Meksiko Undang Raja Spanyol ke Piala Dunia 2026, Sinyal Mencairnya Hubungan Diplomatik
Jumat, 20 Mar 2026, 02:00 WIBMEKSIKO CITY â Pemerintah Meksiko mengirim sinyal kuat perbaikan hubungan dengan Spanyol setelah Presiden Claudia Sheinbaum secara resmi mengundang Raja Felipe VI menghadiri Piala Dunia 2026.
Undangan tersebut, yang dikonfirmasi pihak istana Spanyol pada hari Kamis (19/3), dipandang sebagai langkah penting meredakan ketegangan diplomatik yang telah berlangsung sejak 2019. Saat itu, pemerintah Meksiko menuntut permintaan maaf dari kerajaan Spanyol atas kekerasan selama penaklukan dan kolonisasi di benua Amerika pada abad ke-16.
Hubungan kedua negara sempat memburuk ketika Sheinbaum tidak mengundang Raja Felipe VI dalam pelantikannya pada Oktober 2024, sebagian karena Madrid belum menanggapi tuntutan permintaan maaf tersebut.
Namun, dinamika mulai berubah setelah Raja Felipe VI pada awal pekan ini mengakui adanya âbanyak kekerasanâ dalam periode penaklukan Amerika. Pernyataan itu disampaikan saat kunjungannya ke pameran seni masyarakat adat Meksiko di Madrid.
âAda hal-hal yang ketika kita pelajari sekarang, dengan standar dan nilai saat ini, tentu tidak bisa membuat kita merasa bangga,â ujar sang raja dalam pernyataan informalnya.
Dalam surat undangannya, Sheinbaum menyebut Piala Dunia 2026 sebagai âkesempatan tepat untuk menegaskan kembali kedalaman dan karakter unik hubungan antara Meksiko dan Spanyolâ.
Ia menekankan bahwa hubungan kedua negara dibangun atas âpersaudaraan historisâ serta warisan bersama berupa bahasa, budaya, dan memori kolektif.
Pihak istana menyatakan Raja Felipe VI menerima undangan tersebut âdengan senang hatiâ, dalam semangat persahabatan kedua negara.
Turnamen Piala Dunia 2026 sendiri akan dimulai pada 11 Juni 2026, dengan laga pembuka antara Meksiko melawan Afrika Selatan di Stadion Azteca, Mexico City. Meksiko menjadi tuan rumah bersama Kanada dan Amerika Serikat.
Sheinbaum menyambut positif pernyataan Raja Felipe VI dan menyebutnya sebagai âgestur pendekatanâ (rapprochement).
âSaya pikir ini perlu diapresiasi, dan kita harus terus melanjutkan dialog,â ujarnya dalam konferensi pers.
Upaya meredakan ketegangan sebenarnya sudah dilakukan sebelumnya. Menteri luar negeri Spanyol sempat mengakui ârasa sakit dan ketidakadilanâ yang dialami masyarakat adat selama masa kolonial. Perdana Menteri Pedro Sanchez juga menegaskan bahwa memperbaiki hubungan dengan Meksiko menjadi prioritas, sembari mengakui adanya âsisi terang dan gelapâ dalam sejarah bersama.
Sejarah mencatat, ketika penjelajah Spanyol Hernan Cortes tiba di kawasan Mesoamerika pada 1519, wilayah tersebut dihuni sekitar 15 hingga 30 juta penduduk. Namun setelah satu abad peperangan, pembantaian, dan wabah penyakit seperti cacar, jumlah populasi menyusut drastis menjadi sekitar satu hingga dua juta jiwa.
Kini, lebih dari lima abad kemudian, sepak bola menjadi jembatan baru dalam merajut kembali hubungan dua negara yang terikat sejarah panjang, sebuah simbol bahwa diplomasi tidak selalu harus dimulai dari meja perundingan, tetapi juga bisa dari lapangan hijau.
- Spanyol
- Meksiko
- Piala Dunia 2026
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Meriahkan Piala Dunia 2026, Warga Ambon Diajak Nobar Bersama di Mapolresta
-
Ancelotti Bawa Harapan Baru, Brasil Uji Kekuatan Maroko di Laga Perdana Piala Dunia 2026
-
Uruguay Tertahan Perlawanan Gigih Arab Saudi, Persaingan Grup H Piala Dunia 2026 Makin Terbuka
-
Piala Dunia 2026 Segera Dimulai, FIFA Hadapi Gelombang Kritik di Tengah Euforia Sepak Bola
-
Timnas Inggris Menuju Piala Dunia 2026: Generasi Emas The Three Lions Siap Memburu Mahkota Dunia
-
Pantai Gading vs Ekuador: Pertarungan Dua Kekuatan yang Memburu Tiket 16 Besar Piala Dunia 2026
-
Inggris Tutup Persiapan Piala Dunia 2026 Lawan Kosta Rika, Tuchel Cari Formula Terbaik
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.