Polda Kalsel Terjunkan 2.189 Personel untuk Amankan Arus Mudik Lebaran
Selasa, 10 Mar 2026, 16:10 WIBBANJARMASIN - Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Selatan (Kalsel) mengerahkan sebanyak 2.189 personel gabungan untuk mengamankan arus mudik dan perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah melalui Operasi Kepolisian Terpusat Intan 2026.
Kepala Polda Kalsel Inspektur Jenderal Polisi Rosyanto Yudha Hermawan mengatakan personel gabungan itu terdiri atas1.166 personel Polri, 247 personel TNI, dan 1.023 personel dari pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait.
"Selain personel, kepolisian juga menyiapkan berbagai pos pengamanan di sejumlah titik strategis guna memberikan pelayanan kepada masyarakat selama periode mudik," katanya di Banjarbaru, Selasa (10/3).
Pihaknya juga menyiapkan tiga pos terpadu, 21 pos pengamanan, dan 14 pos pelayanan yang akan ditempatkan di berbagai titik strategis untuk mendukung pengamanan arus mudik dan balik Lebaran.
Kapolda juga mengimbau masyarakat yang akan melaksanakan perjalanan mudik agar selalu mengutamakan keselamatan selama perjalanan.
"Kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan selama perjalanan mudik sehingga perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah tahun 2026 dapat berjalan aman, lancar, dan tertib,â katanya.
Ia mengatakan pengamanan mudik tahun ini dilakukan dengan memperhatikan sejumlah potensi kerawanan, mulai dari gangguan keamanan hingga faktor cuaca dan kemungkinan terjadinya bencana alam.
"Kita mengantisipasi berbagai tantangan, baik perkembangan situasi global maupun nasional, termasuk kondisi kamtibmas di Kalimantan Selatan. Selain itu, kita juga memperhatikan faktor cuaca atau iklim yang dapat memicu bencana hidrometeorologi maupun kecelakaan lalu lintas," jelasnya.
Rapat koordinasi lintas sektoral yang dihadiri Ketua DPRD, Wakajati, Gubernur Kalimantan Selatan, Danrem, Danlanal, Danlanud, Kabinda, serta instansi terkait lainnya itu fokus pelaksanaan Operasi Ketupat dalam rangka melayani masyarakat yang akan melaksanakan mudik Lebaran 1447 Hijriah.
Selain fokus pada pengamanan, Polda Kalimantan Selatan juga turut memantau stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok menjelang Hari Raya melalui Satgas Pangan.
"Kami bersama Satgas Pangan Polda Kalimantan Selatan terus memonitor perkembangan harga bahan pokok bersama Dinas Perdagangan, Dinas Pertanian, serta instansi terkait lainnya. Kami pastikan tidak ada kenaikan harga yang terlalu tinggi," jelasnya.
Ia menegaskan pihaknya juga akan menindak tegas apabila ditemukan praktik penimbunan bahan pokok yang dapat merugikan masyarakat.
"Kami juga memonitor agar tidak terjadi penimbunan bahan pokok dan sembako yang dapat menyebabkan kelangkaan dan lonjakan harga. Apabila ditemukan, tentu akan kami lakukan penindakan dan penegakan hukum agar masyarakat tetap bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang wajar," kata Kapolda.
Redaktur: Sriyono
Penulis: Sriyono
Berita Terkait:
-
Penerapan Smart Road Safety Policing untuk Arus Mudik Lebaran
-
Kemenhub Siapkan 841 Kapal Angkut 3,2 Juta Penumpang Lebaran 2026
-
Sompo Indonesia tekankan pentingnya persiapan matang dan perlindungan asuransi guna antisipasi risiko perjalanan mudik Lebaran
-
Harga Emas di Pegadaian Jumat Pagi: UBS Rp3,096 Juta/Gr dan Galeri24 Rp3,080 Juta/Gr
-
Mudik awal menghindari penumpukan penumpang
-
Antrean Truk Tujuan Sumatera Mengular di Sepanjang JLS, Tunggu Masuk Pelabuhan Ciwandan
-
Mengapresiasi Peningkatan Kualitas Pelayanan Arus Mudik di Nagreg
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.