Kim Yo Jong: Latihan Militer Gabungan AS-Korea Selatan akan Merusak Stabilitas Regional

Selasa, 10 Mar 2026, 10:12 WIB

SEOUL - Kim Yo Jong, saudara perempuan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, mengatakan latihan militer AS-Korea Selatan yang dimulai minggu ini adalah "latihan perang yang provokatif dan agresif" yang akan merusak stabilitas regional, demikian dilaporkan media pemerintah KCNA, Selasa (10/3).

Latihan militer Freedom Shield tahunan tersebut mengungkapkan "kebijakan permusuhan yang biasa" dari sekutu terhadap Korea Utara dan "akan semakin menghancurkan stabilitas regional," kata Kim dalam sebuah pernyataan.

Ket. Foto: Kim Yo Jong, saudara perempuan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, menyampaikan pidato dalam pertemuan nasional di Pyongyang, Korea Utara, pada 10 Agustus 2022. — Sumber: AP/KCNA

Kim menggambarkan latihan di Korea Selatan tersebut melibatkan lebih dari 18.000 pasukan Korea Selatan dan AS dan dilakukan "siang dan malam di seluruh wilayah darat, laut, udara, luar angkasa, dan dunia maya" Korea Utara.

Korea Selatan dan Amerika Serikat mengatakan latihan tersebut, yang berlangsung dari 9 Maret hingga 19 Maret, bersifat "defensif" dan akan mencakup skenario pencegahan terkait senjata nuklir Korea Utara.

Latihan tersebut juga akan menjadi kesempatan untuk mendukung persiapan yang sedang berlangsung untuk pengalihan kendali operasional masa perang AS ke Korea Selatan, kata para pejabat dari kedua negara.

Korea Selatan bertujuan untuk menyelesaikan penyerahan komando militer dari AS sebelum masa jabatan Presiden Lee Jae Myung berakhir pada tahun 2030.

Latihan militer ini dilakukan sebulan setelah Kim Jong Un mengatakan pada Kongres Partai penguasa Korea Utara bahwa ia akan fokus pada perluasan persenjataan nuklir negaranya.

  • Korea Utara

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: CNA

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.