Penegakan Hukum Harus Tegas dalam Kasus Penyiraman Aktivis

Rabu, 01 Apr 2026, 03:08 WIB

Jakarta – Penegakan hukum dalam kasus penyiraman aktivis harus dilakukan secara tegas, transparan, dan menyeluruh hingga ke aktor utama di balik peristiwa tersebut. Pakar hukum pidana Universitas Binus Ahmad Sofyan menegaskan kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus harus diusut tuntas hingga aktor utama di baliknya, demi keadilan bagi korban dan publik.

Dalam diskusi publik di Jakarta, Senin (30/3), ia menekankan prinsip negara hukum yang menjamin kesetaraan setiap warga di hadapan hukum. “Tidak boleh ada yang kebal hukum. Kasus ini juga harus dibawa ke peradilan umum, bukan peradilan militer,” ujarnya.

Ket. Foto: Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) dalam konferensi pers di Komnas HAM Jakarta, Selasa (31/3). — Sumber: ANTARA/Devi Nindy

Seperti dikutip dari Antara, Ahmad menilai peristiwa tersebut dapat dikategorikan sebagai percobaan pembunuhan berencana. Karena itu, aparat penegak hukum diminta tidak hanya mengusut pelaku lapangan, tetapi juga pihak yang diduga memberi perintah. Ia juga menyoroti pentingnya reformasi sektor militer, termasuk melalui revisi Undang-Undang TNI, agar tidak ada imunitas dalam proses hukum.

Pandangan serupa menguat dari kalangan akademisi dan masyarakat sipil. Analis sosial politik Universitas Negeri Jakarta Ubedilah Badrun menyebut Andrie Yunus dan KontraS sebagai bagian penting masyarakat sipil yang konsisten menyuarakan isu HAM dan reformasi sektor keamanan.

Ia menilai penyerangan tersebut terjadi setelah aktivitas advokasi publik, termasuk diskusi dan podcast yang membahas isu remiliterisasi. “Perlu solidaritas publik untuk memastikan kasus ini diungkap sampai ke akar-akarnya,” kata Ubedilah.

Sementara itu, Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya menyatakan hingga saat ini belum ditemukan keterlibatan warga sipil dalam kasus tersebut. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin mengatakan perkara itu telah dilimpahkan kepada Polisi Militer TNI.

“Sampai dengan proses penyerahan kami belum menemukan adanya keterlibatan dari (warga) sipil,” ujarnya.

Ia menegaskan kepolisian tetap berkomitmen menjalankan proses hukum secara transparan dan menghormati hak asasi manusia. “Kami akan terus melakukan upaya penegakan hukum demikian,” ­katanya.

Namun, ia menekankan bahwa seluruh proses penegakan hukum harus berbasis fakta yang diperoleh dari penyidikan. Ia juga mengajak masyarakat mendoakan kesembuhan Andrie Yunus serta menyampaikan terima kasih atas masukan publik. “Seluruh masukan dan koreksi yang akan menjadi pedoman dan obat bagi kami untuk kami berbuat lebih baik lagi dalam pelayanan kepada masyarakat, bangsa, negara,” ujarnya.

Percepat Investigasi

Di sisi lain, Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) mendesak Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mempercepat investigasi dan segera merilis hasilnya agar penanganan perkara berjalan transparan dan akuntabel.

Staf Advokasi Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Afif Abdul Qoyyim menilai percepatan investigasi penting untuk memastikan proses berjalan independen. “Kami mendesak agar Komnas HAM segera merilis laporan investigasinya sesuai dengan kewenangannya,” ujarnya.

Ia menegaskan laporan tersebut harus memuat rekomendasi yang kuat dan berbasis bukti. “Rekomendasi yang nanti dimiliki harus komprehensif dan berbasis pada aspek hukum serta bukti yang ditemukan,” katanya. YK/and

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Eko S

Berita Terbaru

Prawirotaman Adakan Festival Guna Menunjang Kunjungan Wisata

Warga Semarang yang Akan Menikah, Lihat Pameran 50 Vendor Wedding

Jatim Hari Ini Cerah-Berawan, Gelombang hingga 3,7 Meter Mengintai Perairan Selatan

Gubernur Emanuel Melkiades Bawa Bantuan ke Tiga Titik Terdampak Gempa M7,7 di Riung

Real Madrid di Bawah Pelatih Mourinho Kalahkan Espanyol 2-1

Putus Akibat Gempa, Akses Jembatan Wae Dampek di Manggarai Timur Pulih

Kapal Kargo Muatan Bijih Besi Tujuan Singapura Tenggelam di Lepas Pantai India, Dua ABK Selamat

Kucuran Beras Capai 1,65 Juta Ton, Pemerintah Optimistis Rem Harga Beras di Puncak El Nino

BPBD Cilacap Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Kekeringan Meteorologis

Menlu Tiongkok Wang Yi Temui Ketua DEN RI Luhut Panjaitan Bahas Investasi di Indonesia

Ratusan Rumah Adat Sade Ludes Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus Pulihkan Korban

Korea Utara Tuding Rencana Perluasan Anggaran Pertahanan Jepang Sebagai 'Persiapan Perang'

Brentford Kalahkan Tottenham Hotspur dengan Skor Telak 3-0

Pemprov NTT Percepat Perbaikan Infrastruktur Terdampak Gempa M7,7

Pemerintah Kota Batam Siapkan Subpenyalur BBM Nelayan di Pulau Rempang

Permudah Akses BBM Subsidi, Pemkot Batam Siap Bangun SPBU untuk Nelayan di Pulau Rempang

Harga Daging Ayam Ras di Dua Kabupaten di Riau di Atas Rp40.000/Kg

Film "The Odyssey" Laris di Korea Selatan, Lampaui 6 Juta Penonton

Balas Trump, Iran Peringatkan Negara yang Gabung dengan Sanksi AS Dianggap 'Musuh'

BMKG Prakirakan Sebagian Besar Wilayah RI Diprakirakan Cerah Berawan pada Minggu

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.