Tahan Banting! Pendapatan DKI Jakarta Tahun 2026 Diprediksi Lampaui Provinsi Lain

Minggu, 15 Mar 2026, 11:55 WIB

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan optimisme bahwa target pendapatan daerah pada 2026 dapat tercapai meski di tengah ketidakpastian ekonomi global. Hal tersebut disampaikan saat bersilaturahmi dan berbuka puasa bersama jajaran Badan Pendapatan Daerah Provinsi DKI Jakarta.

Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Serbaguna Lantai 2 Gedung Dinas Teknis Abdul Muis, Jakarta Pusat, pada Jumat (13/3). Dalam kesempatan itu, Pramono juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran pemerintah daerah yang terlibat dalam upaya menjaga stabilitas penerimaan daerah.

Ket. Foto: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan optimisme bahwa target pendapatan daerah pada 2026 dapat tercapai meski di tengah ketidakpastian ekonomi global. Hal tersebut disampaikan saat bersilaturahmi dan berbuka puasa bersama jajaran Badan Pendapatan Daerah Provinsi DKI Jakarta. — Sumber: Pemprov DKI Jakarta

Menurut Pramono, kinerja pendapatan Jakarta pada tahun sebelumnya menunjukkan hasil yang relatif baik dibandingkan daerah lain. Hal tersebut mencerminkan kerja keras berbagai pihak dalam menjaga stabilitas fiskal daerah.

"Pada tahun-tahun yang tidak mudah seperti 2025 kemarin, alhamdulillah pendapatan DKI Jakarta dibandingkan dengan provinsi-provinsi lain relatif masih jauh lebih baik," ujar Pramono.

Ia mengatakan kondisi global pada 2026 diperkirakan masih penuh tantangan. Faktor geopolitik dan potensi krisis energi disebut dapat memengaruhi perekonomian di berbagai negara, termasuk Indonesia.

"Pada 2026, kondisi geopolitik global memang tidak sedang baik-baik saja. Cepat atau lambat, persoalan energi dan konflik global akan memengaruhi berbagai negara," katanya.

Karena itu, pemerintah daerah diminta terus bekerja keras untuk menjaga penerimaan daerah. Pramono menegaskan berbagai terobosan perlu dilakukan agar target pendapatan tetap tercapai.

Salah satu strategi yang disiapkan adalah membuka peluang pembiayaan alternatif melalui skema creative financing. Pendekatan tersebut dinilai dapat menjadi solusi untuk mendukung pembangunan di tengah keterbatasan anggaran.

Selain itu, Pemprov Jakarta mulai membangun sejumlah fasilitas publik tanpa menggunakan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. Langkah ini dilakukan untuk memperluas sumber pembiayaan pembangunan kota.

Di sisi lain, kondisi ekonomi Jakarta disebut masih menunjukkan tren positif. Hal tersebut tercermin dari pertumbuhan ekonomi daerah yang berada di atas rata-rata nasional.

"Pertumbuhan ekonomi Jakarta tahun lalu mencapai 5,21 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di angka 5,11 persen," ujar Pramono.

Ia juga menyebut kontribusi Jakarta terhadap Produk Domestik Bruto nasional mencapai sekitar 16,61 persen. Angka tersebut menunjukkan peran penting Jakarta dalam mendukung perekonomian nasional.

Pramono menegaskan pendapatan daerah, khususnya dari sektor pajak, tetap menjadi sumber utama pembiayaan pembangunan kota. Oleh karena itu, seluruh perangkat daerah diminta terus menjaga kinerja pemungutan pajak secara optimal.

"Kita harus memastikan bahwa program-program yang berkaitan dengan kebutuhan utama masyarakat tetap terjaga," katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan Daerah Provinsi DKI Jakarta Lusiana Herawati mengatakan pengelolaan pajak daerah memerlukan dukungan dari berbagai perangkat pemerintah daerah. Menurutnya, keberhasilan penerimaan daerah tidak hanya bergantung pada satu instansi.

Ia menjelaskan jajaran pemerintah di tingkat wilayah memiliki peran penting dalam mendukung optimalisasi pajak daerah. Hal tersebut menjadi alasan Bapenda melibatkan wali kota, camat, hingga lurah dalam berbagai kegiatan koordinasi.

"Mungkin ada yang bertanya mengapa seluruh lurah, camat, dan wali kota kami kumpulkan dalam kesempatan ini. Hal itu karena dalam pemungutan pajak daerah, Bapenda tidak bekerja sendiri," ujar Lusiana.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.