Menuju 2030 Herdman Bangun Timnas dari Nol
Rabu, 01 Apr 2026, 06:51 WIBJAKARTA - Kekalahan di final FIFA Series 2026 membuka realitas sekaligus harapan. Di bawah arahan John Herdman, Timnas Indonesia kini memasuki fase pembangunan serius, dengan target mencetak tim berdaya saing tinggi menuju Piala Dunia 2030.
Alih-alih menyesali kegagalan meraih trofi, Herdman memilih menatap lebih jauh. Dia memandang pertandingan tersebut sebagai bagian dari proses evolusi tim yang tengah dibangunnya, sebuah perjalanan yang menuntut kesabaran dan konsistensi.
Pengalaman bersama Kanada menjadi fondasi pemikirannya. Dia mengingat bagaimana tim yang dirintis sejak 2018 baru mencapai bentuk ideal empat tahun kemudian. âTim saya di 2022 berbeda dengan saat memulai. Ini perjalanan, dan Indonesia sedang berada di tahap awalnya,â ujar Herdman usai laga kontra Bulgaria, Senin (30/3) malam.
Dalam proyek ini, perubahan adalah keniscayaan. Herdman secara terbuka mengisyaratkan bahwa komposisi skuad akan terus bergerak dinamis. Seleksi alam akan berjalan, menyingkirkan yang tak sesuai dengan standar dan memberi ruang bagi mereka yang mampu berkembang.
âBeberapa pemain akan bertahan, yang lain harus berjuang untuk tetap menjadi bagian dari proses ini,â jelasnya. Lebih tegas lagi, Herdman menempatkan target 2030 sebagai poros utama pembangunan tim. Setiap keputusan, baik dalam pemilihan pemain maupun pendekatan taktik, akan mengarah pada kesiapan jangka panjang tersebut.
Dia pun menetapkan parameter yang jelas: kualitas teknis harus berjalan seiring dengan mentalitas. âKami butuh pemain dengan insting pemenang, yang datang untuk berjuang bagi tim dan negara. Itu syarat mutlak jika ingin mencapai level tinggi,â ujarnya.
Ketika disinggung soal âtim impian,â Herdman memilih realistis. Ia menolak tergesa-gesa membangun ekspektasi. Dia seraya mengingatkan bahwa Kanada baru mencapai level elite setelah diperkuat pemain seperti Alphonso Davies dan Jonathan David di liga top Eropa. âIndonesia baru mulai. Kita harus membangun langkah demi langkah,â ucapnya.
Meski demikian, rasa optimistis tetap menyala. Herdman melihat potensi besar dari kombinasi pemain diaspora dan talenta lokal. Ia memastikan jaringan pemantauan bakat akan diperluas, menjangkau pemain Indonesia di luar negeri sekaligus memaksimalkan kompetisi domestik.
Catatan Penting
Di sisi teknis, kekalahan 0-1 dari Bulgaria membuka sejumlah catatan penting. Pengamat sepak bola nasional Weshley Hutagalung menilai fondasi permainan Indonesia sejatinya sudah terbentuk, terutama di lini belakang. âTrio Justin Hubner, Rizky Ridho, dan Jay Idzes tampil lebih padu. Organisasi pertahanan terlihat rapi dan disiplin,â ujarnya.
Namun, persoalan krusial muncul di lini tengah. Ketiadaan gelandang kreatif membuat aliran serangan tersendat. Indonesia kesulitan menembus blok pertahanan Bulgaria yang tampil solid dan terorganisasi. âTimnas kesulitan mendekati kotak penalti karena tidak ada pemain yang mampu membuka ruang dan menciptakan peluang dari tengah,â lanjut Weshley.
Dampaknya terasa hingga lini depan. Ramadhan Sananta, Ole Romeny, dan Ragnar Oratmangoen kerap terisolasi tanpa suplai bola yang memadai. Penguasaan bola yang dominan pun tidak berbanding lurus dengan kualitas peluang. Sebaliknya, Bulgaria menunjukkan kematangan bermain. Mereka mampu mengontrol tempo, tidak terpancing permainan cepat Indonesia, dan tetap tenang saat menghadapi tekanan.
Momen krusial terjadi pada menit ke-38 ketika pelanggaran Kevin Diks berujung penalti. Marin Petkov menjalankan tugasnya dengan sempurna, mencetak gol yang menjadi pembeda. Di babak kedua, Herdman mencoba merespons. Masuknya Ivar Jenner memberikan variasi serangan dan meningkatkan intensitas tekanan. Indonesia mulai menemukan ritme, bahkan menciptakan peluang emas.
Namun, keberuntungan belum berpihak. Sepakan Ole Romeny dan Rizky Ridho sama-sama membentur mistar, dua momen yang mencerminkan tipisnya jarak antara gagal dan berhasil. ben/G-1
- FIFA Series 2026
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Latihan Timnas Indonesia jelang FIFA Series
-
Hasil Indonesia Vs Bulgaria 0-1 di Babak Pertama, Penalti Petkov Bikin Gawang Garuda Bergetar
-
Indonesia vs Bulgaria di FIFA Series Malam Ini, Simak Jadwal Lengkapnya!
-
Indonesia vs Bulgaria: Final FIFA Series 2026, Garuda Siap Ukir Sejarah di GBK
-
Event Akhir Pekan di Jakarta 28-29 Maret 2026: FIFA Series, Konser, dan Teater Musikal
-
Indonesia vs Bulgaria, Ini Susunan Pemain Racikan Herdman di FIFA Series Malam Ini
-
Bulgaria Mengandalkan Pemain-pemain Muda pada FIFA Series 2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.