Melambatkan Waktu di Pulau Spongebob

Jumat, 13 Mar 2026, 07:35 WIB

SAAT di Pulau Manimbora, aktivitas bukan diukur dari seberapa banyak keringat yang menetes, melainkan dari seberapa dalam bisa menghirup ketenangan. Dengan luas yang hanya seukuran lapangan bola, pulau di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur ini menawarkan kemewahan berupa isolasi total.

Ada berbagai aktivitas yang bisa dilakukan di pulau ini. Berikut adalah ragam pengalaman yang bisa dijahit bersama orang-orang terdekat saat menginjakkan kaki di atas pasir seputih tepung ini untuk menciptakan memori yang sulit terhapus

Ket. Foto: Manimbora Beach merupakan destinasi tersembunyi yang dikenal dengan julukan “Pulau Spongebob”. Keindahan pantainya begitu memikat, dengan pasir putih bersih dan air laut yang jernih. Lokasinya yang masih alami menjadikannya tempat ideal untuk mencari ketenangan dan menikmati suasana tropis yang menenangkan. — Sumber: Istimewa

Meniti Jalur Langit

Aktivitas yang paling wajib dilakukan adalah berjalan di atas lidah pasir (sandbank) yang muncul hanya saat air laut surut. Jalur pasir ini memanjang ratusan meter, membelah biru toska samudra. Berjalan di sini memberikan sensasi magis seolah sedang meniti jalan setapak menuju cakrawala.

Saat sisa air setinggi mata kaki masih menggenang, permukaan pasir berubah menjadi cermin raksasa yang memantulkan gumpalan awan putih, menciptakan latar foto yang sulit ditandingi oleh studio mana pun di dunia.

Perburuan Visual

Bagi para pemburu konten dan fotografer lanskap, Manimbora adalah kanvas yang sempurna. Aktivitas fotografi dimulai bahkan sebelum perahu bersandar. Dari kejauhan, Anda bisa memotret siluet pulau yang tegak lurus kumpulan pohon kelapa yang tumbuh rapat di tengah gundukan pasir—yang menjadi alasan mengapa ia dijuluki “Pulau Spongebob.”Begitu mendarat, batang-batang pohon kelapa yang meliuk artistik ke arah laut menjadi framing alami yang ideal untuk pose-pose kontemplatif.

Meski tak memiliki dinding karang yang dramatis seperti di Kakaban, perairan dangkal di sekitar Manimbora adalah “akuarium” yang tenang. Snorkeling di sini adalah tentang kejernihan. Airnya begitu bening hingga jarak pandang nyaris sempurna.

Di sini bisa berenang perlahan mengikuti arus kecil, mengamati tarian ikan-ikan karang berwarna-warni di sela-sela terumbu karang tipe tepi (fringing reef) yang sehat. Kesunyian di bawah airnya memberikan efek meditatif yang luar biasa.

Menziarahi Kuburan Tua

Melangkah ke bagian tengah pulau, atmosfer berubah dari ceria menjadi khidmat. Aktivitas di sini adalah tentang penghormatan budaya. Di bawah naungan pohon-pohon kelapa yang rimbun, dapat menemukan nisan-nisan tua milik masyarakat suku Bajau.

Mengamati nisan kayu yang mulai lapuk atau batu-batu karang yang tertata rapi memberikan wawasan tentang cara hidup Gipsi Laut yang menghormati laut hingga akhir hayat. Ini adalah momen untuk merefleksikan kedekatan manusia dengan alam.

Piknik Sunyi

Manimbora adalah tempat terbaik untuk melakukan picnic-style lunch. Tidak ada warung, tidak ada riuh penjual souvenir. Wisatawan biasanya membawa bekal dari Pulau Derawan atau Maratua, lalu menghamparkannya di bawah keteduhan pohon. Menikmati santap siang dengan pemandangan 360 derajat samudra biru tanpa suara mesin kendaraan adalah sebuah kemewahan yang langka di zaman modern.

Aktivitas terakhir yang mungkin paling berharga adalah: tidak melakukan apa pun. Pulau ini menyediakan banyak “kursi” alami berupa batang pohon kelapa yang condong atau tumbang ke arah pantai.

Duduk di atasnya lalu memejamkan mata, dan mendengarkan simfoni yang terdiri dari desau angin di sela daun kelapa dan deburan ombak kecil yang pecah di bibir pantai. Di Manimbora, melamun bukan berarti membuang waktu, melainkan cara terbaik untuk mengisi kembali energi jiwa. hay

  • Pulau Spongebob

Redaktur: Haryo Brono

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.