Red Bull Terpuruk di Shanghai, Verstappen Akui Akhir Pekan yang Sangat Mengecewakan

Senin, 16 Mar 2026, 03:30 WIB

SHANGHAI – Juara dunia empat kali Max Verstappen mengungkapkan kekecewaannya setelah menjalani akhir pekan yang “sangat buruk” bersama tim Red Bull Racing pada seri Chinese Grand Prix. Pembalap asal Belanda itu gagal meraih poin setelah tidak mampu menyelesaikan balapan utama dan sebelumnya juga terpuruk di sprint race.

Verstappen terpaksa menghentikan mobilnya pada lap ke-46 akibat masalah sistem pendingin. Insiden itu memaksanya mundur dari balapan yang berlangsung penuh drama di Sirkuit Shanghai.

Ket. Foto: Max Verstappen. — Sumber: AFP

“Tidak mudah untuk benar-benar mengatasi semua masalah yang kami hadapi saat ini,” ujar Verstappen seusai balapan. Sebelumnya, pada seri pembuka musim di Melbourne, ia hanya mampu finis di posisi keenam.

Pembalap Red Bull itu juga menyoroti buruknya start yang terus berulang dalam beberapa balapan terakhir.

“Akan sangat membantu jika kami bisa memulai balapan secara normal. Setiap kali start, saya justru selalu terlempar ke posisi paling belakang,” katanya.

Balapan di Shanghai memang menjadi ujian berat bagi banyak tim di ajang Formula 1 musim ini. Empat pembalap bahkan gagal memulai lomba, termasuk juara dunia bertahan Lando Norris dan rekan setimnya di McLaren, Oscar Piastri.

Selain itu, tiga pembalap lain, termasuk Verstappen, tidak mampu mencapai garis finis dalam balapan yang menyoroti kompleksitas regulasi baru yang diterapkan musim ini.

“Hal seperti ini terjadi di seluruh grid. Bahkan ada mobil yang tidak bisa start sama sekali. Jadi situasinya memang sangat rumit,” ujar Verstappen.

Sepanjang akhir pekan, performa Red Bull terlihat jauh dari dominasi yang biasa mereka tampilkan. Mobil RB mengalami kesulitan mendapatkan kecepatan dan daya cengkeram optimal, sementara degradasi ban juga tampak lebih tinggi dibandingkan para rival.

Pada sprint race Sabtu, Verstappen hanya finis di posisi kesembilan, sedangkan rekan setimnya Isack Hadjar berada satu tingkat di belakangnya. Hasil tersebut menjadi catatan buruk karena untuk pertama kalinya dalam sejarah Red Bull gagal meraih poin dalam balapan sprint.

“Saya tahu tim bekerja sangat keras dan memberikan segalanya. Itu yang membuat situasi ini terasa lebih menyakitkan, karena saya tahu mereka mampu melakukannya,” kata Verstappen.

“Namun saat ini kami belum berada di posisi yang kami inginkan. Ada lebih banyak masalah daripada yang kami perkirakan.”

Musim Formula 1 selanjutnya akan berlanjut ke Japanese Grand Prix di Suzuka Circuit dalam dua pekan mendatang.

Dua seri berikutnya di Timur Tengah terpaksa dibatalkan akibat konflik yang sedang berlangsung, sehingga kalender balap akan memasuki jeda sekitar lima pekan sebelum kembali digelar di Miami Grand Prix pada bulan Mei.

“Setelah Jepang kami akan memiliki jeda yang cukup panjang. Mudah-mudahan kami bisa memanfaatkan waktu itu untuk membuat kemajuan yang signifikan,” ujar Verstappen.

Dalam balapan utama Minggu, Hadjar menjadi satu-satunya pembalap Red Bull yang mencapai garis finis. Ia menempati posisi kedelapan dan membawa pulang tiga poin, hasil yang masih jauh dari ekspektasi tim yang sebelumnya dikenal sangat dominan.

Kepala tim Laurent Mekies mengakui akhir pekan di Shanghai berlangsung sangat berat sejak sesi awal.

“Grand Prix China terbukti menjadi ajang yang sangat sulit bagi kami sejak hari Jumat,” kata Mekies. “Memulai akhir pekan sprint dari posisi tertinggal adalah skenario terburuk, karena hampir tidak ada waktu untuk mengejar ketertinggalan dan mengatasi berbagai masalah yang muncul.”

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.