Harga Minyak Naik Tajam, Rupiah Hari Ini Tertekan Pasar Global

Kamis, 12 Mar 2026, 22:20 WIB

JAKARTA – Nilai tukar rupiah melemah seiring lonjakan tajam harga minyak dunia yang meningkatkan tekanan eksternal terhadap perekonomian.

Kenaikan harga energi mendorong kebutuhan impor minyak Indonesia yang cukup besar, sehingga memperlebar defisit transaksi berjalan dan menambah permintaan valuta asing.

Ket. Foto: Petugas menghitung uang pecahan dolar AS dan rupiah di gerai penukaran mata uang asing VIP (Valuta Inti Prima) Money Changer, Jakarta. — Sumber: ANTARA FOTO/ Muhammad Adimaja

Kondisi tersebut pada akhirnya menekan nilai tukar rupiah di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar global.

Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan di Jakarta, Kamis (12/3) pagi, bergerak melemah 7 poin atau 0,04 persen menjadi Rp16.893 per dolar AS dari penutupan sebelumnya yang tercatat Rp16.886 per dolar AS.

Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi menilai pelemahan kurs rupiah diiringi harga minyak yang sempat melonjak tajam hingga sempat naik melewati 100 dolar AS per barel.

“Laporan media menyebutkan dua kapal tanker minyak internasional telah dihantam di dekat Irak. Laporan lain menunjukkan Oman mengevakuasi terminal ekspor minyak utama, sementara Iran terlihat memblokir Selat Hormuz—jalur pasokan utama untuk sekitar seperlima minyak dunia,” ungkapnya dalam keterangan tertulis di Jakarta.

Harga minyak lebih tinggi membuat pasar waspada terhadap peningkatan inflasi jangka panjang, yang memicu kekhawatiran atas kebijakan bank sentral yang lebih agresif dalam beberapa bulan mendatang.

Walaupun Presiden AS Donald Trump berulang kali menyampaikan bahwa perang Iran hampir berakhir, konflik terus berlanjut antara AS-Israel dengan Iran.

Sentimen lainnya berasal dari rilis Indeks Harga Konsumen (IHK) AS bulan Februari 2026 meningkat sebesar 0,3 persen month-on-month (mom), naik dari 0,2 persen mom sebelumnya dan sesuai dengan ekspektasi pasar sebesar 0,3 persen mom.

“Data CPI (Consumer Prices Index) Februari yang sesuai ekspektasi memberikan sedikit petunjuk, data inflasi PCE (Personal Consumption Expenditures) masih ditunggu. Meskipun angka tersebut sesuai dengan ekspektasi, hal itu tidak banyak menghilangkan kekhawatiran tentang peningkatan tekanan harga di masa depan yang didorong oleh sektor energi,” ujar Ibrahim.

“Fokus minggu ini sepenuhnya tertuju pada data indeks harga PCE untuk bulan Januari, yang akan dirilis pada hari Jumat (13/3), untuk mendapatkan petunjuk yang lebih pasti mengenai inflasi. Data tersebut merupakan tolok ukur inflasi pilihan Federal Reserve, dan kemungkinan akan menjadi faktor dalam ekspektasi inflasi jangka panjang,” kata dia.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak melemah ke level Rp16.899 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.867 per dolar AS.

  • rupiah hari ini

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.