- Home
-
- Megapolitan
-
- Sinergi Pemprov DKI dan PJ...
Sinergi Pemprov DKI dan PJT: Perkuat Nilai Guyub Rukun di Tengah Keberagaman Jakarta
Minggu, 12 Apr 2026, 14:30 WIBJAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menghadiri halalbihalal Paguyuban Jawa Tengah (PJT) 2026 di Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Minggu (12/4), dalam suasana penuh kebersamaan. Kegiatan bertema âBersama dalam Kebersamaan, Harmonis Sepanjang Masaâ ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus penguatan peran komunitas perantau dalam pembangunan ibu kota.
Dalam kesempatan tersebut, Pramono menegaskan bahwa masyarakat Jawa Tengah yang tinggal di Jakarta dan wilayah Jabodetabek memiliki kontribusi besar dalam perkembangan kota. Kehadiran mereka dinilai turut mendorong Jakarta menuju kota global yang inklusif dan berdaya saing.
"Masyarakat Jawa Tengah yang berada di Jakarta maupun Jabodetabek jumlahnya cukup besar dan telah memberikan kontribusi signifikan terhadap pembangunan serta perkembangan Jakarta, terutama dalam menuju kota global ke depan," ujarnya.
Pramono juga menyoroti makna tema yang diusung dalam kegiatan tersebut sebagai cerminan semangat persatuan di tengah keberagaman. Ia menilai nilai-nilai kebersamaan seperti guyub rukun menjadi kekuatan sosial yang perlu terus dijaga oleh seluruh elemen masyarakat.
"Saya bersyukur dapat hadir dalam kegiatan ini. Tagline yang diusung juga sangat berkesan, yaitu 'Guyub Gayeng Salawase', dan saya tambahkan menjadi 'migunani', yang berarti bermanfaat. Harapannya, kebersamaan ini benar-benar memberi manfaat bagi Jakarta," tambahnya.
Lebih lanjut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen memperkuat sinergi dengan berbagai komunitas perantau, termasuk Paguyuban Jawa Tengah. Kolaborasi ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas sosial serta memperkuat nilai toleransi dan kebersamaan di tengah masyarakat yang majemuk.
Momentum halalbihalal ini juga dihadiri sejumlah tokoh nasional dan daerah, termasuk Wiranto sebagai Dewan Kehormatan PJT dan Sutiyoso, Gubernur DKI Jakarta periode 1997-2007. Kehadiran para tokoh tersebut semakin memperkuat makna kebersamaan lintas generasi dalam membangun Jakarta yang lebih harmonis.
Selain sebagai ajang silaturahmi, kegiatan ini juga diisi dengan aksi sosial berupa pemberian santunan kepada 100 anak yatim. Program tersebut merupakan hasil kolaborasi antara PJT dengan Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih dan Badan Amil Zakat Nasional sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat.
Paguyuban Jawa Tengah yang telah berdiri sejak 1995 terus berperan sebagai wadah kekeluargaan bagi warga perantau. Organisasi ini juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial, budaya, dan edukatif yang memberi dampak positif bagi masyarakat luas.
Dengan semangat kebersamaan yang terus terjaga, Pramono berharap komunitas perantau dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga harmoni sosial. Ia optimistis sinergi yang kuat akan mendorong Jakarta menjadi kota global yang inklusif, berkelanjutan, dan nyaman bagi seluruh warganya.
- Keberagaman
- Pemprov DKI Jakarta
- Halalbihalal
- Harmonisasi
- Gubernur DKI Pramono Anung
- Jakarta Kota Inklusif
- Halalbihalal PJT 2026
- Paguyuban Jawa Tengah
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Mulai dari Rumah! Warga Jakarta Wajib Pilah Sampah
-
Upaya Pemprov DKI Bangun Kota Inklusif Melalui Semangat Paskah di Kota Tua
-
IWDF 2026 Digelar, Jakarta Perkuat Posisi Sebagai Kota Global dengan Libatkan 1.200 Penari
-
Peran Organisasi Keagamaan dalam Pembangunan Sosial Jakarta Menurut Wagub Rano Karno
-
Strategi Pemprov DKI Jakarta Aktivasi Taman Ismail Marzuki sebagai Pusat Ekonomi Kreatif
-
Fasilitas Belum Optimal dan Picu Macet, Dishub DKI Evaluasi Total CFD Koridor Rasuna Said
-
Pemprov DKI gelar program operasi bibir sumbing gratis
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.