Kemhan Ungkap Proyek Jet Tempur KF-21 Baru Tahap Penjajakan dengan Korsel

Sabtu, 04 Apr 2026, 00:35 WIB

JAKARTA - Kementerian Pertahanan RI memastikan rencana pembelian jet tempur KF-21 Boramae dari Korea Selatan masih dalam tahap penjajakan. Isu pembelian Jet tempur KF-21 Boramae atau Korean Fighter Xperiment/Indonesian Fighter Xperiment (KFX/IFX) menjadi pembahasan Presiden Prabowo di Korea.

“Perlu kami sampaikan bahwa rencana terkait pesawat tempur KF-21 Boramae saat ini masih berada pada tahap penjajakan. Belum terdapat keputusan final mengenai jumlah maupun skema pengadaannya,” kata Kepala Biro Informasi Pertahanan Setjen Kemhan RI, Brigadir Rico Ricardo Sirait, kepada wartawan, Jumat (3/4).

Ket. Foto: Badan Administrasi Program Akuisisi Pertahanan Nasional (DAPA)/Indonesian.korea.net — Sumber: Jet tempur KF-21 Boramae

Rico mengatakan realisasi kontrak pengadaan tergantung kepada kesiapan anggaran termasuk kajian menyeluruh kebutuhan operasional TNI. Ia menjelaskan kebutuhan anggaran masih dalam proses perhitungan dan kajian.

“Dalam pelaksanaannya, pemerintah memanfaatkan berbagai skema pembiayaan guna mempercepat pemenuhan kebutuhan pertahanan. Tentu dengan tetap memperhatikan kemampuan fiskal negara serta prioritas pembangunan nasional,” ujar dia.

Kendati demikian, pengadaan alat utama sistem senjata (alutsista) merupakan bagian pembangunan kekuatan TNI yang dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan. Ia menegaskan pembangunan kekuatan pertahanan, tidak didasarkan kepada situasi tertentu.

“Namun merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memastikan kesiapsiagaan nasional dalam menghadapi berbagai potensi ancaman. Baik militer maupun non-militer serta membangun kapasitas industri dalam negeri sebagai bagian dari investasi ekonomi,” tegas dia.

Sebelumnya, Menteri Koordinato Bidang Perekonomian Airlangga memebenarkan pembahasan proyek pengembangan jet tempur KF-21 antara Presiden Prabowo dan Presiden Korea Lee Jae-myung. Presiden Prabowo akan mengirimkan tim terkait kelanjutan proyek tersebut.

“Dalam pertemuan bilateral, isu yang diangkat terkait IFX, bapak Presiden akan kirim tim. Sekarang memang ada isu teknis terkait spesifikasi dan harapan itu selesai dengan dikirim tim,” kata Airlangga, seusai menghadiri forum Indonesia-Korea Partnership for Resilient Growth, di Seoul, pada Rabu(1/4).

Menteri Airlangga menegaskan pembahasan isu jet IFX pernah dibahas di era pemerintahan sebelumnya seperti Susilo Bambang Yudhoyono hingga Joko Widodo. “Berharap ada pembayaran proyek secara baru karena ini sudah dibahas waktu Pak SBY dan dilanjutkan Pak Jokowi,” ujar dia. ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.