Libur Lebaran, Pantai Ujung Pandaran Jadi Favorit Warga Kotim

Senin, 23 Mar 2026, 15:50 WIB

SAMPIT – Setiap daerah selalu punya satu-dua tempat yang jadi “primadona”—yang kalau musim liburan tiba, pasti langsung jadi tujuan utama. Inilah yang sering disebut wisata favorit. Tempatnya mungkin sudah sering dikunjungi, tapi selalu punya cara untuk bikin orang ingin datang lagi.

Biasanya, wisata favorit punya kombinasi lengkap: pemandangan yang menarik, akses yang mudah, dan fasilitas yang cukup nyaman. Ditambah lagi, banyak cerita dari mulut ke mulut atau media sosial yang bikin tempat ini makin dikenal luas.

Ket. Foto: Wisatawan tampak memadati Pantai Ujung Pandaran Kotim saat libur Lebaran, Minggu (22/3/2026). — Sumber: ANTARA/ Dokumentasi Pribadi

Saat ramai pengunjung, suasananya jadi lebih hidup. Ada keluarga yang piknik santai, anak-anak yang asyik bermain, sampai wisatawan yang sibuk mengabadikan momen. Meski kadang harus berbagi ruang dengan banyak orang, justru di situlah keseruannya terasa.

Pada akhirnya, wisata favorit bukan cuma soal tempatnya, tapi juga pengalaman yang ditawarkan. Sesederhana menikmati waktu bersama orang terdekat, tapi meninggalkan kesan yang ingin diulang lagi di kesempatan berikutnya.

Objek wisata Pantai Ujung Pandaran di Desa Ujung Pandaran Kecamatan Teluk Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah masih diserbu wisatawan yang ingin bersantai saat libur Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026.

"Pantai Ujung Pandaran masih jadi pilihan utama. Kami setiap libur Lebaran ke sini. Ini rencananya menginap semalam satu malam karena anak-anak juga masih libur sekolah," kata Adit salah seorang pengunjung, Senin (23/3).

Masyarakat langsung memanfaatkan libur dengan berwisata ke Pantai Ujung Pandaran. Diperkirakan ada ribuan wisatawan yang datang ke tempat wisata yang berjarak sekitar 85 kilometer dari pusat Kota Sampit Ibu Kota Kabupaten Kotawaringin Timur ini.

Wisatawan yang datang tidak hanya dari Kabupaten Kotawaringin Timur, tetapi juga dari luar daerah, seperti Seruyan, Kotawaringin Barat, Katingan, bahkan Palangka Raya.

Pantai Ujung Pandaran semakin diminati masyarakat. Selain pemandangan alamnya, keberadaan belasan penginapan dengan berbagai fasilitasnya di pantai ini, juga menjadi daya tarik pengunjung.

Pengunjung bisa memilih kamar dengan tarif mulai Rp100 ribu hingga di atas Rp1 juta, tergantung ukuran, letak dan fasilitas kamar tersebut. Namun ada pula yang menyediakan tempat bagi pengunjung yang ingin bermalam dengan membawa kemah atau tenda sendiri.

"Untuk masuk ke satu tempat yang dikelola swasta itu tarifnya rata-rata Rp20 ribu sampai Rp30 ribu satu mobil. Nanti di dalam paling sumbangan di WC umum. Kalau kamar, tinggal pilih sesuai keinginan dan bugdet kita," kata Ria, pengunjung lainnya.

Ramainya pengunjung di Pantai Ujung Pandaran diperkirakan masih akan terjadi hingga berakhirnya libur Lebaran. Keindahan pantai yang menghadap Laut Jawa ini masih menjadi daya tarik bagi masyarakat untuk berwisata.

Daya tarik lain di Pantai Ujung Pandaran adalah objek wisata religi yaitu kubah atau makam ulama bernama Syekh Abu Hamid. Syekh Abu Hamid menurut nasabnya yaitu Syekh Abu Hamid bin Mufti Muhammad As'ad bin Syarifah binti Maulana Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari.

Tidak jauh dari kawasan pantai tersebut, juga terdapat objek wisata air terjun. Meski kecil, air terjun ini cukup unik karena airnya sedikit kemerahan karena tanah merupakan gambut. Oleh karena itu sebagian warga menyebut air terjun ini dengan nama Air Terjun Merah.

Sementara itu, Polres Kotawaringin Timur bersama pemerintah daerah dan instansi terkait mendirikan pos di kawasan Pantai Ujung Pandaran.

Selain menjaga keamanan, pos tersebut juga untuk mengatur lalu lintas agar tidak macet, serta memberikan pelayanan kesehatan bagi warga yang membutuhkan bantuan.

Wakil Bupati Kotawaringin Timur, Irawati sebelumnya meninjau kawasan objek wisata tersebut. Selain memantau kesiapan dan fasilitas, Irawati mengingatkan kepada pengelola penginapan untuk meningkatkan keamanan pengunjung, serta menjaga kebersihan pantai.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.