BMKG Imbau Masyarakat Waspadai Gelombang 2,5 Meter di Laut NTT pada 16–19 Maret 2026
Senin, 16 Mar 2026, 10:28 WIBKUPANG â Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat pengguna transportasi laut untuk mewaspadai potensi gelombang setinggi 2,5 meter di perairan Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Senin (16/3) hingga Kamis (19/3).
âWaspadai gelombang laut dengan tinggi mencapai 2,5 meter di wilayah NTT pada 16â19 Maret 2026,â kata Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang, Yandri Anderudson Tungga, di Kupang, Senin (16/3).
Ia menjelaskan potensi tinggi gelombang 1,25 meter sampai 2,5 meter dapat terjadi di Selat Sape bagian selatan, perairan selatan Flores, Selat Sumba bagian barat, Laut Sawu, dan Selat Ombai.
Potensi serupa juga dapat terjadi di wilayah perairan selatan Sumba, perairan utara Sabu-Raijua, perairan utara Timor, perairan utara Kupang-Rote, perairan selatan Sabu-Raijua, dan perairan selatan Timor-Rote.
âPola angin di wilayah NTT umumnya bergerak dari arah barat daya menuju barat laut dengan kecepatan angin berkisar 6-30 knot,â tambah dia.
Ia mengatakan kondisi angin kencang tersebut turut berpotensi meningkatkan tinggi gelombang laut wilayah perairan NTT.
Selain itu, lanjutnya, terdapat sistem tekanan rendah di wilayah Australia bagian utara yang menyebabkan terbentuknya pertemuan dan perlambatan angin di wilayah NTT.
Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat serta peningkatan kecepatan angin.
Untuk itu, BMKG telah mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berlaku mulai Senin (16/3) sampai dengan Kamis (19/3). BMKG mengimbau kepada pengguna perahu nelayan meningkatkan kewaspadaan bila kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang 1,25 meter.
Sementara itu, bagi operator kapal tongkang diminta waspada apabila kecepatan angin 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter.
Masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di wilayah pesisir sekitar perairan terdampak, kata dia, juga diminta untuk mewaspadai potensi gelombang tinggi serta terus mengikuti perkembangan informasi terkini dari BMKG.
Lebih lanjut,masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di wilayah pesisir sekitar perairan terdampak diminta untuk mewaspadai potensi gelombang tinggi serta terus mengikuti perkembangan informasi terkini dari BMKG.
Berita Terkait:
-
JD Vance: Pembicaraan AS-Iran di Swiss Tonggak Kuat untuk Kesepakatan Akhir yang Sukses
-
Rahasia PDC Tahan Produktivitas di Tengah Gejolak Energi: Mulai dari MCU Sampai Garage Sale
-
BMKG Imbau Masyarakat Waspadai Hujan Petir di Bagian Barat Indonesia pada Minggu
-
Menperin Minta Industri Serius Laporkan Data Lewat SIINas Demi Kebijakan Tepat Sasaran
-
Prancis Konfirmasi Kasus Ebola Pertama, Dokter yang Pernah Bekerja di Kongo
-
Kurangi Bahan Bakar Fosil, Asean Gandeng Kanada Genjot Energi Terbarukan
-
Imigrasi Minta Pemberian Bebas Visa Kunjungan Dievaluasi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.