Anjungan DKI di TMII Siap Direvitalisasi, Bakal Jadi Pusat Edukasi Budaya Modern

Minggu, 29 Mar 2026, 15:25 WIB

JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno meninjau langsung kondisi Anjungan DKI Jakarta di kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur. Dalam kunjungan tersebut, pemerintah menegaskan kesiapan untuk melakukan revitalisasi menyeluruh.

Revitalisasi ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan wajah baru anjungan yang lebih relevan dengan perkembangan zaman. Pemerintah ingin menjadikannya sebagai ruang budaya yang modern dan adaptif.

Ket. Foto: Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno meninjau langsung kondisi Anjungan DKI Jakarta di kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur. Dalam kunjungan tersebut, pemerintah menegaskan kesiapan untuk melakukan revitalisasi menyeluruh. — Sumber: Pemprov DKI Jakarta

Rano menyampaikan bahwa konsep yang disiapkan tidak hanya bersifat jangka pendek. Perencanaan dilakukan dengan pendekatan jangka panjang hingga 20 tahun ke depan.

"Sekarang anak-anak sudah punya pandangan yang berbeda. Kita harus bersiap ke arah digital karena memang itu eranya," ujarnya.

Ia menekankan pentingnya integrasi teknologi digital dalam pengembangan anjungan. Pendekatan ini diharapkan mampu menghadirkan pengalaman yang lebih imersif bagi pengunjung.

Dengan konsep tersebut, Anjungan DKI Jakarta diharapkan tidak hanya menjadi tempat pameran budaya. Lebih dari itu, lokasi ini akan menjadi ruang edukasi sekaligus promosi kebudayaan Jakarta.

Rano optimistis anjungan ini dapat menampilkan kekayaan budaya Betawi serta keberagaman masyarakat ibu kota. Hal ini menjadi penting untuk memperkuat identitas budaya Jakarta di tengah modernisasi.

Rencana revitalisasi sebenarnya telah disusun sejak dua tahun terakhir. Pemerintah daerah melalui dinas terkait telah menyiapkan berbagai tahapan perencanaan.

"Revitalisasi ini telah direncanakan sejak 2024 oleh Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan. Total kebutuhan anggaran diperkirakan mencapai Rp77,5 miliar," ungkapnya.

Dalam pelaksanaannya, pembiayaan proyek akan menggunakan skema kombinasi. Sumber pendanaan berasal dari APBD serta dukungan non-APBD.

Untuk tahap awal pada 2026, pemerintah mendapatkan dukungan pembiayaan sebesar Rp25 miliar dari pihak swasta. Selain itu, tambahan Rp25 miliar juga tengah diupayakan melalui skema yang sama.

Dengan demikian, total kontribusi dari sumber non-APBD ditargetkan mencapai Rp50 miliar. Sementara sisa anggaran sebesar Rp27,5 miliar akan dialokasikan melalui APBD tahun 2027.

Rano menjelaskan bahwa tahapan proyek akan dimulai dengan penghapusan aset lama. Proses ini dijadwalkan berlangsung pada April 2026.

Pembangunan konstruksi kemudian ditargetkan mulai pada Juni 2026. Seluruh proses revitalisasi diproyeksikan selesai dalam waktu satu tahun.

"Proses penghapusan aset dijadwalkan dimulai pada April 2026, sedangkan pembangunan konstruksi ditargetkan mulai pada Juni 2026," pungkasnya.

Dengan target tersebut, Anjungan DKI Jakarta diharapkan dapat kembali difungsikan tepat waktu. Momentum ini sekaligus akan bertepatan dengan peringatan HUT ke-500 Kota Jakarta.

Revitalisasi ini diharapkan mampu menjadikan anjungan sebagai ikon baru yang modern. Selain itu, fasilitas ini juga diharapkan menarik minat generasi muda untuk lebih mengenal budaya Jakarta.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.