Valverde Tunjukkan Jalan Bagi Real Madrid Menuju Kejayaan di Liga Champions Musim Ini
Jumat, 13 Mar 2026, 05:00 WIBMADRID, SPANYOL â Penampilan gemilang Federico Valverde di Stadion Santiago Bernabeu bukan sekadar soal tiga gol yang bersarang ke gawang Manchester City. Lebih dari itu, gelandang Uruguay tersebut memberi pesan kuat tentang bagaimana Real Madrid seharusnya bermain jika ingin kembali berjaya di Liga Champions.
Hat-trick Valverde hanya dalam 22 menit pada babak pertama membuat tim asuhan Pep Guardiola terpukul dan membawa Madrid menang 3-0 pada leg pertama babak 16 besar, Kamis (12/3) dini hari WIB. Hasil itu terasa mengejutkan karena sebelum laga dimulai, banyak pihak justru menempatkan City sebagai favorit.
Klub raksasa Liga Inggris tersebut datang ke ibu kota Spanyol dengan kepercayaan diri tinggi. Kondisi Madrid yang inkonsisten sepanjang musim, ditambah absennya sejumlah pemain penting seperti Kylian Mbappe dan Jude Bellingham akibat cedera, membuat Los Blancos dipandang tidak berada dalam situasi ideal.
Namun Valverde melihat pertandingan itu dengan cara berbeda.
âHal itu terasa ketika seluruh tim bekerja bersama untuk tujuan yang sama,â ujar Valverde kepada Movistar. âKami sudah menunjukkan bahwa ketika tim bermain sebagai satu kesatuan, kami mampu meraih hal-hal besar.â
Sepanjang musim ini, salah satu persoalan terbesar Madrid yang juga sempat terlihat pada era pelatih Carlo Ancelotti, adalah kurangnya keseimbangan tim. Kehadiran banyak pemain menyerang seperti Mbappe, Bellingham, Vinicius Junior, dan Rodrygo kerap membuat lini belakang Los Blancos terlalu terbuka.
Ironisnya, ketika menghadapi City dan hanya Vinicius yang tersedia dari jajaran bintang tersebut, Madrid justru memainkan salah satu pertandingan terbaik mereka musim ini. Struktur permainan terlihat jelas, dengan seluruh pemain bekerja keras dan disiplin dalam bertahan maupun menyerang.
Valverde bahkan sempat melontarkan komentar yang terasa seperti kritik internal terhadap situasi tim musim ini. âSering kali musim ini tidak semua dari kami, sebelas pemain, siap bertahan bersama,â katanya.
Sehari sebelum pertandingan, pemain berusia 27 tahun itu juga menegaskan dirinya siap âmatiâ demi rekan-rekan setimnya, sebuah pernyataan yang menyiratkan tuntutan akan komitmen kolektif yang sama dari seluruh skuad.
Kini mengenakan nomor punggung delapan yang sebelumnya identik dengan Toni Kroos, Valverde sering dibandingkan dengan maestro lini tengah Madrid tersebut. Musim ini, lini tengah Madrid memang dianggap kehilangan kreativitas yang dulu dimiliki Kroos maupun legenda Kroasia Luka Modric.
Namun Valverde memberikan dimensi berbeda. Ia mungkin tidak memiliki gaya elegan seperti para pendahulunya, tetapi energi, intensitas, dan mobilitasnya menawarkan solusi lain bagi permainan Madrid.
Gol-gol ke gawang City pun bukan sesuatu yang sering muncul dari dirinya. Bahkan Ancelotti pernah membuat taruhan dengan Valverde agar ia lebih berani mencari gol dari lini kedua. Menariknya, tiga gol itu menjadi gol pertamanya di Liga Champions sejak April 2024.
Pada paruh pertama musim, Valverde sempat dimainkan sebagai bek kanan oleh Xabi Alonso. Meski tidak sepenuhnya nyaman, ia tetap menjalankan peran tersebut dengan profesional.
Situasi berubah ketika pelatih baru Alvaro Arbeloa mengembalikannya ke posisi gelandang pada Januari. Keputusan itu langsung membuahkan hasil, terutama pada laga besar melawan City.
Gol pertama Valverde lahir dari kombinasi kecepatan dan determinasi, gol kedua menunjukkan ketajaman penyelesaian akhir, sementara gol ketiganya memperlihatkan kualitas teknik yang jarang dikaitkan dengan dirinya.
Harian olahraga Madrid AS bahkan menulis: âValverde menjadi legenda.â
Bek Madrid Trent Alexander-Arnold menyebut rekan setimnya itu sebagai âpemain paling diremehkan di duniaâ. Sementara Arbeloa membandingkannya dengan ikon Madrid era 1980-an, Juanito, yang dikenal sebagai simbol semangat juang klub.
âValverde adalah gambaran sempurna pemain Real Madrid,â ujar Arbeloa. âIa pantas mendapatkan malam seperti ini.â
Bagi para pendukung Madrid, penampilan tersebut bukan hanya kemenangan besar atas Manchester City. Lebih dari itu, Valverde seolah memberikan peta jalan yang jelas, bahwa dengan kerja kolektif, disiplin, dan semangat juang, Los Blancos masih memiliki semua syarat untuk kembali menaklukkan Eropa.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Arteta vs Luis Enrique: Sahabat Lama, Rival di Final Liga Champions
-
Florentino Perez Bocorkan Jadwal Rilis Pemain Baru dan Pelatih Anyar Real Madrid
-
Liga Champions, Gulung Muenchen, PSG Tantang Arsenal di Final, Berpeluang Juara Lagi
-
Diburu Madrid dan Bayern, Josko Gvardiol Dipagari Kontrak Baru oleh Manchester City
-
Arbeloa Dukung Mourinho Kembali Latih Real Madrid Musim Depan
-
Final Liga Championa, Perkiraan Susunan Pemain Arsenal dan PSG
-
Tim-tim Besar Italia Absen di Liga Chamions, Termasuk AC Milan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.