Menanti Wajah Baru Setu Babakan: Ruang Terbuka Hijau yang Ramah untuk Semua Kalangan

Jumat, 27 Mar 2026, 16:05 WIB

JAKARTA - Masyarakat meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan perhatian lebih terhadap kawasan Setu Babakan sebagai pusat pelestarian budaya Betawi. Kawasan ini dinilai memiliki potensi besar sebagai ruang terbuka hijau sekaligus ruang publik yang inklusif bagi warga.

Selain dikenal sebagai destinasi wisata budaya, Setu Babakan juga menjadi tempat favorit warga untuk beraktivitas sehari-hari. Lokasinya yang strategis dan suasana yang asri menjadikan kawasan ini ramai dikunjungi masyarakat.

Ket. Foto: Masyarakat meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan perhatian lebih terhadap kawasan Setu Babakan sebagai pusat pelestarian budaya Betawi. Kawasan ini dinilai memiliki potensi besar sebagai ruang terbuka hijau sekaligus ruang publik yang inklusif bagi warga. — Sumber: DPRD DKI Jakarta

"Lokasinya strategis, lingkungannya asri, dan setiap hari cukup banyak masyarakat yang datang sekadar bersantai maupun berolahraga," ujar Asmoro, warga setempat.

Warga lainnya, Tito Sumartono, menilai Setu Babakan sebenarnya merupakan ikon wisata di wilayah Jakarta Selatan. Namun, menurutnya, kondisi fasilitas dan penataan kawasan masih belum maksimal.

Ia menyoroti beberapa area yang belum tertata rapi serta jalur lingkar yang belum memadai untuk aktivitas masyarakat. Fasilitas pendukung juga dinilai belum sepenuhnya nyaman bagi pengunjung.

"Padahal, pada hari-hari tertentu seperti Sabtu dan Minggu, jumlah pengunjung cukup banyak. Begitu pula saat libur nasional dan Lebaran, dipastikan pengunjungnya membeludak," ungkap Tito.

Warga berharap kawasan tersebut dapat ditata lebih baik seperti Waduk Brigif yang dinilai sudah lebih rapi dan nyaman. Di lokasi tersebut, jalur lingkar yang sudah dibeton memudahkan warga untuk berjalan santai hingga berolahraga.

Penataan yang baik dinilai penting untuk mendukung aktivitas masyarakat tanpa khawatir terhadap kondisi jalan yang becek atau rusak. Dengan fasilitas yang memadai, kawasan ini bisa menjadi ruang publik yang lebih ramah bagi semua kalangan.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Muhammad Idris mengimbau pemerintah provinsi segera merespons aspirasi warga. Ia menilai peningkatan kualitas kawasan dapat berdampak pada gaya hidup sehat masyarakat.

"Apalagi ruang terbuka yang representatif sangat dibutuhkan warga Jakarta," kata Idris.

Ia menambahkan bahwa tidak semua warga memiliki akses ke fasilitas olahraga berbayar. Karena itu, Setu Babakan berpotensi menjadi alternatif ruang publik yang murah dan inklusif.

"Bisa bermanfaat dan bisa menjadi alternatif murah, sehat, serta inklusif bagi semua kalangan," lanjutnya.

Sementara itu, Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Muhammad Al Fatih menilai Setu Babakan memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata unggulan. Menurutnya, perhatian khusus dari pemerintah diperlukan agar kawasan tersebut bisa berkembang lebih profesional.

Ia menilai pengembangan kawasan tidak hanya berdampak pada sektor pariwisata, tetapi juga ekonomi masyarakat sekitar. Potensi ini bisa dimaksimalkan melalui promosi kerajinan, wisata, hingga kuliner khas Betawi.

"Melalui pemasaran kerajinan, wisata dan kuliner Betawi ke masyarakat luas," tambahnya.

Dengan penataan yang optimal, Setu Babakan diharapkan tidak hanya menjadi pusat budaya, tetapi juga ruang publik yang nyaman dan berdaya saing. Kawasan ini berpotensi menjadi ikon Jakarta yang lebih hidup dan memberi manfaat luas bagi masyarakat.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

Berita Terbaru

Melon Jadi Harapan Baru! Kelompok Tani di Kulon Progo Genjot Ketahanan Pangan

AS Kenakan Tarif 50 Persen untuk Barang Kanada Senilai US$20 Miliar, Ottawa Siapkan Balasan

Gubernur Pramono Tegas! Efisiensi Bukan Alasan untuk Mengorbankan Layanan Dasar Warga Jakarta

Pasukan Tambahan Berdatangan! Tiga Batalyon dari Jawa Bantu Atasi Karhutla Kalimantan

Mengkhawatirkan! 9 Kali Meletus dalam Sehari, Gunung Anak Krakatau Jadi Sorotan

Koperasi Tak Boleh Kuno Lagi! Menkop Ferry Dorong Digitalisasi hingga Ekspansi Bisnis

Dugaan Jual Beli Kursi Jalur Mandiri Unsoed Terjadi di Masa Rektor Akhmad Sodiq.

Gempa NTT, Pelni Cabang Ambon Siapkan Layanan Pengiriman Bantuan Kemanusiaan.

Relawan Medis UMI Makassar Tembus Pegunungan Manggarai, Bantu Warga Terdampak Bencana.

Baznas Salurkan 1.000 Mushaf Al Quran kepada Masyarakat Kampung Baduy.

Hujan Kalsel Diprakirakan Meningkat Oktober, BMKG Sebut Bisa Bantu Atasi Karhutla.

Karhutla Tanah Bumbu, Polisi Bagikan Masker untuk Lindungi Warga dari Asap.

Karhutla Jadi Perhatian, Papua Tengah Bentuk Satgas untuk 8 Kabupaten.

Kementerian PU Turun Tangani Karhutla di Tanjung Selor, Kaltara.

Kabut Asap Karhutla Muncul, Pelayaran Speedboat Tanjung Selor-Tarakan Tetap Normal.

Sungai Musi Dipenuhi Sampah, Wali Kota Palembang Ajak Warga Bergerak.

Pemerintah Luruskan Istilah “Emas di Bawah Bantal”, Ternyata Ada 1.800 Ton Senilai Rp4.000 Triliun

Mau Selamatkan Harimau? Rantai Makanan Harus Dijaga.

Rayakan 5 Abad Banjarmasin, Festival Tari Daerah Jadi Upaya Lestarikan Tradisi.

Polisi Buru Pemodal Sindikat Uang Palsu Rp36 Miliar di Tangsel

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.