Gubernur Khofifah Salurkan Bansos Rp13,76 Miliar untuk Warga Pamekasan

Senin, 09 Mar 2026, 14:40 WIB

MADURA RAYA - Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa menyalurkan bantuan sosial dan tali asih senilai Rp13,76 miliar kepada masyarakat Kabupaten Pamekasan melalui Program Sapa Bansos Amaliyah Ramadhan 1447 Hijriah.

“Program ini merupakan bentuk sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten/kota, untuk mempercepat pengentasan kemiskinan, sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat,” ujar Gubernur Khofifah dalam keterangan diterima di Surabaya, Senin.

Ia menjelaskan program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat perlindungan sosial, sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan.

Dari total bantuan Rp13,76 miliar tersebut, rinciannya meliputi bantuan melalui Dinas Sosial Jatim Rp4.914.200.000, bantuan melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Jatim sebesar Rp521.550.000, bantuan keuangan desa sebesar Rp8.175.000.000, serta zakat produktif melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jatim sebesar Rp50.000.000.

Bantuan Dinas Sosial Jatim mencakup Program Keluarga Harapan (PKH) Plus sebesar Rp3.878.000.000 bagi 1.939 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), bantuan Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD) sebesar Rp435.600.000 bagi 121 penerima, serta bantuan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Program Perlindungan dan Kesejahteraan Sosial (PPKS) Jawara sebesar Rp285.000.000 untuk 95 penerima.

Selain itu disalurkan bantuan operasional dan tali asih bagi pilar sosial yang meliputi Sumber Daya Manusia (SDM) PKH Plus, pendamping disabilitas, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), serta Taruna Siaga Bencana (Tagana), dengan total Rp315.600.000 bagi 166 penerima.

“Untuk ASPD, mereka satu tahun mendapat Rp3.600.000 dibagi empat kali supaya ada continuity penyapaan. Kemudian ada PKH Lansia, setahun mendapat Rp 2 juta per tri wulan, semuanya berbeda, sesuai dengan hasil asesmen di lapangan,” jelas Gubernur Khofifah.

Sementara itu bantuan dari Dinas PMD Jatim mencakup Program Desa Berdaya sebesar Rp100.000.000 untuk satu desa, Program Jatim Puspa sebesar Rp296.550.000 untuk dua desa, bantuan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebesar Rp100.000.000, serta Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Kabupaten sebesar Rp25.000.000.

Bantuan keuangan desa juga disalurkan melalui sejumlah perangkat daerah, yakni Rp200.000.000 untuk dua desa melalui Dinas PMD Jatim, Rp4.325.000.000 untuk 23 desa melalui Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Jatim, Rp3.450.000.000 untuk 26 desa melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Jatim, serta Rp200.000.000 untuk satu desa melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jatim.

“Fokus utamanya adalah mempercepat pengentasan kemiskinan dan menekan ketimpangan. Harapannya, perlindungan sosial ini adaptif dan mampu memberdayakan sekaligus memperkuat kemandirian desa dan masyarakat,” katanya.

Selain bantuan sosial, Pemprov Jawa Timur juga menyerahkan bantuan program pembinaan jalan berupa 250 drum aspal bagi Pemkab Pamekasan serta bantuan material bagi korban bencana angin kencang senilai Rp100.000.000.

“Hampir semua kabupaten itu mengajukan perbaikan jalan di tengah musim hujan yang cukup panjang ini. Di tengah penyesuaian anggaran saat ini, kalau itu jalan pemprov maka akan melakukan proses perbaikan jalan. Kalau itu jalan kabupaten/desa maka pemprov hanya memberikan suport aspal dimana-mana,” ujarnya.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.