Energi dari Sampah: Waste-to-Energy Dinilai Bisa Jadi Jalan Pintas Menuju Nol Emisi

Selasa, 07 Apr 2026, 17:30 WIB

PURWOKERTO – Pengembangan energi berbasis sampah (waste-to-energy) menjadi solusi strategis untuk mengatasi dua persoalan sekaligus: menekan volume sampah yang menumpuk di perkotaan dan memenuhi kebutuhan energi nasional yang terus meningkat.

Dengan teknologi ini, sampah organik maupun non-organik dapat dikonversi menjadi listrik atau panas, sehingga memberikan nilai tambah ekonomi sekaligus mengurangi tekanan terhadap tempat pembuangan akhir (TPA).

Ket. Foto: Ilustrasi-Petugas melakukan pengawasan mesin pengolahan sampah menjadi energi listrik pada instalasi pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) Putri Cempo di Solo, Jawa Tengah. — Sumber: ANTARA FOTO/ Mohammad Ayudha

Namun, keberhasilan program waste-to-energy tidak hanya bergantung pada pembangunan fasilitas. Faktor kunci lain mencakup pengelolaan sampah yang terintegrasi, kualitas pemilahan di tingkat rumah tangga, serta kepatuhan terhadap standar lingkungan agar emisi tidak menimbulkan masalah baru.

Dari perspektif ekonomi, investasi awal cukup besar, tetapi potensi penghematan energi dan manfaat lingkungan jangka panjang membuat strategi ini layak dipertimbangkan sebagai bagian dari transisi energi bersih dan pengelolaan limbah yang berkelanjutan.

Pengembangan energi berbasis sampah (waste-to-energy) dinilai dapat mendukung pencapaian target nol emisi karbon di Indonesia melalui penguatan sistem energi berkelanjutan dan kebijakan terpadu di tingkat daerah.

Pernyataan itu mengemuka dalam ISEI Industry Matching dan diskusi terpumpun (focus group discussion/ FGD) bertajuk "Proyek Waste-to-Energy terhadap Ketahanan Energi Nasional" yang diselenggarakan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) bersama Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) dan Bank Indonesia (BI) di ​​​​​​Purwokerto, Jawa Tengah, Selasa (7/4).

Dekan FEB Unsoed Purwokerto Prof Wiwiek Rabiatul Adawiyah mengatakan transisi menuju energi bersih merupakan tuntutan global yang harus direspons melalui inovasi dan kebijakan yang adaptif.

Menurut dia, komitmen Indonesia untuk mencapai net zero emission pada 2060 atau lebih cepat membutuhkan transformasi mendasar dalam sistem energi nasional, termasuk pemanfaatan sumber energi alternatif.

"Pengembangan energi dari sampah memiliki potensi besar karena tidak hanya mengatasi persoalan lingkungan, tetapi juga mendukung penyediaan energi terbarukan," kata dia yang juga Ketua ISEI Cabang Purwokerto.

Prof Wiwiek mengatakan penguatan kebijakan daerah menjadi faktor penting dalam mengintegrasikan pengelolaan sampah terpadu dengan pengembangan energi terbarukan berbasis ekonomi sirkular.

Sementara itu, Ketua Bidang VI Pengurus Pusat ISEI Aviliani menekankan pentingnya kolaborasi multipihak untuk memastikan keberlanjutan proyek energi berbasis sampah.

Menurut dia, keterlibatan pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi kunci dalam mempercepat implementasi program sekaligus memperluas dampaknya.

Selain itu, kata dia, dokumentasi praktik baik dari berbagai daerah perlu diperkuat agar dapat menjadi referensi dalam pengembangan kebijakan serupa di wilayah lain.

Dalam kesempatan itu, Deputi Kepala Kantor Perwakilan (KPw) BI Purwokerto Mahdi Abdillah mengatakan pengelolaan sampah berbasis energi di Banyumas telah menunjukkan perkembangan positif melalui pendekatan ekonomi sirkular.

Ia menjelaskan optimalisasi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) mampu menghasilkan produk seperti refuse derived fuel (RDF), kompos, serta material daur ulang yang memiliki nilai ekonomi.

"Program ini tidak hanya berdampak pada pengurangan sampah, tetapi juga berkontribusi terhadap penyediaan energi alternatif dan penguatan ekonomi masyarakat," katanya.

Mahdi mengatakan pemanfaatan biomassa dari limbah juga berpotensi mendukung kebutuhan energi industri maupun pembangkit listrik, sehingga memperkuat ketahanan energi di tingkat daerah.

Diskusi yang diikuti perwakilan sejumlah Pengurus Cabang ISEI dari berbagai wilayah Indonesia dan perwakilan pemerintah kabupaten di wilayah kerja KPw BI Purwokerto itu menghadirkan Wakil Ketua Dewan Pengawas Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) Muliaman Darmansyah Hadad selaku pembicara kunci.

Dalam diskusi juga diisi pemaparan tentang pengelolaan sampah di Banyumas yang disampaikan Kepala Unit Pelaksana Teknis Tempat Pemrosesan Sampah Terpadu (TPST) Dinas Lingkungan Hidup Banyumas Edi Nugroho, yang dilanjutkan kunjungan lapangan ke TPST Sokaraja Kulon serta Tempat Pemrosesan Akhir Berbasis Lingkungan dan Edukasi (TPA-BLE) di Desa Wlahar Wetan (TPA-BLE Kaliori).

Melalui forum tersebut, para pemangku kepentingan diharapkan dapat memperkuat sinergi serta merumuskan rekomendasi kebijakan guna mendorong pengembangan energi dari sampah sebagai bagian dari strategi nasional menuju nol emisi karbon.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Gelar Bazar Harkop Harnas, Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM ‎

Produk UMKM Lebak Makin Laris! Pemkab Bantu Pasarkan Lewat Bazar

Pacu Daya Saing sebagai Kota Global, Pemprov DKI Dorong Penguatan Ekosistem Musik

12 Film Horor dengan Penggambaran Dunia Paling Mengerikan dan Memikat

Kapal Korea Selatan Tembus Jalur Arktik, Rute Baru Asia-Eropa Pangkas 7.000 Km

Pasar-pasar Sepi Pengunjung, DPRD Banjarmasin Dorong Perlunya Penataan Ulang

Pasar-Pasar di Banjarmasin Makin Sepi? DPRD Minta Segera Ditata Ulang

Prakiraan Cuaca Jakarta Cerah Berawan pada Minggu (23/8), Suhu Capai 26 hingga 31 Derajat Celcius

Cuaca Jakarta Hari Minggu Ini: Cerah Berawan Siang hingga Malam

Hasil Liga Italia: Napoli Awali Musim Serie A dengan Taklukkan Genoa 2-0, De Bruyne Sumbang Gol

Inter Milan Pesta Gol! Monza Dibungkam 4-1 di Laga Pembuka

‘It Ends’: Backrooms Perjalanan di Pedalaman

Hasil Mengejutkan! Tottenham Hotspur Dibantai Brentford 0-3

Wow Fantastis! QRIS Makin Diminati, Pengguna di Sulsel Kini Tembus 1,5 Juta

Kabut Asap Karhutla Makin Pekat, Warga Kompleks Aeropolis Banjarbaru Mulai Mengungsi

Bayern Muenchen Buktikan Kelasnya, Juara Piala Super Jerman!

Gempa Cukup Kuat M 5,4 Guncang Sulteng, Perairan Pulau Puh Jadi Titik Episentrum

Situasi Makin Genting! Kapolda Kalsel Pimpin Pemadaman Karhutla Dekat Bandara

Jakarta Perangi Tawuran! Pemprov DKI Pastikan Penanganan Dilakukan Berkelanjutan

Mengejutkan di Liga Inggris! Manchester United Dipermalukan Tim Promosi Hull City dengan Skor 0-2

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.