LIga Champions: Gol Penalti Telat Havertz Selamatkan Arsenal dari Kekalahan di Kandang Leverkusen
Kamis, 12 Mar 2026, 04:17 WIBLEVERKUSEN, JERMAN â Gol penalti pada menit ke-89 dari Kai Havertz menyelamatkan Arsenal dari kekalahan saat bermain imbang 1-1 melawan Bayer Leverkusen pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions, Kamis (12/3) dini hari WIB.
Arsenal yang tampil impresif dengan menyapu bersih delapan kemenangan di fase liga sempat tertinggal lebih dulu setelah jeda babak pertama. Gol tuan rumah lahir dari situasi sepak pojok sederhana ketika Robert Andrich menanduk bola tanpa kawalan sesaat setelah babak kedua dimulai.
Namun saat laga tampak akan berakhir dengan kemenangan Leverkusen, Arsenal mendapatkan hadiah penalti di menit-menit akhir. Noni Madueke dijatuhkan di dalam kotak penalti, dan Havertz yang masuk sebagai pemain pengganti maju sebagai eksekutor. Dengan tenang ia menaklukkan mantan klubnya untuk memastikan skor menjadi 1-1.
âSaya tahu betapa sulitnya bermain di sini dan kami sudah memperkirakan itu,â ujar Havertz setelah pertandingan. âKami tidak bermain dalam performa terbaik hari ini, tetapi kami pulang dengan hasil yang cukup baik. Pekan depan kami harus meningkatkan permainan. Dukungan suporter di kandang akan sangat penting.â
Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, mengakui timnya sempat kehilangan kendali permainan setelah turun minum.
âKami sebenarnya menguasai pertandingan dengan baik, tetapi tidak mampu mencetak gol. Setelah itu kami membiarkan pertandingan lepas dari kendali. Itu seharusnya tidak perlu terjadi,â kata Arteta.
âKami memberi mereka harapan dan permainan berubah. Namun dalam 20 hingga 25 menit terakhir kami kembali bermain lebih baik dan saya rasa gol penyeimbang itu pantas kami dapatkan.â
Hasil imbang ini membuat Leverkusen harus tampil maksimal pada leg kedua pekan depan jika ingin melangkah ke perempat final untuk pertama kalinya sejak menjadi runner-up pada 2002, ketika mereka kalah dari Real Madrid.
âKami sudah menunjukkan bahwa kami bisa mengalahkan Arsenal,â kata Andrich. âKami akan datang ke London dengan keyakinan bisa membawa pulang sesuatu. Kalau tidak, tidak ada gunanya kami melakukan perjalanan ke sana.â
Sebagai pemuncak Liga Inggris, Arsenal tampil kurang mengalir sepanjang pertandingan. Keunggulan mereka dalam situasi bola mati juga tidak terlalu efektif meski beberapa kali mendapatkan tendangan bebas berbahaya.
Meski begitu, The Gunners hanya membutuhkan kemenangan di kandang pada leg kedua di Emirates Stadium untuk memastikan tiket perempat final untuk musim ketiga secara beruntun.
Sementara itu, Leverkusen yang masih berusaha menemukan konsistensi setelah melakukan perombakan skuad pada musim panas, tetap menunjukkan potensi untuk merepotkan Arsenal pada pertemuan berikutnya.
Babak pertama berjalan hati-hati dari kedua tim. Leverkusen tampak waspada terhadap daya gedor Arsenal, sementara tim tamu juga bermain lebih konservatif mengingat mereka akan menjadi tuan rumah pada leg kedua.
Arsenal sempat memperoleh dua tendangan bebas berbahaya dalam empat menit pertama, tetapi gagal dimanfaatkan menjadi peluang berarti.
Tuan rumah justru beberapa kali mengancam lewat serangan balik cepat, terutama melalui penyerang muda Christian Kofane. Peluang terbaik babak pertama justru didapat Arsenal ketika tendangan keras Gabriel Martinelli pada menit ke-19 menghantam mistar gawang.
Leverkusen meningkatkan intensitas permainan setelah jeda dan langsung membuka keunggulan hanya satu menit babak kedua berjalan. Umpan silang Alejandro Grimaldo lebih dulu memaksa kiper David Raya melakukan penyelamatan gemilang atas sepakan Martin Terrier.
Dari sepak pojok yang dihasilkan, Grimaldo kembali mengirimkan bola ke tiang jauh yang disambut sundulan bebas Andrich untuk membawa Leverkusen memimpin.
Pertandingan sempat memanas ketika pelatih Leverkusen, Kasper Hjulmand, terlibat adu argumen dengan pelatih bola mati Arsenal, Nicolas Jover, terkait taktik bola mati tim tamu.
Arsenal akhirnya mendapatkan penyelamat pada menit-menit akhir setelah pemain pengganti Malik Tillman dianggap melanggar Madueke di kotak penalti.
Havertz, yang sebelumnya disambut tepuk tangan hangat saat masuk ke lapangan, mengeksekusi penalti dengan tenang ke sudut bawah gawang. Ia merayakan gol tersebut secara sederhana sebagai bentuk respek terhadap klub profesional pertamanya.
- Liga Champions
- Bayer Leverkusen
- Arsenal
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Liga Champions, Gulung Muenchen, PSG Tantang Arsenal di Final, Berpeluang Juara Lagi
-
Liga Inggris: Arsenal Berpeluang Perlebar Jarak dari Manchester City di Puncak Klasemen
-
Liga Champions, PSG Kontra Muenchen Hasilkan 9 Gol
-
Hasil Liga Champions: Arsenal ke final Liga Champions setelah singkirkan Atletico 1-0
-
Tim-tim Besar Italia Absen di Liga Chamions, Termasuk AC Milan
-
Final Liga Championa, Perkiraan Susunan Pemain Arsenal dan PSG
-
Arteta vs Luis Enrique: Sahabat Lama, Rival di Final Liga Champions
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.