Trump Peringatkan Kuba Jadi Target Amerika Serikat

Senin, 30 Mar 2026, 01:00 WIB

Hamilton, Kanada – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Jumat (27/3), mengatakan bahwa Kuba bisa menjadi target aksi AS di masa depan setelah konflik dengan Iran, sebuah pernyataan yang mengundang kekhawatiran baru dalam hubungan internasional.

Trump menyampaikan hal itu di konferensi bisnis Future Investment Initiative, sambil menunjuk apa yang dia gambarkan sebagai keberhasilan operasi militer AS baru-baru ini di Venezuela dan Iran.

Ket. Foto: Presiden AS Donald Trump — Sumber: AFP/Mandel NGAN

“Saya membangun militer yang hebat ini. Saya berkata, ‘Anda tidak akan pernah perlu menggunakannya,’ tetapi terkadang Anda harus menggunakannya. Dan Kuba adalah target selanjutnya,” kata Trump.

Dikutip dari Antara, setelah mengeluarkan pernyataan itu, Trump segera berusaha meredamnya.

“Tapi anggap saja saya tidak mengatakan itu. Tolong, anggap saya tidak mengatakannya. Tolong, tolong, tolong, media, tolong abaikan pernyataan itu,” tambahnya.

Pernyataan Trump muncul di tengah memburuknya krisis energi dan ekonomi di Kuba, yang sebagian besar disebabkan oleh blokade minyak AS setelah pasokan dari Venezuela terhenti pada awal tahun ini. Kuba kini mengalami kekurangan bahan bakar, pemadaman listrik yang meluas, dan gangguan layanan publik akibat tindakan tersebut.

Menanggapi tekanan dari AS, Presiden Kuba Miguel Díaz-Canel menegaskan bahwa negaranya siap berdialog dengan Washington, tetapi menolak campur tangan terhadap kedaulatan politiknya.

“Kami dapat membahas semuanya, tetapi kedaulatan kami harus dihormati. Kemerdekaan dan sistem politik kami tidak pernah terbuka untuk diskusi,” kata Diaz-Canel kepada media berbahasa Spanyol.

Mediasi Vatikan

Kuba telah mencari mediasi dari Vatikan untuk meredakan krisis tersebut. Diskusi antara pejabat Kuba dan perwakilan Vatikan termasuk pertemuan Menteri Luar Negeri Kuba dengan Paus dan pejabat tinggi Vatikan, di mana mereka mencoba meyakinkan Washington tentang situasi kritis di Kuba. Media AS melaporkan Vatikan mencoba mengupayakan solusi yang lebih damai dibandingkan operasi militer.

Ketegangan antara AS dan Kuba telah berlangsung sepanjang tahun ini, termasuk sanksi baru yang memungkinkan pemerintah AS mengenakan tarif impor terhadap negara yang memasok minyak ke Kuba serta deklarasi keadaan darurat nasional oleh Trump. Pemerintah Kuba menuduh Amerika berupaya memperburuk kondisi ekonomi negara itu untuk melemahkan pemerintah Havana.

Pekan lalu, Trump sendiri menyinggung kemungkinan tindakan lebih lanjut terhadap Kuba, meskipun tanpa rincian konkret tentang bentuk tindakan tersebut. Komentarnya mencerminkan pola sikap agresif AS terhadap pemerintahan Havana sambil tetap membuka ruang negosiasi.

Konflik dan ketegangan ini memperpanjang hubungan tegang antara kedua negara yang telah berlangsung sejak dekade lalu. Pernyataan Trump bahwa Kuba “target selanjutnya” setelah Iran, meskipun kemudian diremehkan, memicu kecemasan di kawasan Amerika Latin dan di komunitas internasional yang terus mengawasi dinamika geopolitik yang berkembang.

  • Kebijakan AS

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Eko S, Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

Arthur Fils Juara Cincinnati Masters 1000, Tekuk Tiafoe dalam Final Bersejarah

Presiden Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Karhutla dan Dampak Bencana NTT.

Kodaeral XIII Gelar Lomba Speedboat di Tarakan, Dorong Potensi Kemaritiman Kaltara.

Takdir Geografis Gambia, Negara Terkecil Afrika yang Terjepit Senegal

Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Munafri Arifuddin Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan.

Tips Mengelola Bisnis Kos-Kosan

Fulham Andalkan Serangan Balik untuk Atasi Kreativitas Chelsea 

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW: Akhlak, Ilmu, dan Kesejahteraan Umat .

Gawat Teror Melanda Thailand Selatan! Puluhan Ledakan Terjadi Hanya dalam Sehari

Kegiatan melukis caping di Kota Solo

Kenapa Awan Makin Jarang Terlihat? BMKG Sebut Monsun Australia dan El Nino yang Jadi Penyebabnya

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.