Pangsa Pasar KPR Subsidi BTN-BSN Capai 72 Persen per Maret 2026
Rabu, 01 Apr 2026, 15:47 WIBJAKARTA -- PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) bersama anak usahanya, PT Bank Syariah Nasional (BSN), mencatat dominasi pangsa pasar (market share) KPR subsidi mencapai 72 persen dengan jumlah penyaluran kreditnya mencapai 28.811 unit.
Direktur Consumer Banking BTN Hirwandi Gafar mengatakan keunggulan perseroan dalam penyaluran KPR FLPP mempertegas posisi perseroan sebagai pemain utama dalam pembiayaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), sekaligus sebagai motor penggerak kepemilikan rumah.
"BTN terus berkomitmen menjadi garda terdepan dalam pembiayaan perumahan, khususnya bagi MBR. Peningkatan market share ini mencerminkan kepercayaan masyarakat yang terus tumbuh," kata Hirwandi dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.
Hirwandi menegaskan bahwa perseroan akan terus memperluas akses pembiayaan perumahan.
Capaian ini juga sekaligus menegaskan peran BTN dalam mendukung kepemilikan hunian bagi masyarakat Indonesia, seiring fungsi intermediasi yang terus diperkuat untuk mendorong kinerja perseroan.
"Kolaborasi dengan pemerintah dan pengembang akan terus diperkuat agar penyaluran KPR subsidi semakin merata dan tepat sasaran," kata Hirwandi.
Sejak pertama kali menyalurkan KPR pada 1976, BTN telah membiayai 4.087.046 unit rumah dengan total nilai mencapai Rp262,32 triliun.
Hingga 27 Maret 2026, realisasi penyaluran KPR subsidi BTN mencapai Rp3,65 triliun untuk 21.954 unit rumah. Sementara, sepanjang 2025, BTN menyalurkan KPR subsidi sebanyak 132.803 unit rumah dengan nilai Rp22,01 triliun.
Adapun total penyaluran kredit BTN mencapai Rp341,16 triliun per Februari 2026, tumbuh 8,6 persen (year on year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp314,09 triliun.
Seiring dengan peningkatan penyaluran kredit, perseroan mencatat pendapatan bunga pada periode tersebut tumbuh 11,7 persen yoy mencapai Rp4,59 triliun. Di sisi lain, beban bunga berhasil ditekan menjadi Rp2,19 triliun atau turun 14,4 persen yoy.
Perkembangan tersebut mendorong pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) yang meningkat signifikan sebesar 54,7 persen yoy dari Rp1,55 triliun per Februari 2025 menjadi menjadi Rp2,39 triliun per Februari 2026.
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Antara, Sujar
Berita Terkait:
-
Program Prioritas Pemerintah Harus Bangun Rantai Nilai Baru UMKM
-
Semester I, Realisasi Penyaluran KUR Capai Rp131 Triliun, Akhir Tahun Bakal Melampaui Target
-
Akses Air Bersih Kembali Mengalir, Dompet Dhuafa Bangun Sumur Bor untuk Penyintas Banjir Bandang
-
Rano Karno Resmikan Rute Baru TransJabodetabek D41 Lebak Bulus–Sawangan, Ongkos Mulai Rp2.000
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.