Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

SebagianWarga Jember dan Bondowoso Lebaran Lebih awal

📅 Kamis, 19 Mar 2026, 13:59 WIB | Oleh:
SebagianWarga Jember dan Bondowoso Lebaran Lebih awal Doc: ANTARA/Zumrotun Solichah
Ket. Sebagian warga Jember dan Bondowoso melaksanakan shalat Id di Masjid Salafiyah Syafi’iyah dan kompleks Pondok Pesantren Mahfilud Dluror di Desa Suger Kidul, Kecamatan Jelbuk, Kamis (19/3).

Jember, Jawa Timur -- Sebagian warga Kabupaten Jember dan Bondowoso yang berada di sekitar Pondok Pesantren Mahfilud Dluror Kabupaten Jember, Jawa Timur, merayakan Lebaran lebih awal dengan melaksanakan Shalat Id pada Kamis

Ribuan warga berbondong-bondong melaksanakan Shalat Id di Masjid Salafiyah Syafi’iyah dan kompleks Pondok Pesantren Mahfilud Dluror di Desa Suger Kidul, Kecamatan Jelbuk, yang berada di perbatasan Kabupaten Jember dan Bondowoso.

"Metode penentuan 1 Syawal sudah diterapkan sejak dulu oleh kiai sepuh seperti itu," kata Kiai Hafid Malik yang menjadi Imam Shalat Id di Masjid Slafiyah Syafi'iyah.

Warga di sekitar Pondok Pesantren Mahfilud Dluror memang menjalankan ibadah puasa lebih dulu pada Selasa (17/2) karena penentuan awal puasa berdasarkan Kitab Salaf Nushatul Majaalis wa Muntahobul Nafaais yang diterapkan sejak tahun 1826, sehingga tidak menggunakan metode hisab dan rukyat seperti yang dilaksanakan pemerintah dan Muhammadiyah.

"Semua yang puasa baik semua dan yang tidak puasa kurang bagus. Mudah-mudahan puasa kita semua diterima Allah Subhanahu Wa Ta'ala (SWT)," tuturnya.

Semua pihak diimbau untuk saling menghargai dalam penentuan awal Ramadhan dan juga 1 Syawal, sehingga saling menghormati terhadap keyakinan masing-masing golongan.

Sementara salah seorang warga Bondowoso, Muzaki mengatakan rombongan keluarganya berangkat pukul 04.00 WIB agar bisa mengikuti Shalat Id di Masjid Salafiyah Syafi’iyah yang berada di Kabupaten Jember.

"Saya alumni pesantren dan ayah saya juga alumni pesantren, sehingga selalu mengikuti awal Ramadhan dan 1 Syawal sesuai yang ditetapkan pondok," katanya.

Ia menjelaskan penentuan awal 1 Syawal 1447 Hijriah juga sudah diumumkan saat awal puasa Ramadhan beberapa waktu lalu, sehingga jamaah pondok pesantren sudah mengetahui bahwa Shalat Id dilaksanakan pada 19 Maret 2026.

Warga di sekitar Pondok Pesantren Mahfilud Dluror sudah terbiasa dengan perbedaan dalam penentuan awal Ramadhan dan 1 Syawal, karena hal tersebut terjadi tidak hanya sekali atau dua kali berbeda dengan pemerintah dan Muhammadiyah, sehingga saling menghargai perbedaan dan tetap rukun hidup bermasyarakat.

Shalat Id di Desa Suger Kidul tersebut mendapat pengamanan dari TNI dan Polri yang bersiaga sejak pagi, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah Shalat Id dengan tenang dan khusyuk.

Sementara itu Pimpinan Pusat Muhammadiyah menetapkan  Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. Penentuan itu menggunakan metode hisab dengan prinsip Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), yang mengandalkan perhitungan astronomi secara penuh.

Sedangkan pemerintah akan menggelar sidang isbat Kamis malam di Kementerian Agama dengan melibatkan berbagai pihak, guna memastikan penentuan tanggal dilakukan secara akurat dan dapat diterima bersama.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Nasional
Kenaikan Imbal Hasil Dollar...
Nasional
KKP Bangun 5 Kampung Nelaya...
Advertisement
FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

28 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.