Imbas Perang di Timur Tengah, Pemerintah Tengah Cari Sumber Alternatif Bahan Baku Plastik
Rabu, 01 Apr 2026, 13:07 WIBJAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso memastikan pemerintah tengah mencari sumber alternatif untuk bahan baku plastik mengantisipasi gangguan impor dari negara-negara di Timur Tengah.
Menjawab pertanyaan wartawan usai konferensi pers di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Rabu (1/4), Mendag Budi Santoso menyampaikan kondisi Timur Tengah mengakibatkan adanya dampak terkait aktivitas impor nafta yang digunakan untuk memproduksi plastik.
"Nafta itu kita impor dari Timur Tengah. Jadi kita terdampak dari bahan baku, yang kita impor dari Timur Tengah. Apa yang kemudian kita lakukan? Kita sekarang mencari alternatif pengganti, atau alternatif dari negara lain," kata Mendag Budi.
Mendaf sendiri merujuk kepada nafta yaitu senyawa hidrokarbon turunan minyak bumi yang menjadi bahan baku utama memproduksi plastik resin, karet, dan pelarut.
Dia menyebut sudah dilakukan pendekatan dengar beberapa negara termasuk India serta sejumlah pihak lain di Afrika dan Amerika.
"Memang ini butuh waktu, karena tiba-tiba dari Timur Tengah harus pindah ke negara lain. Jadi kita harapan proses ini bisa berjalan dengan baik, sehingga harga bisa kembali normal," tambahnya.
Kementerian Perdagangan (Kemendag) sendiri sudah melakukan pembicaraan dengan asosiasi dan pelaku industri untuk mencarikan alternatif lain selain Timur Tengah.
Kemendag juga terus berkomunikasi dengan perwakilan Pemerintah Indonesia di luar negeri untuk membantu mencari pemasok baru untuk memastikan pasokan bahan baku plastik tetap lancar.
Dia menyoroti bahwa kondisi serupa tidak hanya terjadi di Indonesia tapi juga di sejumlah lain termasuk Singapura, China, Korea Selatan, Thailand, dan Taiwan.
"Tapi kita untuk bahan baku terus kita lakukan sehingga produksi di dalam negeri tetap normal kembali dan pasokan plastik tetap dijaga dengan baik," jelasnya.
Sebelumnya, sejumlah negara melaporkan mengamankan bahan baku plastik nafta. Termasuk Korea Selatan yang melarang ekspor nafta berlaku mulai Jumat (27/3) sebagai bagian dari upaya untuk mengamankan pasokan dalam negeri di tengah kekhawatiran akan potensi gangguan impor.
- Bahan Baku Plastik
- Pemerintah
- Imbas Perang di Timur Tengah
Redaktur: Sriyono
Penulis: Sriyono
Berita Terkait:
-
Pemerintah Harus Segera Terapkan Kebijakan yang Tepat Antisipasi Dampak Perang AS-Iran
-
Kawasan Pasar Johar Dikembangkan Jadi Pusat Perdagangan Semarang
-
Pemerintah Proyeksi Tarif RI Jadi 18 Persen Usai Negosiasi dengan AS
-
Stasiun Cepu Catat 8.764 Penumpang saat libur Tahun Baru Islam
-
John Herdman Minta Timnas Indonesia Jaga Momentum Positif
-
BMKG: Indonesia Berpotensi Hujan Lebat akibat Sirkulasi Siklonik di Perairan Papua
-
Pemprov Jawa Tengah Masih Gratiskan PKB dan BBNKB Kendaraan Listrik
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.