Skrining Sampah di Pasar Kramat Jati

Senin, 30 Mar 2026, 01:20 WIB

JAKARTA – Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta akan melakukan skrining sampah guna memastikan alur pembuangan sampah terkendali. Dengan begitu, tidak aka nada penumpukan sampah di Kramat Jati.

Sebelumnya, volume sampah di Kramat Jati diperkirakan mencapai sekitar 6.970 ton atau setara dengan kurang lebih 410 truk tronton. Tumpukan dipicu kendala teknis dalam penyediaan armada pengangkutan sejak 9 Maret.

Ket. Foto: Petugas mengangkut 25 ton sampah sisa banjir di Kramat Jati, Jumat (27/3). — Sumber: ANTARA/HO-Pemerintah Kota Jakarta Timur

Manager Humas Perumda Pasar Jaya, Topik Hidayatulloh, dalam keterangan di Jakarta, Minggu, mengatakan, berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jakarta untuk pengangkutan. “Kami terus berkoordinasi intensif dengan instansi terkait untuk memastikan seluruh tumpukan sampah dapat segera terangkut sepenuhnya,” jelasnya.

Dalam dua hari terakhir, sebanyak 33 truk tronton telah dikerahkan. Ini terdiri atas 20 armada pada hari sebelumnya dan 13 armada pada hari Sabtu (29/3). Pembersihan intensif akan terus dilakukan hingga kondisi pasar kembali normal.

Lalu, untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah, dalam jangka pendek, Perumda Pasar Jaya memproses pengadaan lima truk sampah mandiri berkapasitas 16 meter kubik per unit. Armada ini ditargetkan mulai beroperasi pada akhir April guna memperkuat kemampuan pengangkutan internal.

Selain itu, kerja sama dengan pihak ketiga juga akan dioptimalkan untuk mempercepat distribusi dan pengangkutan sampah. Sedangkan dalam jangka panjang, Perumda Pasar Jaya mendorong penerapan teknologi pengolahan sampah berkelanjutan.

Uji coba teknologi thermal hydrolysis serta sistem Masaro (Manajemen Sampah Zero) tengah disiapkan sebagai solusi inovatif untuk mengolah sampah langsung dari sumbernya. “Langkah-langkah ini diharapkan tidak hanya menyelesaikan persoalan, tetapi juga membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih baik,” kata Topik.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, membuka dua zona buang sekaligus pada area Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng sebagai langkah antisipasi lonjakan volume sampah masyarakat usai periode libur Idul Fitri.Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi, Syafri Donny Sirait, menyatakan opsi pembukaan dua zona pembuangan menjadi strategi untuk mengantisipasi lonjakan volume sampah sepanjang libur Lebaran. Tujuannya, guna memastikan pelayanan pengelolaan sampah tetap berjalan optimal meski terjadi peningkatan signifikan.

“Zona utara dan selatan kita buka sekaligus begitu selesai periode libur Idul Fitri kemarin agar sampah yang dibawa ke TPA Burangkeng bisa segera diproses ke pembuangan,” katanya. Dia menyatakan, lonjakan volume sampah terjadi usai penutupan sementara aktivitas di TPA Burangkeng 20-24 Maret berkaitan libur dan cuti bersama Idul Fitri sehingga dibutuhkan penanganan khusus agar seluruh sampah dapat ditampung secara optimal.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.