Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Potensi Besar, Pemanfaatan EBT Harus Dioptimalkan

📅 Jumat, 13 Mar 2026, 01:10 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Potensi Besar, Pemanfaatan EBT Harus Dioptimalkan Doc: istimewa
Ket. Esther Sri Astuti Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Undip - Untuk itu perlu didorong insentif untuk produksi renewable energy di Indonesia demi memanfaatkan kekayaan alam itu.

JAKARTA – Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Esther Sri Astuti menegaskan energi baru terbarukan (EBT) atau renewable energy harus didorong karena Indonesia mempunyai luxury sebagai negara yang punya sumber renewable energy yang banyak seperti surya, air, angin dan banyak jenis EBT lainnya.

“Untuk itu perlu didorong insentif untuk produksi renewable energy di Indonesia demi memanfaatkan kekayaan alam itu,” tegas Esther.

Nenurut dia untuk mendorong pemanfaatan EBT, ada potensi insentif yang dapat diterapkan untuk memperkuat ekosistem transisi energi. Insentif fiskal dapat diperluas melalui penguatan skema pembiayaan alternatif, seperti pemanfaatan carbon credit dan renewable energy certificate serta pemberian insentif yang berkaitan dengan skema sewa lahan.

Selain itu, insentif khusus pengembangan Battery Energy Storage System (BESS) menjadi penting, mengingat tingginya biaya investasi awal. Insentif dapat diberikan dalam bentuk subsidi biaya awal penyimpanan energi (initial storage cost). Di luar insentif fiskal, insentif non-fiskal juga perlu diupayakan terutama melalui penguatan regulasi.

Sudah Dicanangkan

Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) juga tengah mendorong optimalisasi pemanfaatan EBT atau renewable energy. “Ini menjadi titik penting

“Ini menjadi titik penting dan kita melihat ada sebenarnya satu segmen yang di dalam bauran energi tersebut masih bisa kita optimalkan lagi yaitu segmen renewable energy. Ini saya sedikit walaupun sebagai (Dirjen) Migas kenapa karena ini penting,” ujar Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman dalam keterangan di Jakarta, Kamis.

Menurut dia, 20 tahun yang lalu Indonesia sudah mencanangkan renewable energy bisa naik, tapi sampai saat ini hal tersebut masih di angka 15-16 persen. “Ini kalau bisa kita naikkan seperti yang sudah dicanangkan oleh Pak Menteri ESDM itu bioetanol naik, B40 jadi B50, ini nanti merupakan penguat-penguat kita karena belum tentu negara lain punya sumber daya alam (resources) seperti Indonesia,” katanya.

Sebagai informasi, pemerintah mempercepat pemanfaatan EBT guna mengurangi ketergantungan pada energi fosil sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan salah satu langkah yang ditempuh adalah percepatan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) hingga 100 gigawatt (GW).

Menurut dia, pembangunan PLTS berskala besar tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah mempercepat transisi energi dengan memanfaatkan sumber energi alternatif di dalam negeri.

Bahlil menambahkan optimalisasi pemanfaatan EBT tidak hanya melalui tenaga surya, tetapi juga melalui berbagai sumber energi lain seperti panas bumi (geothermal) dan tenaga air.

Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan percepatan pengembangan EBT diperlukan untuk memperkuat kemandirian energi nasional.

Presiden telah menugaskan Bahlil sebagai Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Transisi Energi guna mempercepat pemanfaatan energi bersih di dalam negeri. Ia memerintahkan percepatan pembangunan PLTS guna memperluas elektrifikasi berbasis energi terbarukan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Kemenkes Perluas Cek Kesehatan Gratis

17 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Kemenkes Perluas Cek Keseha...

Aldila Tak Mampu Menerobos Semifinal WTA Ningbo

36 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Aldila Tak Mampu Menerobos ...

El Clasico Jadi Laga Superman Kontra Batman

43 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
El Clasico Jadi Laga Superm...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.