa Cukup Kuat M 5,4 Guncang Sulteng, Perairan Pulau Puh Jadi Titik Episentrum

Situasi Makin Genting! Kapolda Kalsel Pimpin Pemadaman Karhutla Dekat Bandara

Jakarta Perangi Tawuran! Pemprov DKI Pastikan Penanganan Dilakukan Berkelanjutan

Mengejutkan di Liga Inggris! Manchester United Dipermalukan Tim Promosi Hull City dengan Skor 0-2

KAI Palembang Tambah Kereta Eksekutif Saat Libur Maulid Nabi, Cek Jadwalnya!

Luar Biasa Indonesia Borong Medali! Tampil Gemilang di Kejuaraan Open Water Swimming Asia Tenggara

Wow Canggih Terobosan BRIN Ini! Inovasi Kayu Transparan dengan Memanfaatkan Bahan Organik

Melon Jadi Harapan Baru! Kelompok Tani di Kulon Progo Genjot Ketahanan Pangan

AS Kenakan Tarif 50 Persen untuk Barang Kanada Senilai US$20 Miliar, Ottawa Siapkan Balasan

Gubernur Pramono Tegas! Efisiensi Bukan Alasan untuk Mengorbankan Layanan Dasar Warga Jakarta

Pasukan Tambahan Berdatangan! Tiga Batalyon dari Jawa Bantu Atasi Karhutla Kalimantan

Mengkhawatirkan! 9 Kali Meletus dalam Sehari, Gunung Anak Krakatau Jadi Sorotan

Koperasi Tak Boleh Kuno Lagi! Menkop Ferry Dorong Digitalisasi hingga Ekspansi Bisnis

Dugaan Jual Beli Kursi Jalur Mandiri Unsoed Terjadi di Masa Rektor Akhmad Sodiq.

Gempa NTT, Pelni Cabang Ambon Siapkan Layanan Pengiriman Bantuan Kemanusiaan.

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.