Polri Berhentikan “One Way” Nasional

Kamis, 26 Mar 2026, 03:17 WIB

KARANGANYAR - Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri memberhentikan rekayasa lalu lintas satu arah atau one way nasional arus balik dari KM 414 Gerbang Tol (GT) Kalikangkung, Semarang, sampai dengan KM 70 GT Cikampek Utama pada Rabu (25/3) sore.

“Sore ini juga kami juga menambah normalisasi lagi. Yang tadinya (pemberhentian one way) dari KM 414 sampai KM 263, dari 263 kami normalisasi lagi, sterilisasi lagi sampai ke KM 70,” kata Kepala Korlantas Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho di Karanganyar, Jawa Tengah, Rabu.

Ket. Foto: — Sumber: Antara

Ia mengatakan, pemberhentian rekayasa lalu lintas ini lantaran situasi arus lalu lintas telah melandai usai puncak arus balik pada Selasa (24/3). “Pagi ini tadi kami melakukan analisis dan evaluasi traffic counting yang melintasi GT Banyumanik dan Kalikangkung cukup landai, cukup normal,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia juga mengungkapkan bahwa saat ini masih diberlakukan rekayasa lalu lintas contraflow lajur satu pada KM 70 sampai dengan KM 55 Tol Trans Jawa. “Demikian juga yang dari Jawa Barat masih kita berlakukan dan kita buka tol fungsional Japek II Selatan dari Sadang, Deltamas hingga Setu dan nanti bisa masuk di JORR,” imbuhnya.

Sebelumnya, pada Selasa (24/3), Korlantas Polri memberlakukan rekayasa one way nasional dari KM 414 sampai dengan KM 70. Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo mengatakan satu arah itu diberlakukan mulai KM 414 GT Kalikangkung Semarang hingga KM 70 GT Cikampek Utama. Setelah GT Cikampek Utama, lanjut dia, akan dilakukan rekayasa lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan ke arah Jakarta.

Ia menjelaskan, keputusan tersebut diambil setelah puncak arus balik yang terjadi pada Selasa (24/3) malam dengan jumlah 256.338 kendaraan, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 223.163 kendaraan.

Secara kumulatif, hingga Selasa siang tercatat sekitar 2.040.000 kendaraan telah kembali masuk ke Jakarta, dari total 2.521.229 kendaraan yang sebelumnya meninggalkan ibu kota saat arus mudik.

Data tersebut menunjukkan masih terdapat ratusan ribu kendaraan yang belum kembali, sehingga rekayasa lalu lintas tetap dilakukan secara dinamis untuk menghindari kepadatan lanjutan. Selain itu, Polri juga memprediksi potensi puncak arus balik susulan masih dapat terjadi pada 28 dan 29 Maret. Ant/S-2

Redaktur: Sriyono

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.