- Home
-
- Megapolitan
-
- Tragedi Longsor Sampah Ban...
Tragedi Longsor Sampah Bantargebang: DLH DKI Jakarta Lakukan Stabilisasi Zona Timbunan
Senin, 09 Mar 2026, 12:50 WIBJAKARTA - Longsor terjadi di gunungan sampah Zona 4 TPST Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Minggu (8/3) sekitar pukul 15.29 WIB. Peristiwa tersebut menyebabkan tiga orang meninggal dunia dan satu orang lainnya mengalami luka ringan.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta menyampaikan duka cita mendalam atas insiden tersebut. Longsor terjadi di area timbunan sampah yang berada di salah satu zona pengolahan sampah terbesar yang menampung limbah dari Jakarta.
Berdasarkan data sementara, tiga korban meninggal dunia yakni Sumini (60), pemilik warung di sekitar lokasi kejadian. Korban lainnya adalah Dedi Sutrisno yang merupakan pengemudi truk dari Sudin Lingkungan Hidup Jakarta Pusat serta Endah Widayati (25) seorang pemulung.
Sementara itu, seorang pengemudi truk dari Sudin Lingkungan Hidup Jakarta Selatan bernama Slamet mengalami luka ringan. Korban telah dievakuasi dan mendapatkan perawatan medis di fasilitas kesehatan terdekat sebelum akhirnya diperbolehkan pulang setelah kondisinya membaik.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto, mengatakan pihaknya langsung mengaktifkan operasi tanggap darurat setelah menerima laporan kejadian. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan keselamatan petugas serta mempercepat penanganan korban di lapangan.
"Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas musibah ini. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyampaikan simpati kepada keluarga korban dan memastikan seluruh proses penanganan darurat dilakukan secara cepat serta terkoordinasi," ujar Asep di Jakarta.
Menurutnya, DLH DKI Jakarta segera mengerahkan tim untuk melakukan penanganan di lokasi kejadian. Operasi tanggap darurat dilakukan untuk mengevakuasi korban serta menstabilkan area yang terdampak longsor.
Tim gabungan dari berbagai instansi dikerahkan untuk mendukung proses evakuasi dan penanganan di lokasi. Instansi yang terlibat antara lain BPBD DKI Jakarta, BPBD Kota Bekasi, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bekasi, serta unsur TNI dan kepolisian setempat.
Asep menyatakan bahwa prioritas utama dalam operasi tersebut adalah keselamatan petugas di lapangan. Selain itu, proses evakuasi kendaraan yang tertimbun longsoran juga menjadi fokus utama tim gabungan.
"Begitu kejadian dilaporkan, kami langsung mengaktifkan operasi tanggap darurat. Prioritas utama adalah keselamatan petugas, penanganan korban, serta percepatan evakuasi kendaraan yang tertimbun longsoran," katanya.
Dalam proses evakuasi tersebut, dari total tujuh truk yang terdampak longsor, lima unit telah berhasil dikeluarkan dari area timbunan. Sementara dua truk lainnya masih dalam proses evakuasi oleh tim gabungan di lokasi.
Kedua kendaraan tersebut diketahui dikemudikan oleh Riki Supriyadi dari Sudin Lingkungan Hidup Jakarta Utara serta Irwan Supriyatin. Tim gabungan terus bekerja menggunakan alat berat untuk membuka timbunan material sampah yang menutup kendaraan.
Untuk mendukung proses tersebut, DLH bersama tim gabungan mengerahkan 13 unit ekskavator. Selain itu, dua unit ambulans dari DLH DKI Jakarta dan Pemerintah Kota Bekasi juga disiagakan di lokasi.
Asep menambahkan bahwa petugas Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) yang menjadi korban akan mendapatkan santunan melalui BPJS Ketenagakerjaan. Sementara biaya pengobatan bagi korban luka akan ditanggung oleh pemerintah daerah.
"Selain itu, santunan sosial juga akan diberikan kepada korban terdampak lainnya, termasuk pemilik warung dan pemulung yang bukan berstatus PJLP," ungkapnya.
Pada saat yang sama, langkah stabilisasi area timbunan sampah juga dilakukan untuk mencegah potensi longsor susulan. Penataan ulang zona timbunan dilakukan secara bertahap agar kondisi kembali aman untuk operasional.
"Keselamatan dalam pengoperasian layanan sampah di TPST Bantargebang adalah prioritas utama. Setelah area dinilai aman, kami langsung melakukan stabilisasi dan penataan zona timbunan agar kondisi kembali terkendali," jelas Asep.
Meski proses penanganan masih berlangsung, DLH memastikan pelayanan pengelolaan sampah tetap berjalan. Untuk menjaga kelancaran ritase, satu titik pembuangan sementara di TPST Bantargebang dibuka pada malam hari.
Sementara dua titik buang lainnya masih dalam tahap perapihan setelah terdampak longsoran. DLH juga meminta jajaran Sudin Lingkungan Hidup di wilayah Jakarta untuk sementara menunda pengiriman sampah ke lokasi tersebut.
"Pemprov DKI berkomitmen menangani situasi ini secara cepat, hati-hati, dan terkoordinasi. Fokus kami adalah keselamatan, penanganan korban, serta memastikan operasional pengelolaan sampah Jakarta dapat segera pulih dengan aman," tutup Asep.
- Bekasi
- Pengelolaan Sampah
- Bantargebang
- Bantar Gebang
- BPBD DKI Jakarta
- TPST Bantargebang
- TPST Bantargebang Longsor
- Longsor Sampah Bantar Gebang
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
115 RT di Jakarta Masih Terendam Banjir, Ketinggian Air Capai 2,4 Meter
-
Program Pilah Sampah di Rorotan Berhasil Kurangi hingga 6 Ton Sampah
-
Rano Karno Terinspirasi Kopenhagen Kelola Sampah Secara Terintegrasi
-
Perang Iran Hari ke-33 : Apa Saja yang Terjadi?
-
Buang Sampah Sembarangan, Pedagang Pasar Angke Bakal Ditindak Tegas
-
Demi Efisiensi Energi, Menaker Imbau Perusahaan Terapkan WFH Sehari dalam Sepekan
-
Mulai dari Rumah! Warga Jakarta Wajib Pilah Sampah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.