Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tak Mau Setengah Hati, Sumedang All Out Kembangkan Mangga dan Cabai lewat HDDAP

📅 Jumat, 10 Apr 2026, 22:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tak Mau Setengah Hati, Sumedang All Out Kembangkan Mangga dan Cabai lewat HDDAP Doc: ANTARA/Ilham Nugraha.
Ket. Pedagang mangga gedong gincu sedang menjual hasil panen di Tomo, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

SUMEDANG – Pengembangan komoditas unggulan daerah merupakan strategi untuk mengoptimalkan potensi lokal sekaligus memperkuat struktur ekonomi wilayah.

Dengan fokus pada komoditas yang memiliki keunggulan komparatif dan permintaan pasar yang stabil, daerah dapat meningkatkan nilai tambah, memperluas lapangan kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.

Namun, keberhasilan strategi ini sangat bergantung pada integrasi hulu-hilir, mulai dari peningkatan produktivitas, pengolahan, hingga akses pasar.

Tanpa dukungan infrastruktur, pembiayaan, dan penguatan rantai pasok, komoditas unggulan berisiko hanya menjadi produk primer dengan nilai ekonomi terbatas.

Oleh karena itu, pengembangan yang berbasis inovasi dan kemitraan menjadi kunci agar komoditas lokal mampu bersaing di pasar nasional maupun global.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang, Jawa Barat, mendorong pengembangan komoditas mangga dan cabai melalui program Horticulture Development in Dryland Areas Sector Project (HDDAP) guna meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir dalam keterangan yang diterima di Sumedang, Jumat (10/4), mengatakan bahwa program tersebut diharapkan akan membantu komoditas mangga di wilayahnya untuk menembus pasar ekspor.

“Kami berharap kualitas dan kuantitas produksi mangga Sumedang terus meningkat melalui program tersebut sehingga mampu menembus pasar ekspor dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat,” ujarnya.

Dirinya menjelaskan bahwa pengembangan komoditas mangga sendiri dilakukan di Jatigede dengan 280,91 hektare, Tomo seluas 48,89 hektare, dan Ujungjaya di lahan 34 hektare, sehingga total keseluruhan di Sumedang mencapai 363,8 hektare.

Adapun produksi mangga gedong gincu saat ini mencapai sekitar 74 ribu ton per tahun sehingga menjadikan Sumedang salah satu produsen utama dan terbesar ke empat di Indonesia

Sementara itu, ia juga menilai hasil pertanian cabai yang saat ini produksinya mencapai sekitar 35.598 kuintal per tahun juga menjadi salah satu komoditas yang perlu dikembangkan dengan total lahan pengembangan mencapai 280,16 hektare.

"Adapun Komoditas Cabai di Kecamatan Pamulihan seluas 124,29 hektare, Tanjungsari 109,62 hektare, Sukasari 28,75 hektare, dan Rancakalong 17,5 hektare, dengan total 280,16 hektare," tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, dirinya menjelaskan bahwa sektor hortikultura memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan, peningkatan pendapatan petani, serta penguatan ekonomi daerah, khususnya di wilayah lahan kering.

“Program HDDAP ini menjadi langkah nyata dalam mengoptimalkan potensi hortikultura di Sumedang, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, daerah, penyuluh, hingga petani,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Korea Utara Kembali Luncurk...
Daerah
Disdag Mataram: Pekan Ini P...
Advertisement
Makin Tertekan, INACA Desak Pajak Sparepart Pesawat Juga Bisa Ditekan jadi 0%

Makin Tertekan, INACA Desak Pajak Sparepart Pesawat Juga Bisa Ditekan jadi 0%

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.