- Home
-
- Luar Negeri
-
- Skandal Rumah Duka Chicago...
Skandal Rumah Duka Chicago: 56 Jenazah Ditemukan Membusuk
Sabtu, 08 Agu 2026, 10:25 WIBCHICAGO - Chicago diguncang penemuan mengerikan. Sebanyak 56 jenazah ditemukan dalam kondisi tidak layak di sebuah rumah duka di kawasan South Side, pada Kamis (6/8).
Dari The Guardian, jenazah-jenazah tersebut ditemukan di South Chicago Chapel setelah pejabat negara bagian dan pemerintah lokal menerima laporan mengenai dugaan penyimpanan jenazah yang tidak semestinya.
Ketika petugas tiba, mereka menemukan jenazah dalam berbagai tahap pembusukan. Sebagian bahkan disebut berada di ruangan yang tidak memiliki pendingin, dengan kondisi yang oleh pejabat digambarkan sangat memprihatinkan.
Kantor Pemeriksa Medis Cook County kemudian mengirim penyelidik dan ahli patologi forensik ke lokasi. Mereka kini berusaha mengidentifikasi seluruh jenazah sekaligus memeriksa dokumen yang berkaitan dengan identitas almarhum dan akta kematian.
Proses tersebut diperkirakan membutuhkan waktu beberapa hari. Setelah identitas masing-masing jenazah dipastikan, keluarga akan diberi tahu dan proses penanganan selanjutnya dilakukan.
Yang membuat kasus ini semakin mengejutkan, warga sekitar ternyata telah mencium bau busuk dari rumah duka tersebut selama berbulan-bulan. Sejumlah keluhan bahkan disebut telah disampaikan kepada pemerintah kota sebelum akhirnya kondisi di dalam bangunan terungkap.
Pada Jumat, sejumlah warga dan keluarga orang yang meninggal mendatangi rumah duka tersebut untuk mencari informasi mengenai kerabat mereka.
Salah satunya adalah Latasha Johnson, 55 tahun. Ia baru saja menghadiri pemakaman ibunya di South Chicago Chapel pada Kamis, sebelum mengetahui bahwa puluhan jenazah ditemukan dalam kondisi mengenaskan di tempat yang sama.
Johnson kemudian mendapat informasi bahwa jenazah ibunya harus menjalani pemeriksaan lebih lanjut dan dirinya kemungkinan diminta melakukan identifikasi.
Ia mengaku sangat terpukul dengan situasi tersebut.
Kasus ini juga menyeret perhatian kepada pasangan yang mengelola rumah duka tersebut, Johanna dan Clark Morgan.
Catatan pemerintah negara bagian Illinois menunjukkan Johanna Morgan mendirikan South Chicago Chapel pada 2022. Lisensi direktur rumah dukanya kemudian ditangguhkan sementara pada Rabu, sehari sebelum penemuan 56 jenazah.
Departemen Regulasi Keuangan dan Profesional Illinois menyebut penangguhan tersebut berkaitan dengan temuan bahwa sejumlah jenazah disimpan di area tanpa pendingin dalam kondisi yang membahayakan keselamatan dan kepentingan publik.
Pihak berwenang juga menyebut adanya indikasi infestasi tikus serta belatung yang berkaitan dengan proses pembusukan jenazah.
Sementara itu, Clark Morgan, yang disebut sebagai suami Johanna dan tercatat sebagai presiden rumah duka, memiliki riwayat permasalahan perizinan. Lisensinya sebagai direktur rumah duka dicabut pada 2024 setelah ditemukan persoalan terkait praktik menggunakan lisensi yang telah kedaluwarsa serta dugaan perilaku tidak profesional.
Namun persoalan pasangan tersebut ternyata tidak berhenti di rumah duka.
Johanna dan Clark Morgan sebelumnya juga mengelola Heights Crematory di Chicago Heights. Tempat kremasi itu kemudian ditutup oleh negara bagian setelah ditemukan persoalan serius dalam penanganan jenazah.
Menurut pejabat Illinois, penyelidikan sebelumnya menemukan jenazah yang disimpan secara tidak semestinya serta ratusan abu kremasi yang belum dikembalikan kepada keluarga.
Pengawas Keuangan Illinois, Susana Mendoza, menyatakan dirinya sangat terkejut karena kasus serupa kembali muncul.
Ia menegaskan bahwa jenazah yang ditemukan bukan sekadar benda, melainkan manusia yang memiliki keluarga dan orang-orang yang mencintainya.
Kini polisi Chicago masih melakukan penyelidikan. Belum ada penangkapan yang diumumkan, sementara penyidik berusaha mengungkap bagaimana puluhan jenazah tersebut bisa berada dalam kondisi demikian dan mengapa keluhan mengenai bau busuk di sekitar rumah duka berlangsung selama berbulan-bulan.
Kasus di Chicago ini juga menambah panjang daftar skandal penanganan jenazah di Amerika Serikat dalam beberapa tahun terakhir.
Sebelumnya, sejumlah kasus serupa terjadi di Colorado, Georgia, dan Indiana, dengan puluhan hingga ratusan jenazah ditemukan dalam kondisi tidak layak di fasilitas pemakaman.
Kini perhatian tertuju pada South Chicago Chapel: bagaimana 56 jenazah bisa terbengkalai begitu lama, dan apakah masih ada keluarga lain yang belum mengetahui nasib orang yang mereka cintai?
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.