Targetkan Top 50 Kota Global 2030, Pemprov DKI Jakarta Perkuat Riset Kebijakan Bersama GSAP

Selasa, 10 Mar 2026, 01:44 WIB

JAKARTA — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Yayasan Georgetown Asia Pacific. Yayasan ini merupakan entitas lokal yang menaungi Georgetown SFS Asia Pacific (GSAP), institusi pendidikan di Jakarta yang berafiliasi dengan Georgetown University, Amerika Serikat.

Kolaborasi ini bertujuan memperkuat riset kebijakan guna mendukung agenda pembangunan jangka panjang Jakarta. PKS tersebut ditandatangani oleh Atika Nur Rahmania, Kepala Bappeda Provinsi DKI Jakarta, dan Prof. Yuhki Tajima, Founding Rector Georgetown SFS Asia Pacific sekaligus Ketua Pengurus Yayasan Georgetown Asia Pacific.

Ket. Foto: Acara penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dengan Yayasan Georgetown Asia Pacific. Kolaborasi ini memperkuat riset kebijakan berbasis data guna mendukung visi Jakarta masuk dalam jajaran Top 50 Global Cities pada 2030. — Sumber: Bappeda DKI Jakarta

Sinergi ini difokuskan untuk mendorong perumusan kebijakan publik berbasis data demi mendukung target Jakarta masuk dalam jajaran Top 50 Global Cities pada tahun 2030. Melalui kerja sama ini, kedua pihak akan berkolaborasi dalam lingkup pelaksanaan riset kebijakan pembangunan, pemanfaatan data dan informasi penelitian, serta publikasi dan diseminasi hasil riset kepada para pemangku kepentingan.

“Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat proses perumusan kebijakan pembangunan Jakarta yang lebih berbasis data dan penelitian, sehingga mampu menjawab tantangan perkotaan secara lebih efektif serta berkelanjutan,” ujar Atika Nur Rahmania melalui keterangannya pada hari Senin (1/3).

Sementara itu, Yuhki Tajima menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan institusi akademik untuk menghasilkan kebijakan publik yang lebih tangguh. “Kemitraan ini membuka ruang bagi pengembangan kebijakan berbasis riset melalui pendekatan ilmiah dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan,” jelasnya.

Dalam implementasinya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menyediakan data relevan, memfasilitasi koordinasi dan perizinan, serta mendukung pelaksanaan riset. Di sisi lain, GSAP akan melaksanakan kegiatan penelitian, menyusun laporan dan rekomendasi kebijakan, serta memberikan kontribusi keahlian akademik guna memperkuat basis riset di DKI Jakarta.

Kedua belah pihak juga berkomitmen menjaga independensi akademik dalam setiap proses penelitian yang dilakukan, hal ini untuk memastikan integritas metode, analisis, serta hasil riset yang dihasilkan.

Kemitraan strategis ini dijadwalkan berlangsung selama lima tahun. Melalui kolaborasi tersebut, Bappeda DKI Jakarta dan GSAP diharapkan mampu memperkuat ekosistem kebijakan publik berbasis bukti (evidence-based policy) sekaligus mendorong inovasi dalam tata kelola pembangunan perkotaan di Jakarta.

  • Kemitraan Strategis
  • Bappeda DKI Jakarta
  • Georgetown University
  • Georgetown SFS Asia Pacific
  • Top 50 Global Cities
  • Kebijakan Publik Jakarta
  • Riset Pembangunan Perkotaan
  • Evidence-Based Policy
  • Global City Jakarta 2030
  • Jakarta Global City

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.