Tekanan Energi Mereda, IHSG Hari Ini Berbalik Menguat di Penutupan
Selasa, 10 Mar 2026, 17:40 WIBJAKARTA â Penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan dipengaruhi oleh koreksi harga minyak global yang meredakan kekhawatiran pasar terhadap tekanan inflasi dan biaya energi.
Penurunan harga minyak memberi ruang bagi investor untuk kembali masuk ke pasar saham, terutama pada sektor-sektor yang sensitif terhadap biaya energi. Sentimen ini mendorong optimisme pelaku pasar sehingga IHSG mampu berakhir di zona positif.
IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (10/3) sore, ditutup menguat 103,54 poin atau 1,41 persen ke posisi 7.440,91 dipicu terkoreksinya harga minyak mentah di tingkat global.
Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 9,37 poin atau 1,25 persen ke posisi 759,94.
âIHSG rebound dari koreksi tajam sehari sebelumnya, yang dipicu oleh koreksi harga minyak mentah, penguatan indeks bursa Wall Street dan Asia, serta technical rebound,â ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Rarna Lim dalam kajiannya di Jakarta.
Pada perdagangan Selasa, pukul 16.35 WIB, harga minyak acuan jenis WTI tercatat turun 7,83 persen ke level 87,35 dolar AS per barel, sementara minyak jenis Brent turun 7,99 persen ke level 91,05 dolar AS per barel.
Ia mengatakan melemahnya harga minyak global seiring dengan potensi berakhirnya konflik antara Iran dan Amerika Serikat (AS), pasca Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan operasi militer terhadap Iran sudah âvery completeâ
Data ekonomi dalam negeri, data penjualan ritel domestik tumbuh 5,7 persen year on year (yoy) pada Januari 2026, dari sebelumnya 3,5 persen pada Desember 2025, serta lebih baik dibandingkan perkiraan yang sebesar 4 persen (yoy).
Sementara itu, penjualan ritel pada Februari 2026 diperkirakan juga akan berakselerasi seiring dengan adanya Tahun Baru Imlek, dimulainya bulan Ramadan, serta menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Dari Amerika Serikat (AS), investor menantikan data inflasi bulan Februari 2026, yang diperkirakan stabil di level 2,4 persen (yoy), sedangkan untuk core CPI diperkirakan stabil di level 2,5 persen (yoy).
Setelah dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, semua atau sebelas sektor menguat yaitu dipimpin sektor barang baku yang menguat sebesar 4,85 persen, diikuti oleh sektor industri dan sektor barang konsumen non primer yang naik masing-masing sebesar 2,69 persen dan 2,68 persen.
Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu INPC, NETV, YELO, APLN dan MBMA. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni INDS, MKAP, ZATA, UDNG dan KOKA.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.027.866 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 36,27 miliar lembar saham senilai Rp19,16 triliun. Sebanyak 534 saham naik 190 saham menurun, dan 93 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain, indeks Nikkei menguat 1.519,69 poin atau 2,88 persen ke 54.248,40, indeks Hang Seng menguat 551,43 poin atau 2,17 persen ke 25.959,90, indeks Shanghai menguat 26,54 poin atau 0,65 persen ke 4.123,14, dan indeks Strait Times menguat 104,03 poin atau 2,19 persen ke 4.861,64.
- Ihsg hari ini
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Kabar Buruk! Rodri dan Ruben Dias Tumbang, Manchester City Terancam Gagal Salip Arsenal?
-
Rahasia Efisiensi Armada: Bagaimana MPMRent Pertahankan Tingkat Utilisasi di Tengah Dinamika Pasar
-
Akibat Cuaca Ekstrem, Jembatan Ciwarunga Terputus sehingga Ganggu Aktivitas Warga
-
Jadwal KRL Jakarta Kota–Bogor Berubah, Ini Rincian Lengkap Penyesuaian Terbaru
-
Resmi Dilantik Gubernur Pramono, Cek Daftar Nama Pejabat Baru di Lingkungan Pemprov DKI
-
Mangrove Desa Sugian Jadi Perhatian, Warga Lombok Timur Diminta Ikut Menjaga
-
Krisis Bahan Baku Tekan Industri Makanan dan Minuman
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.