Perang Iran Picu Pembatalan GP Bahrain dan Arab Saudi, Kalender F1 2026 Berubah

Senin, 16 Mar 2026, 03:00 WIB

PARIS - Dua seri balapan Formula 1 di Timur Tengah resmi dibatalkan menyusul meningkatnya konflik di kawasan tersebut. Federasi otomotif dunia, Fédération Internationale de l'Automobile (FIA), mengumumkan bahwa balapan di Bahrain Grand Prix dan Saudi Arabian Grand Prix tidak akan digelar sesuai jadwal pada bulan April.

Dalam pernyataan resmi yang dirilis Minggu (15/3), FIA menyatakan keputusan tersebut diambil setelah evaluasi menyeluruh terhadap situasi keamanan di Timur Tengah yang saat ini dilanda konflik berskala besar.

Ket. Foto: Ilustrasi balapan Formula 1. — Sumber: AFP

“Telah dipastikan hari ini bahwa, setelah evaluasi yang cermat dan mempertimbangkan situasi yang sedang berlangsung di kawasan Timur Tengah, Grand Prix Bahrain dan Arab Saudi tidak akan berlangsung pada April,” demikian pernyataan FIA.

Menurut badan pengatur motorsport dunia tersebut, sejumlah opsi alternatif sebenarnya telah dipertimbangkan. Namun pada akhirnya diputuskan bahwa tidak akan ada balapan pengganti pada periode April.

Keputusan ini diambil melalui koordinasi penuh dengan Formula One Group, promotor lokal, serta federasi anggota FIA di kawasan tersebut.

Awalnya, GP Bahrain dijadwalkan menjadi seri keempat musim ini pada 10–12 April, disusul GP Arab Saudi sepekan kemudian. Namun situasi keamanan di kawasan Teluk memburuk setelah meningkatnya konflik yang melibatkan Iran.

Dalam dua pekan terakhir, wilayah Teluk dilaporkan mengalami serangkaian serangan drone dan rudal yang dikaitkan dengan eskalasi konflik setelah United States dan Israel memulai operasi militer terhadap Iran.

Bahrain, yang secara geografis berada sangat dekat dengan Iran di seberang Teluk Persia, menjadi salah satu wilayah yang terdampak. Serangan dilaporkan mengenai sejumlah bangunan, kilang minyak, hingga pangkalan militer Amerika Serikat yang berada di negara kecil tersebut.

Situasi serupa juga dialami Saudi Arabia. Negara eksportir minyak terbesar di dunia itu menghadapi puluhan serangan, termasuk yang menargetkan infrastruktur energi vital.

Presiden FIA, Mohammed Ben Sulayem, menegaskan bahwa keselamatan komunitas motorsport menjadi prioritas utama dalam pengambilan keputusan ini.

“FIA akan selalu menempatkan keselamatan dan kesejahteraan komunitas kami sebagai prioritas utama. Setelah pertimbangan yang matang, kami mengambil keputusan ini dengan tanggung jawab tersebut,” ujar Ben Sulayem.

Ia juga berharap situasi keamanan di kawasan dapat segera membaik sehingga Formula One dapat kembali menggelar balapan di kedua negara tersebut di masa mendatang.

Dengan pembatalan dua seri tersebut, kalender Formula 1 2026 mengalami penyesuaian. Balapan berikutnya yang tetap berlangsung adalah Japanese Grand Prix pada tanggal 27–29 Maret.

Setelah itu, seri selanjutnya dijadwalkan berlangsung di Miami Grand Prix pada tanggal 1–3 Mei.

Pembatalan ini juga berdampak pada ajang pendukung, yakni Formula 2, Formula 3, serta F1 Academy yang semula dijadwalkan berlangsung bersamaan di Bahrain dan Arab Saudi.

Sementara itu, dampak konflik regional juga dirasakan di negara tetangga. Putaran pembuka FIA World Endurance Championship di Qatar yang sedianya berlangsung pada 26–28 Maret juga terpaksa ditunda hingga Oktober.

Di tengah situasi tersebut, pembalap muda Kimi Antonelli dari tim Mercedes, yang meraih pole position pada sesi kualifikasi Chinese Grand Prix di Shanghai, menyampaikan simpati terhadap pihak-pihak yang terdampak konflik.

“Pikiran saya, dan saya yakin juga Lewis serta George, tertuju kepada mereka yang sedang menderita akibat situasi ini,” ujar Antonelli, merujuk rekan-rekan pembalapnya Lewis Hamilton dan George Russell.

Ia menambahkan bahwa FIA dan Formula 1 akan menangani situasi tersebut dengan cara terbaik demi memastikan keselamatan semua pihak yang terlibat.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.