Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kereta Makin Hijau, KAI Gunakan Biosolar B40 di Semua Lokomotif

📅 Minggu, 12 Apr 2026, 21:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kereta Makin Hijau, KAI Gunakan Biosolar B40 di Semua Lokomotif Doc: ANTARA/ Juraidi
Ket. Ilustrasi-Kereta api sedang melintas dari Stasiun Medan menuju Stasiun Bandar Khalifah.

JAKARTA – Penggunaan biosolar B40 di transportasi massal mulai jadi langkah seru menuju energi yang lebih ramah lingkungan. Bayangin, bus atau angkutan umum yang dinaiki tiap hari nggak cuma ngangkut penumpang, tapi juga ikut berkontribusi mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Selain lebih hijau, B40 juga punya potensi bikin biaya energi lebih efisien dalam jangka panjang, apalagi kalau pasokannya stabil dari dalam negeri. Buat masyarakat, mungkin nggak terasa langsung, tapi dampaknya pelan-pelan bisa bikin sistem transportasi jadi lebih berkelanjutan.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyebutkan bahwa seluruh lokomotif dan genset telah menggunakan energi hijau melalui biosolar B40 serta bersiap mengadopsi B50 guna mendukung efisiensi dan keberlanjutan transportasi nasional.

"Seluruh sarana lokomotif dan genset yang dioperasikan KAI telah menggunakan energi terbarukan melalui bahan bakar biosolar B40," kata Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba dalam keterangan di Jakarta, Minggu (12/4).

Dia menyampaikan pemanfaatan B40 merupakan dukungan KAI terhadap langkah strategis Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam menghadirkan energi terbarukan di sektor transportasi.

Melalui penggunaan energi terbarukan ini, lanjut Anne, operasional kereta api menghasilkan emisi yang lebih rendah dan memperkuat perannya sebagai solusi logistik serta transportasi yang jauh lebih ramah lingkungan.

Ia menyampaikan sebagai pengguna teknologi energi hijau, KAI terus menjadi mitra mobilitas yang dapat diandalkan masyarakat.

"Kami mengerti bahwa efisiensi dan biaya perjalanan yang terjangkau adalah hal yang sangat berarti bagi masyarakat. Di tengah kondisi BBM yang semakin terbatas, kereta api hadir sebagai solusi mobilitas yang tetap hemat dan bisa diandalkan," tutur Anne.

Menurutnya dengan menggunakan B40 hasil inovasi Kementerian ESDM, setiap pelanggan otomatis menjadi bagian dari transformasi besar menuju transisi energi nasional yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

"KAI menaruh perhatian besar dan siap mendukung langkah selanjutnya dari Kementerian ESDM, yaitu pengembangan B50," ucap Anne.

Strategi pemerintah dalam memperbesar pemanfaatan bahan bakar nabati (BBN) merupakan bagian dari strategi besar menuju kemandirian energi nasional serta pencapaian target net zero emission (NZE) 2060.

KAI, tambah Anne, sangat antusias menyambut kehadiran B50 yang nantinya dapat diterapkan pada perkeretaapian. Mengingat keselamatan perjalanan merupakan prioritas utama, seluruh sarana lokomotif dan genset yang akan menggunakan B50 dipastikan melalui rangkaian uji coba teknis terlebih dahulu sebelum resmi melayani pelanggan.

Lebih lanjut, dia mengatakan KAI mendukung penuh rencana transisi ke B50 yang tengah digarap oleh Kementerian ESDM.

Pemanfaatan energi terbarukan yang semakin maju membuat kereta api semakin unggul dalam menjaga kelestarian alam, sehingga kita bisa mewariskan lingkungan yang lebih sehat untuk generasi mendatang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.