Lagi Lewat Bandung? Jangan Lupa Bawa Pulang Oleh-oleh Batagor Yunus

Minggu, 15 Mar 2026, 15:58 WIB

BANDUNG – Bagi para pemudik yang melintasi Kota Bandung, tak ada salahnya menyempatkan diri berhenti sejenak untuk menikmati kuliner legendaris yang sudah lama menjadi favorit warga.

Di tengah perjalanan yang panjang, singgah sejenak sambil mencicipi makanan khas bisa menjadi cara sederhana untuk mengisi energi sebelum melanjutkan perjalanan.

Ket. Foto: Seporsi batagor di Batagor Yunus, di Jalan Raya Kopo Nomor 68, Kota Bandung, Minggu (15/3/2026). — Sumber: ANTARA/ Farika Nur Khotimah

Salah satu yang kerap direkomendasikan adalah Batagor Yunus, kuliner khas Bandung yang telah hadir sejak 1972.

Batagor yang disajikan dengan bumbu kacang gurih dan tekstur yang renyah di luar namun lembut di dalam ini sudah dikenal luas oleh para pecinta kuliner.

Tak heran jika tempat ini sering menjadi tujuan para pelintas kota, termasuk pemudik yang ingin merasakan cita rasa Bandung yang autentik.

Selain mengobati rasa lapar, mampir sejenak juga memberi kesempatan untuk menikmati suasana kota sebelum kembali melanjutkan perjalanan menuju kampung halaman.

Anak pemilik Batagor Yunus, Redi Gunawan, mengatakan usaha tersebut pertama kali dirintis oleh almarhum ayahnya, Yunus, yang mulai berjualan batagor di kawasan Jalan Kopo, Bandung.

“Almarhum bapak mulai jualan dari tahun 1972 di sini,” kata Redi di Bandung, Jawa Barat, Minggu (15/3).

Batagor Yunus hingga kini masih beroperasi di lokasi yang sama di Jalan Raya Kopo Nomor 68, Kota Bandung, dan biasanya buka setiap hari mulai sekitar pukul 09.00 hingga malam hari.

Menurut Redi, menjelang musim mudik Lebaran, penjualan batagor di tempat tersebut juga mengalami peningkatan, terutama untuk pembelian sebagai oleh-oleh.

“Kalau peak season Lebaran seperti ini biasanya ramai yang beli untuk oleh-oleh. Kami buka jam 9 pagi, tapi biasanya sudah banyak yang order sejak pagi,” ujarnya.

Batagor yang dijual di tempat ini juga dapat dibawa bepergian oleh pemudik karena memiliki daya tahan cukup lama.

Redi menjelaskan batagor dengan kemasan biasa dapat bertahan hingga dua hari pada suhu ruang dan hingga tujuh hari jika disimpan di kulkas. Sementara kemasan vakum dapat bertahan sekitar empat hari pada suhu ruang dan hingga tiga minggu jika disimpan dalam freezer.

Ia mengatakan tidak sedikit pelanggan yang membawa batagor tersebut ke luar kota bahkan ke luar negeri.

“Ada yang bawa ke Jerman, Eropa, Amerika. Banyak juga yang bawa untuk oleh-oleh umroh,” katanya.

Pengunjung Batagor Yunus juga tidak hanya berasal dari Bandung, tetapi banyak datang dari luar kota seperti wilayah Jabodetabek, Surabaya, Yogyakarta hingga Bali.

Dalam satu hari, Batagor Yunus dapat menjual sekitar 2.000 porsi pada hari biasa. Jumlah tersebut meningkat menjadi 3.000 hingga 4.000 porsi pada akhir pekan, dan bisa mencapai lebih dari 5.000 porsi saat musim liburan seperti Lebaran atau Tahun Baru.

Redi mengatakan salah satu hal yang membedakan Batagor Yunus dengan batagor lainnya adalah penggunaan bahan yang segar serta proses produksi yang dilakukan langsung di tempat.

“Untuk bahan utama seperti ikan tenggiri dan tepung kanji itu benar-benar kami jaga kualitasnya. Tidak semua ikan tenggiri bisa dipakai untuk batagor,” ujarnya.

Saat ini Batagor Yunus masih mempertahankan konsep usaha keluarga dan belum membuka cabang meskipun telah menerima banyak permintaan kerja sama waralaba.

Harga batagor di tempat tersebut dipatok sekitar Rp6.000 per potong, sementara menu mie baso dijual mulai dari Rp20.000.

  • bandung
  • Batagor Yunus

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.