Dukung Pendidikan, Mitra BGN Galang Donasi Rp80 Juta untuk Bangun Ruang Kelas di Sukabumi
Senin, 09 Mar 2026, 16:20 WIBJakarta - Mitra Badan Gizi Nasional (BGN) di Sukabumi, Jawa Barat menunjukkan dukungan terhadap pendidikan dengan ikut iuran untuk membenahi sekolah yang rusak.
Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah II BGN Albertus Donny Dewantoro menyebut para mitra BGN berinisiatif berdonasi untuk pembangunan ruang kelas sekolah di wilayah tersebut yang kini jumlahnya telah mencapai Rp80 juta.
"Hasil donasi dari para mitra untuk pembangunan kelas di Sukabumi saat ini sudah mencapai Rp80 juta," kata Donny dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (9/3).
Ia menilai antusiasme para mitra untuk membantu pembangunan ruang kelas di sekolah tersebut cukup tinggi. Sejumlah mitra lainnya bahkan telah menyatakan kesiapan untuk ikut berkontribusi menambah nilai donasi.
"Awalnya donasi terkumpul Rp80 juta. Namun, dari para mitra lain juga menyampaikan niat untuk ikut membantu sampai pembangunan sekolah selesai, dilengkapi sarana dan prasarana," paparnya.
Inisiatif donasi tersebut sekaligus menunjukkan kepedulian para mitra BGN tidak hanya terhadap program pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga terhadap penguatan sektor pendidikan di daerah.
Dukungan dari para mitra diharapkan dapat membantu mempercepat pembangunan ruang kelas yang layak sehingga kegiatan belajar mengajar bagi para siswa di Sukabumi dapat berlangsung lebih nyaman dan optimal.
Sebelumnya, Pemerintah menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak mengurangi anggaran pendidikan untuk merespons narasi yang beredar di publik bahwa program tersebut menyedot dana cukup besar dari APBN, termasuk pendidikan dan kesehatan.
Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah RI Hariqo Wibawa Satria dalam siniar bersama ANTARA di Jakarta pada Kamis (5/3) menjelaskan, anggaran pendidikan di tahun 2026 mencapai Rp769,8 triliun, yang di dalamnya terdapat komponen alokasi anggaran sebesar Rp223,5 triliun untuk BGNÂ mengelola Program MBG.
"Gizi itu fondasi dari belajar. Jadi, MBG ini bukan mengurangi pendidikan, melainkan justru memastikan anggaran pendidikan yang besar tidak menjadi sia-sia karena siswa siap untuk belajar," kata Hariqo.
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
DIY Mulai Buka Pendaftaran Sekolah Rakyat Hingga 30 April
-
Tukar Nasib, Para Pejabat Pemkab Purwakarta Jadi Petugas Kebersihan
-
Kamboja Optimis Kebijakan Bebas Visa Bakal Genjot Pariwisata
-
Penyesuaian Pola Tanam Kunci Penuhi Target Luas Tambah Tanam Kabupaten Sukabumi
-
Hari Ini Gempa Terjadi di Sukabumi dan Bogor, Makin Mendekati Jakarta
-
Harga Emas di Pegadaian Hari Ini Turun, Berikut Daftar Lengkapnya
-
BI Tegaskan Uang Logam Rp100 dan Rp200 Wajib Diterima, Menolak Berarti Melanggar Hukum, Bisa Dipenjara 1 Tahun!
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.