Kesadaran Menjaga Kebersihan Belum Meluas. DKI Keluarkan Aturan

Selasa, 17 Mar 2026, 12:45 WIB

JAKARTA – Masyarakat belum sadar penuh bahwa kebersihan adalah hakiki dalam kehidupan. Rumah tangga harus dipaksa memilah sampah. Karena belum sadar, maka Gubernur Jakarta Pramono Anung Wibowo mengungkapkan bahwa Peraturan Gubernur (Pergub) atau Peraturan Daerah (Perda) terkait pemilahan sampah dari rumah akan segera dibuat.

“Karena kita segera sosialisasikan dan nanti akan ada Pergub atau Perda yang mengaturnya itu supaya ada yang mengikat,” jelas Pramono saat dijumpai di Jakarta Pusat, Selasa. Menurut Pramono, kebiasaan untuk memilah sampah dari rumah harus mulai diterapkan di ibu kota.

Ket. Foto: mari pilah sampah — Sumber: ist

Sebab Pramono mengatakan, kapasitas penampungan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang sudah tak lagi memadai. Terlebih usai terjadinya longsor di tempat tersebut beberapa waktu lalu.

“Bagi warga Jakarta nantinya, mau tidak mau, suka tidak suka harus mulai terbiasa dengan memilah sampah. Karena memang pertama, keterbatasan Bantargebang tidak mungkin semua sampah itu dikelola seperti kemarin,” ujar Pramono.

Selain melakukan upaya pilah sampah, Pramono mengatakan Pemerintah Jakarta bersama Danantara dan pemerintah pusat segera akan memutuskan tiga PLTSa (Pembangkit Listrik Tenaga Sampah), salah satunya adalah di Bantargebang. Hal ini dilakukan sebagai upaya menangani persoalan sampah di ibu kota.

Sebelumnya, Pramono juga telah mengunggah video sosialisasi terkait pemilahan sampah di akun Instagram resmi Pemprov DKI Jakarta. Dalam video tersebut, Pramono mengajak seluruh masyarakat Jakarta untuk berpartisipasi dalam Gerakan Pilah Sampah dari Sumbernya.

Pramono menjelaskan, masyarakat harus memilah sampah menjadi empat kategori. Adapun empat kategori tersebut adalah sampah mudah terurai yang dapat diolah menjadi kompos, sampah yang dapat didaur ulang, seperti plastik, kertas, dan logam, yang dapat disalurkan ke bank sampah.

Kemudian, sampah B3 atau Bahan Berbahaya dan Beracun dan yang terakhir sampah residu yang tidak dapat diolah kembali. “Saya mengajak seluruh warga Jakarta untuk menjadikan pemilahan sampah sebagai kebiasaan sehari-hari. Saya percaya jika kita bergerak bersama, perubahan besar bisa kita wujudkan,” kata Pramono.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.