• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Kebijakan WFA Lebaran 2026...

Kebijakan WFA Lebaran 2026 Dinilai Untungkan Pekerja, Mudik Lebih Awal dan Fleksibel

Kamis, 19 Mar 2026, 04:00 WIB

Yogyakarta - Sejumlah pekerja menilai kebijakan work from anywhere (WFA) selama periode libur Lebaran memberi fleksibilitas dalam bekerja sekaligus memungkinkan mereka mengatur waktu mudik lebih awal.

Karyawan swasta Reinha Delima mengatakan kebijakan tersebut menjadi solusi yang menguntungkan baik bagi pekerja maupun perusahaan.

Ket. Foto: Warga mengoperasikan laptop di salah satu kafe, Gelanggang Inovasi dan Kreativitas UGM, Yogyakarta, Rabu (18/3). Pemerintah menerapkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) Lebaran 2026 selama lima hari yaitu 16-17 Maret 2026 (pra-Lebaran) dan 25-27 Maret 2026 (pasca-Lebaran) bagi ASN dan sebagian karyawan swasta untuk menjaga produktivitas kerja. — Sumber: Antara

“Menurut aku ini win-win solution, perusahaan tetap pengen karyawannya produktif, dan kita juga bisa cepat mudik buat ketemu keluarga,” ujar Reinha kepada ANTARA di salah satu kafe di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas Gadjah Mada (UGM), Rabu (18/3).

Ia menuturkan, meski bekerja dari lokasi yang fleksibel, disiplin kerja tetap menjadi hal utama termasuk menyiapkan ruang kerja yang nyaman agar aktivitas tetap berjalan optimal.

"Jam kerja tetap saya jaga. Walaupun fleksibel, kadang masih ada pekerjaan di malam hari, tapi sejauh ini masih bisa diatur,” katanya.

Di lokasi yang sama, pekerja swasta lainnya, Yuardhita Widiaswara kepada ANTARA mengaku kebijakan WFA membuat durasi mudiknya menjadi lebih panjang dibanding tahun sebelumnya.

“Biasanya libur hanya sekitar seminggu, sekarang bisa sampai dua minggu di kampung. Jadi waktu bersama keluarga lebih banyak,” ujar Dias.

Namun demikian, ia mengakui adanya tantangan dalam koordinasi kerja selama WFA, terutama terkait komunikasi dengan rekan kerja.

“Komunikasi jadi tantangan, apalagi kalau sinyal kurang bagus. Kalau di kantor kan bisa langsung bertemu,” katanya.

Sementara itu, pekerja kreatif Muhammad Andhika Febriansyah menilai kebijakan WFA membantu meningkatkan efisiensi kerja karena waktu perjalanan dapat dialihkan untuk menyelesaikan tugas.

“WFA ini menghemat waktu perjalanan, jadi bisa lebih fokus kerja. Bisa juga kerja dari rumah atau kafe untuk cari suasana baru,” ujar Dika saat diwawancarai oleh ANTARA di kafe yang sama.

Ia menambahkan, fleksibilitas tersebut tetap harus diimbangi dengan tanggung jawab terhadap pekerjaan agar target tetap tercapai.

“Kalau pekerjaan belum selesai, saya tetap prioritaskan kerja dulu,” katanya.

Pemerintah sebelumnya menetapkan kebijakan WFA pada periode 16-17 Maret serta 25-27 Maret 2026 untuk mengurai kepadatan arus mudik dan arus balik Lebaran.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan fleksibilitas kerja tersebut diberikan untuk mendukung mobilitas masyarakat tanpa mengganggu produktivitas.

“Untuk mengoptimalkan mobilitas masyarakat, diberikan fleksibilitas dalam penetapan hari kerja,” kata Airlangga.

Kebijakan ini juga diharapkan dapat menjaga kelancaran layanan publik dan aktivitas ekonomi selama periode libur nasional dan cuti bersama Lebaran.

  • Kebijakan WFA Lebaran

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.