Jelang Idul Fitri, Stabilitas Harga Pangan Jadi Ujian Pemerintah

Selasa, 10 Mar 2026, 00:00 WIB

JAKARTA – Stabilitas harga pangan harus dijaga, terutama menjelang meningkatnya permintaan masyarakat pada periode Idul Fitri. Lonjakan konsumsi pada masa tersebut kerap memicu kenaikan harga jika tak diimbangi dengan ketersediaan pasokan dan distribusi yang lancar.

Karena itu, koordinasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan lembaga terkait menjadi kunci untuk memastikan stok pangan tetap aman serta harga tetap terkendali. Upaya menjaga stabilitas ini dinilai penting tidak hanya untuk melindungi daya beli masyarakat, tetapi juga untuk menjaga stabilitas ekonomi secara lebih luas selama momentum hari raya.

Ket. Foto: STABILISASI HARGA PANGAN - Warga membeli beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) pada Gerakan Pangan Murah di Kelurahan Duyu, Palu, Sulawesi Tengah, Senin (9/3). Gerakan Pangan Murah yang merupakan program dari Pemprov Sulteng dan Badan Pangan Nasional itu digelar di delapan lokasi hingga akhir Ramadan. — Sumber: ANTARA/BASRI MARZUKI

Anggota Komisi VI DPR RI Iskandar mengungkapkan informasi dari Perum Bulog dan ID Food, disampaikan menunjukkan stok beras nasional saat ini berada dalam kondisi aman. Cadangan beras yang tersedia mencapai sekitar 4 juta ton dan diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga dua hingga tiga bulan ke depan.

“Stok beras yang tersedia sekitar 4 juta ton dan cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga dua sampai tiga bulan ke depan,” ujarnya di Jakarta, Senin (9/3).

Meski demikian, Iskandar menyoroti tingginya permintaan di sejumlah daerah, termasuk Jawa Tengah, sehingga berpotensi memicu kenaikan harga pada beberapa komoditas pangan. Kenaikan harga pangan, ungkapnya, perlu diantisipasi agar tidak menimbulkan tekanan inflasi yang dapat memberatkan masyarakat.

“Kenaikan harga pangan harus diantisipasi. Dalam kondisi ekonomi yang menantang, kenaikan harga sekecil apa pun secara psikologis bisa mempengaruhi masyarakat,” katanya.

Karena itu, dia meminta BUMN pangan untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta para pemangku kepentingan guna memastikan stabilitas harga dan kelancaran distribusi bahan pokok di berbagai wilayah.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman menegaskan pemerintah bersama kementerian dan lembaga terkait terus memperkuat pengawasan di lapangan guna memastikan masyarakat dapat memperoleh bahan pokok dengan harga yang wajar serta pasokan yang cukup.

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Ketua Satgas Pangan, I Gusti Ketut Astawa, menegaskan pemerintah terus melakukan pemantauan langsung untuk memastikan distribusi dan ketersediaan pangan tetap lancar menjelang Idul Fitri. Pemerintah juga memperkuat koordinasi lintas kementerian serta menyiapkan berbagai intervensi seperti penyaluran beras SPHP, gerakan pangan murah, dan fasilitasi distribusi.

Pantauan Harga

Hasil pemantauan di Pasar Lemabang, Palembang, Sumatera Selatan menunjukkan harga sejumlah komoditas relatif stabil, termasuk cabai, bawang, daging, telur, hingga beras, sehingga diharapkan masyarakat tetap dapat memperoleh bahan pokok dengan harga yang wajar menjelang hari raya.

Berdasarkan hasil pengecekan di pasar Lemabang, Palembang Sumatera Selatan, Minggu (8/3), sejumlah harga komoditas pangan terpantau relatif stabil. Cabai rawit merah dijual 75-85 ribu rupiah per kg, cabai keriting 40-50 ribu rupiah per kg, bawang merah 41 ribu per kg, dan bawang putih 38 ribu rupiah per kg.

Harga daging sapi berkisar 120-140 ribu rupiah per kg, daging ayam 38 ribu rupiah per kg, serta telur ayam ras 29 ribu rupiah per kg. Sementara itu, beras premium dijual 74 ribu rupiah per lima kg dan beras program SPHP 59 ribu rupiah per lima kg, dengan gula curah 17.500 rupiah per kg, gula kemasan 18.500 rupiah per kg, serta minyak goreng Minyakita sekitar 15.700 rupiah per liter.

Satgas Pangan Polri yang dipimpin Zain Dwi Nugroho mengingatkan pedagang agar menjual bahan pokok sesuai ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET) dan Harga Acuan Penjualan (HAP).

  • stabilitas harga pangan

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.