Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Polisi Akhirnya Gerebek Tiga Toko Obat Keras yang Diserang Petasan di Jaktim

📅 Selasa, 10 Mar 2026, 16:02 WIB | Oleh:
Polisi Akhirnya Gerebek Tiga Toko Obat Keras yang Diserang Petasan di Jaktim Doc: ANTARA/Siti Nurhaliza
Ket. Kapolsek Pasar Rebo AKP I Wayan Wijaya di Kantor Walikota Jakarta Timur, Selasa (10/3).

JAKARTA -- Polsek Pasar Rebo menggerebek tiga toko penjual obat keras yang viral diserang dan ditembaki petasan oleh sekelompok orang tak dikenal di Jalan Raya Bogor, Jakarta Timur, Senin (9/3) malam.

"Kami dari Polsek Pasar Rebo menindaklanjuti dengan cepat informasi tersebut dengan mendatangi lokasi, terutama di Jalan Raya Bogor, di depan PT Meiyume, di depan Mixue, dan lokasi ketiga di Jalan Lestari, Kalisari," kata Kapolsek Pasar Rebo AKP I Wayan Wijaya di Kantor Walikota Jakarta Timur, Selasa.

Dia menyebutkan penggerebekan itu dilakukan untuk menjawab keresahan masyarakat terkait peredaran obat tersebut.

Dari hasil pemeriksaan di tiga lokasi tersebut, petugas menemukan sejumlah obat yang diduga termasuk dalam kategori obat keras yang seharusnya hanya dapat diperoleh dengan resep dokter.

Secara keseluruhan, terdapat 15 papan obat daftar G yang diamankan dari kios-kios tersebut.

Penggerebekan itu dilakukan dengan melibatkan pengurus lingkungan setempat, seperti RT dan RW, serta pemilik kios.

Petugas kemudian melakukan penggeledahan di dalam kios yang sebelumnya diketahui disewakan untuk usaha lain.

Menurut Wayan, awalnya kios tersebut digunakan untuk berjualan kosmetik, perangkat telepon genggam, serta tisu.

Namun, dalam praktiknya kios tersebut disalahgunakan untuk menjual obat-obatan keras secara ilegal.

"Awalnya, lokasi itu dipergunakan untuk sewa kosmetik, perangkat HP (handphone/telepon genggam), dan tisu. Tapi, ternyata disalahgunakan untuk menjual obat-obatan keras," ujar Wayan.

Polisi juga mengungkap salah satu kios di kawasan Jalan Raya Bogor itu sebenarnya sudah lama dilaporkan tutup oleh pemiliknya. Namun, para penjual diduga tetap beroperasi secara sembunyi-sembunyi.

Berdasarkan keterangan pemilik kios, tempat tersebut sudah sekitar enam bulan tidak beroperasi secara resmi, namun para pelaku diduga membuka kios hanya dalam waktu singkat untuk menghindari pantauan petugas.

"Kios itu sudah lama tutup, informasi dari pemilik, kurang lebih sudah enam bulan. Tapi, mereka tetap kucing-kucingan, buka sekitar satu sampai dua jam, lalu tutup lagi," jelas Wayan.

Sebelumnya, sempat terjadi pelemparan petasan ke arah salah satu kios tersebut. Peristiwa itu diduga dipicu oleh kekesalan warga yang mengetahui aktivitas penjualan obat keras di lokasi tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Mobil Tabrak Kerumunan Oran...
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.