Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tak Perlu Panik, Menteri ESDM Pastikan Stok Solar Aman Karena Indonesia Tidak Impor

📅 Jumat, 27 Mar 2026, 08:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tak Perlu Panik, Menteri ESDM Pastikan Stok Solar Aman Karena Indonesia Tidak Impor Doc: ANTARA
Ket. Ilustrasi - Seorang supir truk tangki pengangkut BBM melintasi deretan truk tangki yang terparkir di Terminal Pengisian BBM Balongan, Indramayu, Jawa Barat.

JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan stok solar di Indonesia aman, karena Indonesia telah berhenti mengimpor bahan bakar minyak (BBM) jenis solar sejak awal 2026.

“Kami harus meyakinkan kepada rakyat Indonesia bahwa solar kita insyaallah tidak lagi melakukan impor, jadi clear (aman),” ujar Bahlil ketika melakukan sidak di Jawa Tengah, dipantau secara daring dari Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (26/3).

Langkah pemerintah menghentikan impor solar didorong oleh pengoperasian proyek besar Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Balikpapan milik PT Pertamina (Persero).

Presiden Prabowo Subianto meresmikan peningkatan kapasitas kilang tersebut sebesar 360 ribu barel per hari, terbesar di Tanah Air.

Menyusul RDMP Kilang Balikpapan, pemerintah tidak lagi mengeluarkan izin impor solar. Kebijakan ini juga mencakup stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) swasta yang selama ini masih mengandalkan impor, kini diwajibkan membeli pasokan dari Pertamina.

Sedangkan untuk BBM jenis bensin, Indonesia masih mengimpor 50 persen, sementara 50 persennya lagi berasal dari dalam negeri.

Untuk 50 persen bensin yang diimpor, Bahlil menyampaikan Indonesia sudah mencari alternatif, termasuk alternatif negara untuk mengimpor pasokan minyak mentah.

Berdasarkan keterangan sebelumnya, sejumlah negara yang menjadi alternatif impor minyak Indonesia adalah Angola, Brazil, Amerika Serikat, hingga Russia.

“Kemudian, LPG kita juga masih impor kurang lebih sekitar 70 persen dari total kebutuhan Indonesia,” ucap Bahlil.

Meskipun Indonesia mengimpor 70 persen dari kebutuhan LPG-nya, Bahlil menyampaikan bahwa Indonesia dalam kondisi yang baik.

Oleh karena itu, ia meminta kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan panic buying maupun penimbunan yang disebabkan oleh kekhawatiran krisis energi.

“Nggak usah ada rasa panic buying, nggak perlu ada. Pakailah dengan secukupnya,” ucap Bahlil.

Krisis energi dipicu oleh peperangan antara Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran. Ketegangan di kawasan Teluk Persia meningkat sejak Israel dan AS melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari, yang sejauh ini dilaporkan telah menewaskan sekitar 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.

Iran kemudian membalas agresi militer itu dengan meluncurkan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, serta negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer Amerika Serikat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Rona
Nekat Bolos Wamil, Mino WIN...
Daerah
DPRD DKI: Digitalisasi Park...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.