Instruksi Wamendagri Ribka Haluk: RS di Papua Wajib Terapkan Standar Pelayanan Minimal

Jumat, 27 Mar 2026, 15:15 WIB

JAKARTA - Pemerintah pusat mempercepat pembenahan tata kelola layanan kesehatan di Provinsi Papua dengan fokus pada rumah sakit daerah. Upaya ini ditegaskan langsung oleh Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk usai menggelar bimbingan teknis secara daring bersama para direktur rumah sakit di Jayapura.

Langkah ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan kerja dan rapat koordinasi lintas instansi yang sebelumnya telah dilakukan. Pemerintah ingin memastikan berbagai persoalan mendasar di sektor kesehatan dapat segera ditangani secara konkret.

Ket. Foto: Pemerintah pusat mempercepat pembenahan tata kelola layanan kesehatan di Provinsi Papua dengan fokus pada rumah sakit daerah. Upaya ini ditegaskan langsung oleh Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk usai menggelar bimbingan teknis secara daring bersama para direktur rumah sakit di Jayapura. — Sumber: Istimewa

"Sehubungan dengan tindak lanjut kunjungan kerja kami pada tanggal 13 Maret 2026 serta rapat bersama Dirjen Kesehatan Lanjutan, Direktur BUMD, dan Forkopimda Provinsi Papua serta Kabupaten Jayapura pada tanggal 17 Maret 2026, kami berkomitmen dan terus berupaya melakukan perbaikan tata kelola pelayanan kesehatan di Provinsi Papua," kata Ribka.

Sejumlah persoalan krusial menjadi perhatian utama dalam pembenahan tersebut. Di antaranya terkait status lahan rumah sakit, keberadaan fasilitas keamanan, hingga manajemen operasional yang dinilai perlu diperbaiki.

"Akan menjadi prioritas untuk segera diselesaikan," imbuhnya.

Pemerintah juga menggandeng rumah sakit rujukan nasional untuk memperkuat tata kelola di Papua. Melalui penugasan dari Kementerian Kesehatan, RSUP dr. Sardjito Yogyakarta akan memberikan pendampingan langsung.

"Berdasarkan SK Dirjen Kesehatan Lanjutan, RSUP dr. Sardjito Yogyakarta mendapatkan tugas untuk melakukan pendampingan terhadap tiga rumah sakit di Provinsi Papua, yaitu RSUD Dok II, RSUD Abepura, dan RSUD Yowari," ujarnya.

Pendampingan tersebut mencakup pelatihan dan peningkatan kapasitas manajemen rumah sakit. Setiap rumah sakit diminta mengirimkan tim lengkap yang terdiri dari unsur pimpinan hingga pengelola keuangan dan sumber daya manusia.

"Jadi ini rekomendasi dari Kementerian Kesehatan. Nanti mereka akan Bimtek-nya di sana, melihat langsung best practice-nya di sana," ujarnya.

Ribka menilai pelaksanaan bimbingan teknis secara daring perlu dilanjutkan dengan pertemuan tatap muka agar hasilnya lebih maksimal. Program pelatihan secara langsung dinilai lebih efektif dalam mentransfer praktik terbaik pengelolaan rumah sakit.

Untuk mendukung kegiatan tersebut, BPSDM Kemendagri akan memfasilitasi kebutuhan peserta. Dukungan ini meliputi akomodasi dan transportasi selama kegiatan berlangsung di Yogyakarta.

"Sehingga kami dalam waktu dekat akan melakukan Bimtek yang didukung oleh Kementerian Dalam Negeri dan juga Kementerian Kesehatan sesuai dengan kesepakatan," jelasnya.

Pemerintah berharap program pendampingan ini dapat segera direalisasikan untuk mempercepat peningkatan kualitas layanan kesehatan di Papua. Target utamanya adalah memastikan rumah sakit mampu menjalankan Standar Pelayanan Minimal secara optimal.

"Menteri Dalam Negeri dan Menteri Kesehatan sangat mendukung dan beliau-beliau langsung memantau. Sehingga saya akan membimbing terus ini, sampai rumah sakit ini harus benar-benar berjalan, sudah menggunakan SPM Kesehatan," tutup Ribka.

Dengan langkah ini, pemerintah menegaskan komitmen memperkuat sistem kesehatan di daerah, khususnya wilayah timur Indonesia. Perbaikan tata kelola diharapkan berdampak langsung pada peningkatan kualitas layanan bagi masyarakat.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

Berita Terbaru

PSG Nyaris Tumbang, Dua Gol Ferran Torres Bawa Pulang Poin dari Rennes

Karhutla dan Asap Jadi Ancaman, Wamenko Dorong Penanganan yang Lindungi Kesehatan

Gagal Juara Bukan Akhir! Timo Apresiasi Mental Tangguh Timnya

Ratu Tisha Ungkap Mimpi Besar Timnas Indonesia: Harus Punya Mental Baja!

Tiongkok Mendadak Tunda Misi Bulan Chang’e-7, Ada Masalah Usai Roket Meledak

Antisipasi Gempa Susulan, Misa Digelar di Halaman Gereja

ISPA Jadi Keluhan Terbanyak di Pengungsian Gempa NTT, Posko Kesehatan Disiagakan

Kemarau Panjang, Debit Situ Cileunca Menyusut dan Ganggu Pasokan Air Bersih Bandung Raya

Jangan Lupa Kenakan Masker! Kualitas Udara Jakarta Senin Pagi Tak Sehat, Warga Diminta Waspada

Luar Biasa Barcelona Bantai Elche 5-0! Raphinha dan Fermin Sama-Sama Cetak Brace

Motor Pedagang di Kelapa Gading Hilang Akibat Ditipu, Modusnya Bikin Kaget

Kabar Besar untuk Warga Bogor Barat, Pemkab Bocorkan Rancang 6 Stasiun Baru

Drama 4 Gol dan Kartu Merah! Atletico Madrid Gagal Menang atas Villarreal

Hobi Unik Febry Arnold, Diaspora Indonesia yang Gemar Taklukkan Maraton

Juventus Start Sempurna Raih Tiga Poin! Frosinone Jadi Korban di Pekan Pertama Serie A

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.