Kemenekraf Perkuat Peluang Transaksi UMKM Jelang Hari Raya
Kamis, 19 Mar 2026, 16:46 WIBJAKARTA - Kementerian Ekonomi Kreatif memberikan dukungan dalam memperkuat peluang transaksi para pelaku UMKM menjelang hari raya Idul Fitri dengan membuka akses promosi yang lebih luas serta meningkatkan visibilitas jenama lokal.
"Kementerian Ekraf memfokuskan intervensinya pada aspek akselerasi usaha, yang bertujuan menyiapkan pelaku dan jenama ekonomi kreatif untuk meningkatkan nilai tambah produk, memperkuat daya saing, serta memperluas akses pasar," kata Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain, Kementerian Ekraf Yuke Sri Rahayu dalam keterangan resmi yang diterima dan dikonfirmasi di Jakarta pada Kamis.
Yuke mengatakan potensi ekonomi kreatif di bidang fesyen dan kuliner pada momen Ramadhan hingga menjelang hari raya sangat besar, didorong oleh meningkatnya aktivitas sosial, budaya, dan konsumsi masyarakat.
Di sektor fesyen, tren busana sopan atau modest wear modern semakin diminati sebagai simbol identitas, kebersamaan, dan silaturahmi saat hari raya.
Sementara itu, sektor kuliner mengalami lonjakan melalui budaya berbagi seperti bingkisan lebaran, serta permintaan produk praktis seperti makanan beku untuk sahur dan takjil inovatif bercita rasa lokal dengan kemasan premium.
Sebagai bentuk dukungan dalam memperluas akses pasar dan meningkatkan peluang transaksi, Kemenekraf melibatkan para jenama kuliner dan fesyen dalam berbagai kegiatan promosi dan pemasaran, antara lain Festival Jejak Jajanan Nusantara 2026 yang diselenggarakan bekerja sama dengan Kemenko PMK, kegiatan Imlek Festival, Modest Luxe by Scarf Media dan lain-lain.
"Melalui kegiatan tersebut, pelaku usaha ekraf diberikan ruang untuk memperkenalkan produk, memperluas jejaring pasar, serta meningkatkan penjualan di tengah meningkatnya aktivitas konsumsi masyarakat selama Ramadhan," kata Yuke.
Selama momen Ramadhan, Kemenekraf juga meningkatkan potensi usaha pelaku ekraf, dengan dukungan partisipasi produk kreatif melalui berbagai kegiatan pameran, antara lain pada kegiatan Garis Poetih by Ivan Gunawan.
Selain itu, Kementerian Ekraf/ Badan Ekraf turut mendukung pertumbuhan industri parfum dan aroma lokal melalui kehadiran pada pameran Jagat Aroma, pameran fesyen dan gaya hidup bernuansa Ramadhan, Alif Raya Market.
Yuke mengatakan Kemenekraf akan memfokuskan intervensinya pada akselerasi UMKM dengan menyediakan beragam fasilitasi melalui penguatan kualitas produk, pengemasan dan branding, peningkatan kapasitas usaha, serta dukungan promosi dan jejaring bisnis.
Sejumlah program strategis yang dirancang untuk mendorong produk lokal agar lebih kompetitif dan diminati pasar diantaranya Akselerasi Ekspor Kreasi Indonesia (ASIK), program yang mengakselerasi pegiat fesyen, kriya, kuliner nasional untuk go global.
Selain itu juga ada Bedah Desain Kemasan (Bedakan), dimana pegiat ekraf akan didampingi dengan tujuan mengedukasi dan meningkatkan perekonomian dan pendapatan melalui pembuatan identitas visual serta redesign kemasan.
Serta program Masak Bersama Master Chef (MASAMO), yang bertujuan untuk membantu para pelaku usaha kreatif meningkatkan usahanya dalam menghadirkan produk-produk baru.
Kemenekraf juga menunjukkan dukungannya melalui eksposur publikasi kegiatan jenama lokal pada media sosial @ekraf.ri. Ant
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Opik
Berita Terkait:
-
Perhatian! Anda Ber-KTP Surabaya? Pendaftaran Beasiswa Tangguh Dibuka Pemkot, Ini Tanggal dan Syaratnya
-
Buka Pintu Lebih Lebar, Produk UMKM Indonesia Diarahkan ke Pasar Tiongkok
-
Pemerintah Susun Strategi Penghematan Energi, Sektor Publik Bakal Dikorbankan
-
The Best! Pertamina Fastron Oli Mobil Pilihan Konsumen di Ajang WOW Brand 2026
-
SRC Tunjukkan #BuktiNyata Komitmen Dorong UMKM Indonesia Naik Kelas dan Berdaya Saing
-
Jaringan UMKM Kelontong Ini Sumbang 9,5% PDB Retail Nasional, Omzet Tembus Rp251 Triliun
-
Kemampuan Fiskal Dipertanyakan, Menkeu Diminta Transparan ke Publik
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.