Liburan ke Desa Wisata Penglipuran, Wisatawan Lokal Jadi Mayoritas

Senin, 23 Mar 2026, 16:25 WIB

DENPASAR – Di tengah suasana liburan yang ramai, Desa Wisata Penglipuran tetap jadi magnet yang sulit dilewatkan. Uniknya, mayoritas pengunjung yang datang justru berasal dari dalam negeri—wisatawan domestik yang ingin merasakan langsung suasana desa adat yang rapi, tenang, dan penuh kearifan lokal.

Lorong-lorong bersih dengan deretan rumah tradisional khas Bali jadi daya tarik utama. Banyak pengunjung terlihat santai berjalan kaki, sesekali berhenti untuk berfoto atau sekadar menikmati suasana yang berbeda dari hiruk-pikuk kota.

Ket. Foto: Potret kunjungan wisatawan di Desa Wisata Penglipuran, Kabupaten Bangli, Bali. — Sumber: ANTARA/ HO-Pengelola Desa Wisata Penglipuran

Di Kabupaten Bangli, desa ini memang punya pesona yang khas. Bukan hanya soal keindahan visual, tapi juga pengalaman budaya yang terasa dekat dan hangat. Mungkin itu yang membuat wisatawan domestik merasa lebih “nyambung” saat berkunjung.

Ramainya kunjungan ini pun jadi kabar baik bagi warga setempat. Aktivitas ekonomi bergerak, dari penjualan kerajinan hingga kuliner tradisional.

Sementara bagi para pengunjung, perjalanan ke Penglipuran bukan sekadar liburan, tapi juga kesempatan untuk mengenal Bali dari sisi yang lebih sederhana dan autentik.

Pengelola Desa Wisata Penglipuran, Kabupaten Bangli, Bali, mengatakan wisatawan domestik mendominasi kunjungan wisatawan ke lokasi tersebut selama libur panjang Lebaran 2026.

Kepala Pengelola Desa Wisata Penglipuran I Wayan Sumiarsa di Denpasar, Senin (23/3), mengatakan terjadi lonjakan signifikan pada 20-22 Maret 2026 saat libur panjang atau momentum Hari Besar Nyepi dan Idul Fitri.

Kunjungan wisatawan ke lokasi wisata tersebut pada Jumat (20/3) mencapai 2.644 orang. Sedangkan pada Sabtu (21/3) mencapai 4.111 orang dan pada Minggu (22/3) mencapai 4.387 orang.

Lonjakan pada dua hari terakhir, menurut dia, didominasi oleh wisatawan domestik yang mencapai lebih dari 3.000 orang per hari.

"Untuk wisatawan domestik dominan berasal dari Surabaya, Jakarta, Bekasi dan Bandung," kata Sumiarsa.

Sehingga dari tanggal 1 hingga 22 Maret 2026 tercatat total kunjungan wisatawan ke Desa Penglipuran mencapai 23.811 orang. Terdiri dari wisatawan mancanegara (wisman) sebanyak 5.098 orang dan wisatawan domestik (wisdom) sebanyak 18.713 orang, yang rata-rata kunjungan hariannya mencapai 1.082 orang.

Dari data tersebut, lanjutnya, wisatawan domestik mendominasi secara signifikan di mana sekitar 78,6 persen dari total kunjungan adalah wisatawan domestik. Sedangkan wisatawan mancanegara hanya sekitar 21,4 persen.

Sumiarsa mengatakan untuk menambahkan pengamalan berwisata di Desa Penglipuran, pengelola mengadakan pertunjukan budaya bertema alam dan manusia.

"Kami di libur panjang ini ada pertunjukan budaya yang bertempat di Hutan Bambu yang berjudul Macan Gading bertema harmonisasi manusia dan alam," katanya.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.